SMPN 5 Purwakarta Raih Penghargaan Prasada SBL Jabar 2017

  • August 10, 2019

SMPN 5 Purwakarta Raih Penghargaan Prasada SBL Jabar 2017

SMPN 5 Purwakarta Raih Penghargaan Prasada SBL Jabar 2017

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Purwakarta meraih piagam penghargaan

, sebagai sekolah penerima penghargaan Raksa Prasada kategori sekolah berbudaya lingkungan (SBL) tahun 2017 dari Gubernur Jawa Barat.

Kepala SMPN 5 Rikrik Halimatussadiah mengatakan penghargaan Raksa Prasada

bagi sekolah di berikan meliputi beberapa penilaian mulai dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) jumlah pepohonan besar, baik pohon kayu atau buah, Rasio siswa dengan lahan belajar, Perpustakaan, tingkat pencahayaan ruangan serta lainnya.

“Sekolah dengan luas 11.960 m2, jumlah siswa- siswi 1111, SMP-N 5 Purwakarta

Cukup ideal di jadikan sebagai sekolah berbudaya lingkungan (SBL, karena dapat di jadikan sebagai sarana bermain dan belajar,” kata Rikrik.

Dia mengatakan, dampak yang di rasakan ketika sekolahnya ditetapkan menjadi sekolah berbudaya lingkungan ialah oleh semua warga sekolah SMPN 5 Purwakarta menjadi Sehat, Ceria.

“Bahkan dari akademik SMP-N 5 yang memang bukan sebagai sekolah unggulan, kini menjadi juara pertama olimpiade sains nasional (OSN) IPS tingkat kabupaten termasuk beberapa prestasi akademik non akademik lainnya,” pungkasnya

 

Baca Juga :

Tanpa Walikota, Upacara Ziarah ke TMP Tetap Khidmat

  • August 10, 2019

Tanpa Walikota, Upacara Ziarah ke TMP Tetap Khidmat

Tanpa Walikota, Upacara Ziarah ke TMP Tetap Khidmat

Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) terutama lingkungan Dinas Pendidikan kota Cirebon,

Selasa (28/14) hari ini berkumpul bersama mengadakan Upacara Ziarah ke Tempat Makam Pahlawan (TMP), Jl. Pangeran Diponegoro Kesenden Kota Cirebon.

Upacara dilaksanakan dalam rangka HUT KORPRI ke-46, Hari Guru Nasional ke-23 dan HUT PGRI ke-72. Berkesempatan hadir selaku pemimpin upacara ziarah, kepala Disdik kota Cirebon, Jaja Sulaeman.

Kepala SDN Karya Mulya II kota Cirebon, Apriani Dinni Siti Nurbaini mengatakan

, selain dirangkai dengan session pemberian penghargaan kepada para guru berprestasi, upacara ziarah ini rutin dilakukan setiap tahun untuk menghormati para pahlawan dan mengingat jasa-jasa mereka.

“acara ini rutin setiap tahun dan besok akan ada acara puncak di alun-alun Kejaksan

,” kata Dinni di lokasi usai upacara.

Dalam kesempatan yang sama, salah seorang Guru, Maksudi menambahkan seluruh guru mendoakan para pahlawan agar mereka mendapatkan tempat yang layak.

Yang tak kalah pentingnya, tambah Maksudi lagi, menjadikan karakter para pahlawan sebagai karakter kita semua.

“kita semua sebagai generasi penerus,wajib mempertanggung jawabkan hari-hari setelah kemerdekaan. Mengisi kemerdekaan dengan hal-hal lebih baik,” kata Maksudi, Mantan ketua KKG kecamatan Kesambi kepada RMOLJabar.

Nampak hadir, jajaran ASN Kejaksaan Tinggi kota Cirebon dan beberapa ASN lintas sektoral. Kendatipun Walikota berhalangan hadir, upacara ziarah berjalan dengan khidmat

 

Sumber :

https://s.id/67tki

 

Sigit Pranowo Nahkodai Program Pendidikan Vokasi UI

  • August 10, 2019

Sigit Pranowo Nahkodai Program Pendidikan Vokasi UI

Sigit Pranowo Nahkodai Program Pendidikan Vokasi UI

Sigit Pranowo Hadiwardoyo terpilih sebagai Direktur Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia

(UI) periode 2018-2022. Sigit Pranowo terpilih setelah melalui proses asesmen di Ruang Rapat A, Rektorat UI Depok, Kamis (28/12). Pada proses tersebut, Sigit Pranowo unggul dari kandidat calon dekan lainnya, yaitu Hilda Rossieta.

Dalam presentasinya pada proses asesmen, Sigit Pranowo mengungkapkan beberapa masalah yang dihadapi Vokasi UI saat ini, diantaranya adalah kualitas pengajar. Menurutnya, pengajar dari vokasi sebagian besar diisi oleh sarjana dan magister dari program akademik, sehingga kualifikasi pengajaran tidak kompatibel dengan bidang vokasi.

