Kode Etik IAI

  • January 17, 2020

Kode Etik IAI

Kode Etik IAI
Kode Etik IAI
Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya.
Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi:
  • Kredibilitas, masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.
  • Profesionalisme, diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.
  • Kualitas Jasa, terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
  • Kepercayaan, Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.

 

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:
1. Prinsip Etika,
2. Aturan Etika, dan
3. Interpretasi Aturan Etika.
Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi aturan etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota, sedangkan aturan etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan. Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan aturan etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.
Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai interpretasi dan atau aturan etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya.
Kepatuhan
Kepatuhan terhadap Kode Etik, seperti juga dengan semua standar dalam masyarakat terbuka, tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota. Di samping itu, kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan oleh opini publik, dan pada akhirnya oleh adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode Etik oleh organisasi, apabila diperlukan, terhadap anggota yang tidak menaatinya.
Jika perlu, anggota juga harus memperhatikan standar etik yang ditetapkan oleh badan pemerintahan yang mengatur bisnis klien atau menggunakan laporannya untuk mengevaluasi kepatuhan klien terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Baca Juga :

Perilaku Profesi Akuntan

  • January 17, 2020

Perilaku Profesi Akuntan

Perilaku Profesi Akuntan
Etika dalam akuntansi seringkali disebut sebagai suatu hal yang klasik. Hal tersebut dikarenakan pengguna informasi akuntansi menggunakan informasi yang penting serta membuat berbagai keputusan. Profesi dalam akuntansi keuangan memegang rasa tanggung jawab yang tinggi kepada publik. Tindakan akuntansi yang tidak benar, tidak hanya akan merusak bisnis, tetapi juga merusak auditor perusahaan yang tidak mengungkapkan salah saji. Kode etik yang kuat dan tingkat kepatuhan terhadap etika dapat menyebabkan kepercayaan investor sehingga mengarah kepada hal yang kepastian dan merupakan hal yang keamananbagi para investor.
Para akuntan dan auditor dapat menghindari dilema etika dengan memiliki pemahaman yang baik tentang pengetahuan etika. Hal tersebut memungkinkan mereka dapat membuat pilihan yang tepat. Mungkin hal itu tidak berdampak baik bagi perusahaan tetapi dapat menguntungkan masyarakat yang bergantung pada akuntan atau auditor. Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi
Aturan kode etik yang ada menjadi panutan bagi akuntan dan auditor untuk mempertahankan standar etika dan memenuhi kewajiban mereka terhadap masyarakat profesi dan organisasi yang mereka layani. Beberapa bagian kode yang disoroti adalah integritas dan harus jujur dengan transaksi mereka, objektivitas dan kebebasan dari konflik kepentingan, kebebasan auditor dalam penampilan dan kenyataan, penerimaan kewajiban dan pengungkapan kerahasiaan informasi non luar, kompetensi serta memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan pekerjaannya.
ETIKA DALAM PRAKTIK AKUNTANSI KEUANGAN

ETIKA DALAM PRAKTIK AKUNTANSI KEUANGAN

  • January 17, 2020

ETIKA DALAM PRAKTIK AKUNTANSI KEUANGAN

ETIKA DALAM PRAKTIK AKUNTANSI KEUANGAN
ETIKA DALAM PRAKTIK AKUNTANSI KEUANGAN
Akuntansi keuangan merupakan bidang akuntansi yang mengkhususkan fungsi dan aktivitasnya pada kegiatan pengolahan data akuntansi dari suatu perusahaan dan penyusunan laporan keuangan untuk memenuhi kebutuhan berbagai pihak, yaitu pihak internal dan eksternal. Oleh karena tujuan akuntansi keuangan adalah menyediakan informasi kepada pihak yang berkepentingan, maka laporan keuangan harus bersifat umum sehingga dapat diterima oleh semua pihak yang berkepentingan. Laporan keuangan yang dimaksud harus mampu menunjukkan keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan. Keuntungan dan Kekurangan Kultur Jaringan
Laporan keuangan tersebut harus mampu memberikan suatu rangkaian historis informasi dari sumber-sumber ekonomi, dan kewajiban-kewajiban perusahaan, serta kegiatan-kegiatan yang mengabaikan perubahan terhadap sumber-sumber ekonomi dan kewajiban-kewajiban tersebut, yang dinyatakan secara kuantitatif dengan satuan mata uang.
Seorang akuntan keuangan bertanggung jawab untuk:
a) Menyusun laporan keuangan dari perusahaan secara integral, sehingga dapat digunakan oleh pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan dalam pengambilan keputusan.
b) Membuat laporan keuangan yang sesuai dengan karakterisitk kualitatif laporan keuangan yaitu dapat dipahami, relevan, materialitas, keandalan (penyajian yang jujur, substansi mengungguli bentuk, netralitas, pertimbangan sehat, kelengkapan), dapat diperbandingkan, kendala informasi yang relevan dan handal (tepat waktu, keseimbangan antara biaya dan manfaat, keseimbangan di antara karakterisitk kualitatif), serta penyajian yang wajar.
Akuntansi dan Alokasi Modal