Mengusung tema “Reformasi Pendidikan Tinggi Vokasi” mengedepankan enam pilar

perubahan dalam menjalankan vokasi UI, yaitu: penguatan kurikulum berbasis kompetensi; penguatan sumber daya manusia; penguatan riset terapan dan pengabdian masyarakat; penguatan lulusan dan tenaga pendidik dengan sertifikasi; penguatan kerjasama dengan industri pendidikan vokasi dalam dan luar negeri; dan penguatan sumber pendanaan di luar biaya pendidikan.

Perubahan yang ingin dilakukan Sigit Pranowo sangat nyata dalam bidang penerapan kurikulum. Dia ingin menerapkan kurikulum 2018 dengan bobot pengajaran yang akan lebih banyak menitikberatkan ke arah praktik.

“80 persen pengajaran akan berada di studio atau laboratorium. Selain itu,

sistem kredit semester juga akan direvisi dengan sistem paket 40 jam per minggu. 1 SKS praktik akan senilai 170 menit,” jelas Sigit Pranowo dalam keterangan tertulis Humas dan KIP UI.

Dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, semua prodi akan memiliki minimal enam dosen tetap dan akan memiliki 50 persen dosen Lektor Kepala. Program unggulan yang lain adalah memaksimalkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UI sebagai sumber pendanaan pendidikan lain bagi Vokasi UI.

Selain itu, LSP juga berperan dalam melakukan sertifikasi profesi bagi lulusan vokasi, tenaga pendidik, serta tenaga pengajar Vokasi.

Sebagai penutup, Sigit Pranowo mengharapkan di bawah kepemimpinannya Vokasi UI dapat menjadi program vokasi dan acuan terbaik di wilayah regional ASEAN

 

Sumber :

https://www.kitabisa.com/orang-baik/2763065

Penunjang Implementasi Sistem Ekonomi Indonesia

Penunjang Implementasi Sistem Ekonomi Indonesia

  • August 6, 2019

Penunjang Implementasi Sistem Ekonomi Indonesia

Penunjang Implementasi Sistem Ekonomi Indonesia

Pengawasan lembaga perbankan

Fungsi penting perbankan dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai lembaga perantara antara mereka dengan modal berlebih denan mereka yang kurang modal. Terdapat tiga alasan penting terkait dengan pengawasan bank: alasan pertama, bank adalah lembaga kepercayaan. Kedua, bank menjadi lembaga yang membantu kelancaran sistem pembayaran. Ketiga, lembaga yang menerjemahkan kebijakan moneter dari BI (kemampuan mengontrol dan mengendalikan perbankan).

Sistem Moneter dan Fiskal

Sistem moneter dan sistem fiskal merupakan bagian penting dari sebuah sistem ekonomi. Yangmana, dalam sistem tersebut, uang merupakan instrumen utama serta penunjang kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, uang/ keuangan harus tunduk pada sistem yang berlaku di tempat dimana uang tersebut digunakan sebagai alat transaksi. Dalam hal ini, setiap sistem ekonomi memiliki cara yang berbeda dalam menempatkan uang. Dalam konteks moneter dan keuangan sendiri, masalah terbesar yang dihadapi adalah untuk menjawab mengenai cara ‘bagaimana menempatkan uang dalam perekonomian?.

Uang dalam hal ini menjadi media/ alat dalam melakukan transaksi setiap kegiatan ekonomi, oleh karena itu salah satu fungsi uang disini adalah untuk memperlancar aktifitas ekonomi dalam hal produksi dan konsumsi. Tatanan moneter haruslah dapat menjaga kesetabilan uang dan kenetralan uang sebagai alat tukar dalam kegiatan ekonomi. Dalam perkembangannya, kehadiran uang sebagai alat tukar dalam transaksi mampu menjadi instrument dan menciptakan efisiensi transaksi ekonomi.

Terdapat dua bentuk efisiensi dengan menggunakan uang sebagai alat tukar, pertama, sebuah transaksi tanpa menysaratkan pemenuhan saling melengkapi. Kedua, nilai barang dan jasa dapat diukur dnegan mudah dan cepat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sistem moneter adalah sistem yang mengatur mengenai kebijakan otoritas moneter ataubank sentral dalam bentuk pengendalian besaran moneter untukmencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan.

Meskipun demikian, terdapat sisi negatif dalam menggunakan uang sebagai alat tukar, yang mana uang juga dapat memunculkan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran (beralih dari sektor rill ke sektor keuangan). Dengan adanya kegiatan dan perubahan pada kegiatan ekonomi tersebut, dapat memuculkan ketidakstabilan nilai mata uang yang dapat merusak kesejahteraan (nilai tukar).Oleh karena itu, fungsi dari sistem keuangan dan moneter adalah Adapun fungsi dari sistem keuangan dan moneter antara lain adalah untuk, menjaga kestabilan uang, dalam hal ini digunakan sebagai alat untuk mengatur dan mengendalikan nilai tukar, serta peredaran uang yang ada di masyarakat. Kedua, menempatkan sektor keuangan dan moneter sebagai “supporting system”, bukan sebagai sektor utama dalam perekonomian. Dalam perkembangan sistem keuangan saat ini, uang tidak lagi berupa benda berbentuk materill namun lebih kepada uang dalam bentuk angka ‘digital’, hal ini berdampak pada munculnya portensi penyalahguaan uang tidak hanya sebagai alat pembayaran namun juga sebagai alat pencari keuntungan (laba).