Akuntansi dan Alokasi Modal

  • January 17, 2020

Akuntansi dan Alokasi Modal

Akuntansi dan Alokasi Modal
Akuntansi dan Alokasi Modal
Karena sumber daya yang terbatas, maka manusia berusaha mengawetkan dan menggunakan secara efektif. Penggunaan sumber daya secara efisien juga menentukan apakah sebuah bisnis akan sukses dan tumbuh. Fakta ini menempatkan beban berat pada profesi akuntansi.
Akuntan harus mengukur kinerja secara akurat, wajar, dan tepat waktu, agar para manajer dan perusahaan yang tepat mampu menarik modal investasi. Sebagai contoh, informasi keuangan yang relevan dan dapat dipercaya memungkinkan investor dan kreditor membandingkan laba serta aktiva yang dimiliki perusahaan seperti IBM, McDonald’s, Microsoft, dan Ford. Karena para pemakai tersebut dapat menilai pengembalian serta resiko relative yang berhubungan dengan peluang investasi, maka mereka dapat menyalurkan sumber daya secara lebih efektif.

 

Tantangan yang Dihadapi Akuntansi Keuangan
Pelaporan keuangan di A.S. sangat dipercaya karena memiliki pasar modal public yang paling likuid, dalam, aman, dan efisien disbanding Negara manapun dalam sepanjang sejarahnya. Salah satu penyebab keberhasilan ini adalah karena laporan keuangan dan pengungkapan yang berhubungan mampu melaporkan serta mengorganisir informasi keuangan dalam bentuk yang bermanfaat dan handal. Sebagai contoh, bila ‘melompat’ ke tahun 2020, dan melihat kembali pelaporan keuangan yang ada dewasa ini, inilah yang mungkin dibaca :
  • Peranan Bryophytha : Ciri, Reproduksi, Klasifikasi
  • Pengukuran Nonkeuangan. Laporan keuangan tidak menyajikan sejumlah ukuran kinerja penting yang biasanya dipakai oleh manajemen, seperti indeks kepuasan pelanggan, informasi tentang pesanan yang belum diproses, dan tingkat penolakan atas barang yang dibeli.
  • Informasi yang Berorientasi ke Depan. Laporan keuangan tidak menyajikan informasi yang berorientasi ke depan yang dibutuhkan oleh para investor dan kreditor saat ini maupun potensial.
  • Aktiva Lunak. Laporan keuangan berfokus pada aktiva-aktiva keras (persediaan, pabrik) tetapi tidak menyajikan banyak informasi tentang aktiva-aktiva lunak (tak berwujud) perusahaan.
  • Ketepatan Waktu. Laporan keuangan hanya disajikan secara kuartalan, dan laporan keuangan yang diaudit hanya disediakan sekali setahun. Tidak banyak laporan real-time yang tersedia.
Baca Juga : 
Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan

Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan

  • January 17, 2020

Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan

Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan
Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan
Karakteristik penting akuntansi adalah :
1. Pengidentifikasian, pengukuran, dan pengomunikasian informasi keuangan tentang
2. Entitas ekonomi kepada
3. Pihak yang berkepentingan
Akuntansi keuangan (financial accounting) adalah sebuah proses yang berakhir pada pembuatan laporan keuangan menyangkut perusahaan secara keseluruhan untuk digunakan baik oleh pihak-pihak internal maupun pihak eksternal. Pemakai laporan keuangan ini meliputi investor, kreditor, manajer, serikat pekerja, dan badan-badan pemerintah. Sebaliknya, akuntansi manajerial (managerial accounting) adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, penganalisisan, dan pengomunikasian informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengevaluasi operasi sebuah organisasi.
Laporan keuangan merupakan sarana pengomunikasian informasi keuangan utama kepada pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan ini menampilkan sejarah perusahaan yang dikuantifikasi dalam nilai moneter. Laporan keuangan (financial statements) yang sering disajikan adalah :
1. Neraca
2. Laporan laba-rugi
3. Laporan arus kas
4. Laporan ekuitas pemilik atau pemegang saham
Selain itu, catatan atas laporan keuangan atau pengungkapan juga merupakan bagian integral dari setiap laporan keuangan.
Beberapa informasi keuangan hanya dapat atau lebih baik disajikan melalui pelaporan keuangan (financial reporting), bukan melalui laporan keuangan formal. Contoh-contohnya meliputi surat presiden direktur atau skedul tambahan dalam laporan tahunan korporasi, prospectus, laporan yang dikeluarkan kepada badan-badan pemerintah, siaran berita, prakiraan manajemen, dan pernyataan mengenai dampak sosial atau lingkungan perusahaan. Informasi semacam itu mungkin wajib dikeluarkan karena adanya keputusan pemerintah, peraturan, atau hukum tak tertulis; atau karena manajemen ingin mengungkapkan secara sukarela.
Aliran Kuantitatif