Ketiga, mendistribusikan sumber daya keuangan secara seimbang ke berbagai sektor lembaga yang membutuhkan. Pendistirbusian yang seimbang dan berkeadilan dapat menciptakan stabilitas perekonomian pada masyarakat yang nantinya dapat membantu dalam pembangunan nasional. Keempat, menerima dana dari masyarakat dan menyalurkannya dalam bentuk kredit untuk mendorong kegiatan ekonomi di sektor rill. Dalam konteks ini, sistem keuangan bertanggung jawab menjadi sistem yang mengatur regulasi perputaran keuangan dimana dalam sistem Indonesia dikenal dengan semangat gotong royong, yaitu yang kuat/ berlebih dapat membantu yang kekuarangan dalam konteks usaha memalalui modal keuangan. Kelima, tidak diperkenankan bagi sistem keuangan untuk menyalurkan keuangan ke tempat lain yang tidak memiliki kontribusi langsung pada sektor rill. Penyaluran tanpa melalui prosedur yang jelas dan legal dapat menciptakan kejahatan berupa money laundry (pencucian uang).

Dalam pengaturannya, lembaga yang bertanggung jawab dalam pendistribusian uang adalah bank sentral, yang juga bertindak sebagai kasir pemerintah dan memiliki tugas penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.Dalam kurun wkatu tahun 1953-1968 Tugas Pokok Bank Indonesia antara lain adalah,1) Menjaga stabilitas moneter,2) Mencetak dan mengedarkan uang, 3)Mengembangkan sistem perbankan, 4)Melaksanakan beberapa fungsi (bank umum seperti pinjaman kredit). Pada tahun 1999 tugas Bank Indonesia, adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter dalam mengatur dan menjaga sistem pembayaran, menetapkan penggunaan alat pembayaran, mengatur dan menyelenggarakan sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi bank.

Pengertian Kebijakan Fiskal

“Kebijakan fiskal adalah kebijakan penyesuaian dibidang pengeluaran dan penerimaan pemerintah untuk memperbaiki keadaan ekonomi.”Atau dapat juga dikatakan kebijakan fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah (Ani Sri Rahayu, 2014). Definisi selanjutnya mengenai kebijakan fiskal adalah, kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pengaturan kinerja ekonomi melalui mekanisme penerimaan dan pengeluaran pemerintah” (Zaini Ibrahim, 2013). Menurut (Rozalinda, 2015), Kebijakan fiskal merupakan kebijakan pemerintah dalam mengatur setiap pendapatan dan pengeluaran negara yang digunakan untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dari beberapa defnisi diatas, dapat disimpulkan bahwa, kebijakan fiskal adalah sebuah kebijakan yang mengatur mengenai anggaran pendapatan dan belanja negara (Pengeluaran dan penerimaan), yang digunakan untuk mengatur stabilitas ekonomi makro sebuah negara. Hal ini dikarenakan, kebijakan fiskal berkaitan langsung dengan sistem perekonomian sebuah negara yang memiliki pengaruh signifikan terhadap moneter serta penyerapan tenaga kerja yang juga anggaran belanja yang erat hubungannya dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Kebijakan megneai fiskal sendiri baru dikenal pada tahun 1930. Sebelum tahun 1930, pemerintah hanya menggunakan pajak sebagai alat pembiayaan pengeluaran pemeritah. Pada tahun 1930, terjadi depresi yang melanda sektor keuangan Amerika Serikat dan dunia. Kebijakan moneter yang biasanya digunakan untuk merangsang kegiatan ekonomi, tidak dapat berjalan baik saat terjadi depresi, dimana tingkat pengangguran dan deflasi yang sangat tinggi. Pada tahun 1930, Keynes menerbitkan sebuah buku yang berjudul The General Theory of Employment, Interest and Money. Buku tersebut yang kemudian menjadi dasar dari perkembangan teori kebijakan fiskal, sebagaimana peranan pemerintah dalam kegiatan ekonomi menajdi sangat penting setelah depresi terjadi.

Menurut macamnya, kebijakan fiskal dibagi menjadi empat macam dasar. Keempat dasar tersebut adalah pembiayaan fungsional, pengelolaan anggaran, stabilisasi anggaran otomatis, dan anggaran belanja seimbang. Sedangkan menurut fungsinya. Terdapat tiga fungsi utama kebijakan fiskal bagi sistem ekonomi sebuah negara:, pertama, sebagai instrumen stabilitas. Kedua, sebagai alokasi keuangan dan pendapatan, dan ketiga, sebagai fungsi distribusi (semuanya tergantung pada kemampuan pemerintah mendesain APBN). Adapun tujuan kebijakan fiskal: 1)meningkatkan kesempatan kerja (mencegah terjadinya banyakpengangguran),2)meningkatkan laju investasi,3)meningkatkan dan mendistribusikan pendapatan nasional, 4) meningkatkan stabilitas ekonomi, dan5) mengatasi permasalahan inflasi.Terdapat beberapa komponen utama dalam kebijakan fiskal,pertama, sebagai penerimaan pemerintah: dari pajak dan bukan pajak. Kedua, dari penerimaan pajak (pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPN), pajak bumi dan bangunan (PBB),bea perolehan atas tanah dan bangunan (BPHTB), cukai, dan pajak perdagangan). Sedangkanpenerimaan negara bukan pajak: penerimaan dari sumber daya alam, setoran laba BUMN, dan penerimaan bukan pajak lainnnya.

Pengertian Nilai Tukar dan Devisa

Nilai tukar mata uang atau yang sering disebut dengan kurs adalah hargasatu unit mata uang asing dalam mata uang domestik atau dapat jugadikatakan harga mata uang domestik terhadap mata uang asing.terdapat tiga faktorutama yang mempengaruhi permintaan valuta asing.Pertama,faktor pembayaran impor. Semakin tinggi impor barang dan jasa, makasemakin besar permintaan terhadap valuta asing sehingga nilai tukar akancenderung melemah. Sebaliknya, jika impor menurun, maka permintaanvaluta asing menurun sehingga mendorong menguatnya nilai tukar.Kedua, faktor aliran modal keluar (capital outflow). Semakin besar aliranmodal keluar, maka semakin besar permintaan valuta asing dan padalanjutannya akan memperlemah nilai tukar. Aliran modal keluar meliputipembayaran hutang penduduk Indonesia (baik swasta dan pemerintah)kepada pihak asing dan penempatan dana penduduk Indonesia ke luarnegeri. Ketiga, kegiatan spekulasi. Semakin banyak kegiatan spekulasivaluta asing yang dilakukan oleh spekulan.Maka semakin besarpermintaan terhadap valuta asing sehingga memperlemah nilai tukar matauang lokal terhadap mata uang asing.Dalam perjalanannya sampai saat ini, pemerintah RI sendiri sudah pernah menerapkan semua sistem nilai tukar: pada tahun, 1973-Maret 1983 sistem nilai tukar tetap. Kedua pada bulan Maret 1983-September 1986 sistem nilai tukar mengambang terkendali ketat. Ketiga, pada bulan September 1986-Agustus 1997 sistem mengambang terkendali fleksibel. Dan yang terkahir pada bulan Agustus 1997-sekarangsistem nilai tukar mengambang.

Sedangkan pengertian dari devisa adalah semua benda yang dapat digunakan sebagai alat tukar/ transaksi pembayaran dengan negara lain yang mana benda tersebut diterima dan diakui secara luas oleh dunia internasional. Devisa yang umum digunakan dalam transaksi internasional adalah mata uang Dollar Amerika Serikat (USD). Jenis devisa sendiri dibagi menjadi dua,yaitu devisa umum dan devisa kredit. Dimana devisa umum yaitu devisa yang diperoleh melalui perdagangan/ transaksi dari kegiatan perdaganan baik barang maupun jasa. Sedangkan devisa kredir, adalah devisa yang diperoleh melalui skema pinjaman luar negeri. Devisa dapat diperoleh melalui beberapa cara, diantaranya melalui pinjama (hutang) luar negeri, bantuan laur negeri (hibah), hasil ekspor barang maupun jasa, kiriman valuta asing dari luar negeri, wisatawan asing yang datang ke dalam negeri, dan penerimaan deviden serta bunga dari luar negeri.adapun manfaat devisa adalah digunakan untuk membeli barang atau jasa dari luar negeri, digunakan untuk membayar hutang pokok serta bunga dari hutang luar negeri, sebagai pembiayaan kegiatan perdagangan luar negeri, membiayai perwakilan negara yang berada di luar negeri (duta besar, konsulat, delegasi, kunjungan luar negeri, atlet, dll), serta sebagai pendapatan negara. Adapun tujuan dari penggunaan devisa adalah untuk pembiayaan ekonomi pendorong pembangunan, alat yang mendukung tercapainya stabilitas moneter, dan yang terakhir adalah sebagai alat pembayaran hutang luar negeri.

Cadangan devisa adalah total valuta asing (valas) yang dimiliki pemerintah dan swasta dari suatu negara pada umumnya disebut cadangan devisa negara. Adapun bentuk dari devisa terdapat dua macam yaitu devisa resmi dan devisa nasional. Cadangan devisa resmi (official forex reserve) adalah cadangan milik negara yang dikelola, dikuasai, diurus, dan ditatausahakan oleh bank sentral atau Bank Indonesia. Sedangkan Cadangan devisa nasional (country forex reserve) adalah seluruh devisa yang dimiliki oleh perorangan, badan atau lembaga, terutama perbankan yang secara moneter merupakan kekayaan nasional. Contohnya, cadangan devisa yang dimiliki oleh bank umum nasional.

Sistem devisa dan nilai tukar memiliki implikasi penting bagi kepentingan domestik (dari aliran dana luar negeri). Adapun penerapan sistem devisa di Indonesia telah diatur dalam beberapa point berikut: Pertama, UU No. 32 Tahun 1964 sistem devisa terkontrol (penyerapan dan penggunaan dikontrol oleh negara. Kedua, No. 64 Tahun 1970 sistem devisa semi terkontrol (diperoleh bebas, penggunaannya bebas). Ketiga, No. 1 tahun 1982 sistem devisa bebas (tidak ada kontrol negara). Keempat, 1999 diterapkan devisa bebas dengan kewajiban lapor. Penerapan Sistem Devisa di Indonesia sendiri memiliki beberapa pertimbangan diantanya adalah yang pertama, terkait dengan esensi nilai tukar dan devisa adalah mampu memberikan kestabilan, kesejahteraan, dan keadilan bagi masyarakat luas. Kedua, kelebihan nilai tukar adalah memberikan kepastian bagi para pelaku ekonomi. Ketiga, Sistem nilai tukar membutuhkan cadangan devisa yang kuat untuk mempertahankan nilai tukar. Dan yang keempat, bahwa nilai tukar mengambang yang selama ini digunakan di Indonesia, meskipun tidak membutuhkan cadangan devisa yang besar namun resikonya dapat menimbulkan ketidakpastian dunia usaha.

Pengertian Pajak

Pegertian pajak, menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH (Mardiasmo, 2016)Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Menurut Prof. Dr. P. J. A. Adriani (Moh Zain, 2005), pajak adalah iuran masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan umum undang-undang dengan tidak mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum yang berhubungan dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan. Selanjutnya, pengertian pajak menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2007menjelaskan bahwa, pajak adalah kontribusi kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sebagaimana kebutuhan negara dalam hal distribusi anggaran untuk pembangunan dalam berbagai aspek membutuhkan modal yang sangat banyak, oleh karena itu pajak merupakan salah satu cara negara untuk mendapatkan modal anggaran. Melalui pemungutan pajak, negara dapat membiayai segela bentuk keperluan dalam penyelenggaraan negara. Bentuk dari penyelenggaraan negara adalah adanya perlindungan jiwa serta kepemilikan individu bagi masyarakat yang ada di dalamnya. Pajak digunakan oleh negara sebagai alat bagi pemerintah untuk mencapai suatu tujuan tertentu baik dalam bidang ekonomi, moneter, sosial, kultural, maupun politik

Terdapat empat asas utama dalam memungut pajak, yang mana asas pemungutan tersebut merupakan sesuatu yang dapat di jadikan sebagai dasar, alas, atau tumpuan untuk menjelaskan sesuatu permasalahan, khususnya yang berkaitan dengan penarikan pajak. Pada abad ke XVIII, tokoh ekonomi ternama Adam Smith (1723 -1790) dalam tulisannya yang berjudul ‘An inquiry into The Nature AndCauses of the Wealth of Nations’ menjelaskan mengenai empat asas sebagai cara/ jalan yang memudahkan penarikan pajak. Keempat asas tersebut juga dikenal dengan sebutan ‘the four maxim’. Dimana keempat maxim tersebut adalah asas persamaan, asas kepastian, asas menyenangkan, dan asas efisiensi.

Asas Equality (persamaan)dalam keadaan sama harus diperlakukan yang sama dan dalam keadaan yang berbeda harus diperlakukan yang berbeda. Pengenaan pajak dilaksanakan secara seimbang, sesuai dengan kemampuan wajib pajaknya.Tidak diperbolehkan suatu negara mengadakan diskriminasi diantara wajib pajak.Sumbangan wajib pajak kepada negara sebanding dengan kemampuan mereka masing-masing.Asas Certainty (kepastian), dalam hal ini terdapat kepastian dalam sisi hukum yang erat kaitannya dengan keadilan dan kemanfaatan dari sisi besaran pembayaran pajak. Hal tersebut juga berkaitan dengan menekankan bahwa bagi wajib pajak, harus jelas dan pasti tentang waktu, jumlah dan cara, tata cara pembayaran pajak tersebut.

Asas Convieniency of Payment (asas menyenangkan), pemungutan dijalankan dengan selaras sesuai dengan kadar manfaat sehingga menimbulkan interaksi yang positif antara pemungut dan yang dipungut pajak.Oleh karena itu, maka pajak harus dipungut pada saat yang tepat dan waktu yang menyenangkan dalam hal ini memiliki arti tidak memberatkan bagi pembayar.dan terakhir adalah Asas Low Cost of Collection (asas efisiensi), biaya pemungutan pajak tidak boleh melebihi pajak yang akan dipungut.Terdapat tiga kriteria dalam pemungutan pajak. Pertama, bahwa pajak hanya akan digunakan untuk membiayai hal yang dianggap perlu untuk kepentingan bersama.Kedua, bahwa penarikan pajak tidak boleh memberatkan kemampuan, dam ketiga,  beban pajak didistribusikan secar adil dan merata.


Sumber:

https://kelasips.co.id/

Pengertian Mitos Menurut Para Ahli adalah

Pengertian Mitos Menurut Para Ahli adalah

  • August 6, 2019

Pengertian Mitos Menurut Para Ahli adalah

Pengertian Mitos Menurut Para Ahli adalah

Apa Itu defenisi Mitos?

Pengertian Mitos , Menurut Bascom (Danandjaja,1986) Mite atau mitos adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh empunya cerita. Mite tokohnya para dewa atau makhluk setengah dewa. Peristiwa terjadi di dunia lain, atau di dunia yang bukan seperti yang dikenal sekarang, dan terjadi pada masa lampau. Karena itu, dalam mite sering ada tokoh pujaan yang dipuji dan atau sebaliknya, ditakuti.

Selain itu Mitos (dari Greek µύϑος mythos)

menurut pengertian Kamus Dewan, adalah “cerita (kisah) tentang dewa-dewa dan orang atau makhluk luar biasa zaman dahulu yang dianggap oleh setengah golongan masyarakat sebagai kisah benar dan merupakan kepercayaan berkenaan kejadian dewa-dewa dan alam seluruhnya.” Mitos juga merujuk kepada satu cerita dalam sebuah kebudayaan yang dianggap mempunyai kebenaran mengenai suatu peristiwa yang pernah terjadi pada masa dahulu. Ia dianggap sebagai suatu kepercayaan dan kebenaran mutlak yang dijadikan sebagai rujukan, atau merupakan suatu dogma yang dianggap suci dan mempunyai konotasi upacara.

Mitos menurut Harsojo (1988)

adalah sistem kepercayaan dari suatu kelompok manusia, yang berdiri atas sebuah landasan yang menjelaskan cerita-cerita yang suci yang berhubungan dengan masa lalu. Mitos yang dalam arti asli sebagai kiasan dari zaman purba merupakan cerita yang asal usulnya sudah dilupakan, namun ternyata pada zaman sekarang mitos dianggap sebagai suatu cerita yang dianggap benar. Manusia memerlukan sekali kehadiran alam sehingga terjadi hubungan yang erat antara manusia dan alam.

Baca Artikel Lainnya:

Pengertian, Manfaat dan Resiko Waran adalah

Pengertian, Manfaat dan Resiko Waran adalah

  • August 6, 2019

Pengertian, Manfaat dan Resiko Waran adalah

Pengertian, Manfaat dan Resiko Waran adalah

Pengertian Waran

Waran biasanya melekat sebagai daya tarik (sweetener)pada penawaran umum saham ataupun obligasi. Biasanya harga pelaksanaan lebih rendah dari pada harga saham. Setelah saham ataupun obligasi tersebut tercatat di bursa, waran dapat diperdagangkan secara terpisah. Periode perdagangan waran lebih lama pada bukti right, yaitu 3 tahun sampai 5 tahun.
Waran merupakan suatu pilihan (option), dimana pemilik waran mempunyai pilihan untuk menukarkan atau tidak warannya pada saat jatuh tempo. Pemilik waran dapat menukarkan waran yang dimilikinya 6 bulan setelah waran tersebut diterbitkan oleh emiten. Harga waran itu sendiri berfluktuasi selama periode perdagangan.

Manfaat dari Waran :

  1. Pemilik waran memiliki hak untuk membeli saham baru perusahaan dengan harga yang lebih rendah dari harga saham tersebut di pasar sekunder dengan cara menukarkan waran yang dimilikinya ketika harga saham perusahaan tersebut melebihi harga pelaksanaan.
  2. Apabila waran diperdagangkan di bursa, maka pemilik waran mempunyai kesempatan untuk memperoleh keuntungan (capital gain) yaitu apabila harga jual waran tersebut lebih besar dari harga beli.

Risiko memiliki Waran :

  1. Jika harga saham pada periode pelaksanaan (exercise period) jatuh dan menjadi lebih rendah dari harga pelaksanaannya, investor tidak akan menukarkan waran yang dimilikinya dengan saham perusahaan, sehingga ia akan mengalami kerugian atas harga beli waran tersebut.
  2. Karena sifat waran hampir sama dengan saham dan dapat diperdagangkan di bursa, maka pemilik waran juga dapat mengalami kerugian (capital loss) jika harga beli tinggi daripada harga jualnya.

Sumber:

https://weareglory.com/

Fungsi Teknologi Informasi adalah

Fungsi Teknologi Informasi adalah

  • August 6, 2019

Fungsi Teknologi Informasi adalah

Fungsi Teknologi Informasi adalah

Berbicara mengenai fungsi teknologi informasi, terdapat enam fungsi teknologi informasi yaitu :

1. Fungsi Teknologi informasi sebagai Penangkap (Capture)

2. Fungsi Teknologi Informasi sebagai Pengolah (Processing)

Fungsi teknologi informasi ini mengkompilasikan catatan rinci aktivitas, misalnya menerima input dari keyboard, scanner, mic dan sebagainya.
Mengolah atau memproses data masukan yang diterima untuk menjadi informasi. Pengolahan atau pemrosesan data dapat berupa konversi (pengubahan data ke bentuk lain), analisis (analisis kondisi), perhitungan (kalkulasi), sintesis (penggabungan) segala bentuk data dan informasi.

3. Fungsi Teknologi Informasi sebagai Menghasilkan (Generating)

Fungsi teknologi informasi ini menghasilkan atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna, misalnya laporan, table, grafik dan sebagainya.

4. Fungsi Teknologi Informasi sebagai Penyimpan (storage)

Fungsi teknologi informasi ini merekam atau menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnya saja disimpan ke harddisk, tape, disket, CD (compact disc) dan sebagainya.

5. Fungsi Teknologi Informasi sebagai Pencari Kembali (Retrifal)

Fungsi teknologi informasi ini menelusuri, mendapatkan kembali informasi atau menyalin data dan informasi yang sudah tersimpan, misalnya mencari supplier yang sudah lunas dan sebagainya.

6. Fungsi Teknologi Informasi sebagai Transmisi (Transmission)

Fungsi teknologi informasi ini mingirim data dan informasi dari suatu lokasi lain melalui jaringan komputer. Misalnya saja mengirimkan data penjualan dari user A ke user lainnya.
Tujuan Teknologi Informasi
Pelaku UMKM Kembangkan Ekonomi Masyarakat Melalui E-Commerce

Pelaku UMKM Kembangkan Ekonomi Masyarakat Melalui E-Commerce

  • August 5, 2019

Pelaku UMKM Kembangkan Ekonomi Masyarakat Melalui E-Commerce

Pelaku UMKM Kembangkan Ekonomi Masyarakat Melalui E-Commerce

Covesia.com

Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, menggelar Forum Sosialisasi Menembus Era Pasar Digital: Semua Bisa Jualan Online sekaligus Launching Buku “Semua Bisa Jualan Online” yang dilaksanakan di auditorium Pustaka Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) Kamis (18/7/2019).

Wakil Walikota Bukittinggi

Irwandi, mengapresiasi kegiatan sosialisasi jual beli online yang diselenggarakan di Bukittinggi karena edukasi dan sosialisasi jual beli online ini sangat bermanfaat bagi warga Bukittinggi, khsusunya yang bergerak di bidang perdagangan.

“Transaksi yang terjadi di Bukittinggi, sebagian besar sudah menggunakan sistem online, karena sistem online ini akan membantu validasi dari transaksi yang terjadi. Namun demikian, transaksi konvensional masih dipertahankan sebagai bagian dari budaya perdagangan di Bukittinggi,” ungkap Irwandi.

Irwandi menyebutkan percepatan transaksi online akan dapat mempercepat perputaran uang di daerah. Dengan sistem online, pedagang dapat berkompetisi dagang dengan maksimal, tidak hanya di tingkat daerah, namun tingkat nasional dan internasional.

Sementara itu, Septriana Tangkary

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Kementerian Kominfo RI, menyampaikan Kementrian Kominfo tengah giat mengajak UMKM untuk Go Global dalam Forum Sosialisasi Menembus Era Pasar Digital Semua Bisa Jualan Online sekaligus Launching Buku “Semua Bisa Jualan Online”.

Disebutkan Septriana kegiatan ini bertujuan untuk mendidik dan mendorong masyarakat untuk memaksimalkan marketplace dalam transaksi dagang (E-Commerce) serta pengembangan industri melalui jualan online dengan skala global. Sehingga gadget yang dimiliki masyarajat dapat menghasilkan untuk peningkatkan perekonomian mereka.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia. Jumlah penduduk yang besar dan penetrasi pengguna internet yang mencapai lebih dari 171,17 juta, merupakan faktor yang mendorong Indonesia menjadi pasar bagi transaksi online terbesar di Asia,” jelasnya.

Pemerintah Indonesia telah menyusun Peta Jalan E-Commerce Nasional, hasil kolaborasi lebih dari 8 kementerian dan lembaga pemerintah lainnya, yang jika terimplementasikan tepat waktu maka terproyeksikan nilai transaksi E-Commerce sebesar US$ 130 Milyar pada tahun 2020 mendatang.

“Target tersebut sangat mungkin untuk dapat terwujud, tentunya dengan memaksimalkan potensi-potensi yang ada. Salah satu potensi datang dari sektro Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41%, dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta unit. Menurut data Kemkominfo 2018 sebanyak 9,61 juta unit UMKM sudah memanfaatkan platform online,” ungkap Septi.

Dari segi infrastruktur Kemkominfo meningkatkan akses internet ke seluruh Indonesia, dari yang di daerah tadinya hanya bisa SMS saja, saat ini bisa menggunakan layanan internet. Proyek Palapa Ring sudah sampai ke Indonesia bagian Timur.

Septriana juga mengatakan e-commerce Indonesia menyumbang 1 dolar AS dari tiap 2 dolar AS yang dibelanjakan di Asia Tenggara. Artinya, e-commerce Indonesia telah menyumbang 50 persen transaksi belanja online di kawasan tersebut. Nilai ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

UMKM dapat memanfaatkan marketplace agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan perkembangan digital yang sangat pesat sudah saatnya Indonesia tidak hanya menjadi target pasar.

Dengan semakin banyaknya UKM yang terlibat dalam ekonomi digital melalui pita lebar, bisnis elektronik, media sosial, teknologi awan, dan platform telepon seluler atau ponsel, UKM dapat bertumbuh lebih cepat dari segi pendapatan dan penyediaan lapangan kerja, serta menjadi lebih inovatif dan lebih kompetitif menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sumber : https://thesrirachacookbook.com/

JENIS SISTEM PEREKONOMIAN

  • August 5, 2019

JENIS SISTEM PEREKONOMIAN

JENIS SISTEM PEREKONOMIAN

Dalam perkembangan sistem perekonomian di dunia banyak Negara Negara yang menggunakan system perekonomian yang berbeda beda, hal itu disebabkan kecocokan dalam penerapan dalam kegiatan perekonomian sehari hari.

Sistem itu muncul dikarenakan adanya kebutuhan-kebutuhan manusia yang sangat bervariasi dan akhirnya melahirkan sistem-sistem yang berbeda-beda. Missal kebutuhan akan pangan,sandang,papan,pendidikan,politik.

Ada beberapa sistem perekonomian yang banyak digunakan di Negara-negara di dunia, misal system perekonomian liberal, system perekonomian komando dan system perekonomian campuran,system perekonomian tradisional.

System perekonomian liberal

 yaitu system perekonomian yang berasazaskan kebebasan individual untuk menjalankan,mengatur kegiatan perekonomianya sendiri tanpa campur tangan pemerintah , contoh Negara yang menggunakan system ini adalah Amerika.

System perekonomian komando/ terpusat

yaitu system perekonomian yang kegiatan perekonomian terpusat / diatur oleh pemerintah,dan tidak diakuinya kepemilikan kekayaan individual, contoh Negara yang menganut system ini adalah RRC.

 

System perekonomian campuran

yaitu system perekonomian perpaduan antara liberal dan komando dan letak perbedaan system ekonomi ini yaitu kegiatan perekonomian dijalankan oleh individu-individu,lembaga,perusahaan,BUMN akan tetapi pemerintah ikut campur tangan untuk mengatur jalannya perekonomian,contoh Negara yang menggunakan system ini adalah Indonesia.

System perekonomian tradisional yaitu system perekonomian yang digunakan masyarakat primitive yang berdasarkan tradisi turun temurun, masyarakat yang menggunakan system ini biasanya hidup bercocok tanam,berburu,mengambil sumber daya dari alam biasanya hutan.

Sumber : https://solopellico3p.com/

SISTEM EKONOMI

  • August 5, 2019

SISTEM EKONOMI

SISTEM EKONOMI

Pada awal mulanya sistem ekonomi tercipta

karena adanya kegiatan perekonomian yang terjadi di suatu Negara , dan akhirnya para ahli Ekonomi seperti Thomas Aquero, Franas Quesvdey, Adam Smith dan akhirnya John Maynard Keynes menciptakan teori – teori tentang sistem ekonomi dan buku – buku tentang perekonomian.

Adam smith dalam bukunya

yang berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (disingkat The Wealth of Nations) yang menerangkan bahwa perdagangan bebas dan sistem kapital adalah sistem ekonomi yang dapat berjalan dengan lancar , karena sistem kapital  menjalankan perdagangan dan produksi dalam hal ini industri tanpa ada pihak yang campur tangan dalam mengatur jalannya perekonomian, oleh karena itu Adam Smith sebagai pelopor sistem  perekonomian kapitalisme.

    Dalam perkembangannya  sistem kapital banyak mengalami kendala dikarenakan terjadinya Depresi ekonomi yang melanda Amerika serikat pada tahun 1930an yang  disebabkan tidak adanya kebijakan pemerintah di bidang ekonomi , dan kesenjangan ekonomi yang sangat Nampak antara kaum borjuis atau pemilik modal dengan kaum buruh.

    Dan pada akhirnya John Maynard Keynes

dengan bukunya yang berjudul The General Theory of Employment, Interest and Money  menyimpulkan bahwa perekonomian di suatu Negara harus ada peran pemerintah dengan kebijakan – kebijakannya  agar perekonomian berjalan dengan lancar.

    Dan dalam buku The General Theory of Employment, Interest and Money juga menerangkan bahwa  ilmu ekonomi dibagi menjadi dua theory yaitu:

  1. Theory Ekonomi Makro yaitu Theory yang menerangkan  perekonomian secara keseluruhan

Contoh:

  1. Tingkat pendapatan perkapita
  2. Tingkat kesempatan kerja
  3. Pengeluaran konsumsi
  4. Fungsi saving
  5. Investasi nasional
  6. Jumlah uang yang beredar
  7. Tingkat harga
  8. Tingkat bunga
  9. Neraca pembayaran Internasional
  10. Stok kapital  nasional
  11. Hutang Pemerintah
  12. Theory Ekonomi Mikro yaitu theory yang menerangkan perekonomian dalam hal mekanisme pasar.

 Contoh :

  1.      Kenaikan harga berlaku
  2.        Pertumbuhan Perekonomian
  3.        Perkembangan Perekonomian.

Sumber : https://dogetek.co/