Aliran Kuantitatif

  • January 17, 2020

Aliran Kuantitatif

Aliran Kuantitatif
Aliran Kuantitatif

 

Perkembagannya dimulai dengan digunakannya kelompok-kelompok riset operasi dalam memecahkan permasalahan dalam industri. Teknik riset operasi sangat penting sekali dengan semakin berkembangnya teknologi saat ini dalam pembuatan dan pengambilan keputusan. Penggunaan riset operasi dalam manajemen ini selanjutnya dikenal sebagai aliran management science.
Langkah-langkah pendekatan management science yaitu :
1. perumusan masalah dengan jelas dan terperinci
2. penyusunan model matematika dalam pengambilan keputusan.
3. penyelesaian model.
4. pengujian model atas hasil penggunaan model.
5. penetapan pengawasan atas hasil.
6. pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi.
PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN DIMASA MENDATANG
Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang, yaitu:
  1. Dominan. Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
  2. Divergence. Setiap aliran berkembang melalui jalurnya sendiri.
  3. Convergence. Aliran-aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan di antara mereka cenderung kabur.
  4. Sintesa. Masing-masing aliran berintegrasi.
  5. Proliferation. Akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi. Hal ini tampak dalam artikel Harold Koontz yang melihat ada enam aliran utama dari teori manajemen. Waren Haynes dan Joseph L. Massie dalam bukunya Management Analysis: Concept and cases, membedakan enam aliran teori manajemen, yaitu: (1) Aliran Akuntansi Manajerial, ( 2) aliran ekonomi manajerial, (3) aliran thesis organisasi, (4) aliran hubungan manusiawi dan perilaku manusia, (5) aliran kuantitatif (matematik dan statistik), dan (6) aliran tenknik industri. John G. Hutchinson dalam bukunya Management Strategy and Tactics, juga membagi aliran pemikiran manajemen menjadi 6, yaitu (1) aliran operasional atau proses manajemen, (2) aliran empiric atau kasus, (3) aliran perilaku manusia, (4) aliran system social, (5) aliran teori keputusan dan (6) aliran matematik. Bahkan Koontz dalam artikelnya yang telah direvisi membagi menjadi sebelas.

Sumber : https://intergalactictravelbureau.com/

Bahasa Pemrograman JAVA

  • January 9, 2020

Bahasa Pemrograman JAVA

Bahasa Pemrograman JAVA

Java’ adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam. Dikembangkan oleh Sun Microsystems dan diterbitkan tahun 1995. Java tidak boleh disalahpahami sebagai JavaScript. JavaScript adalah bahasa scripting yang digunakan oleh web browser. Berikut ini adalah istilah-istilah yang terdapat pada pemrograman java: Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi Beserta Dampak

1.      Class, Object, Atribut, Method, dan Constructor

Ø  Class , dapat diartikan sebagai awal dari sebuah object. Class merupakan rancangan yang mendefinisikan apa yang dimiliki dan apa yang bisa dilakukan object.

Ø  Object , benda nyata yang dibuat berdasarkan rancangan yang didefinisikan oleh class. Object merupakan instance dari  sebuah class dengan menggunakan keyword new. Contoh : ConstructObj obj = new ConstructObj(); (obj merupakan object dari class  ConstructObj).

Ø  Atribut , menunjuk pada elemen data dari sebuah object, yang menyimpan informasi tentang object tersebut. Dikenal juga sebagai member data.

Ø  Method adalah suatu bagian dari object yang mendefinisikan apa yang bisa object lakukan. Method dikenal juga sebagai fungsi atau prosedur.

Ø  Constructor adalah suatu method yang digunakan untuk membuat suatu object dari suatu class. Pada java constructor dideklarasikan sama dengan nama class yang bersangkutan. Constructor bukan member(yaitu atribut, method atau inner class dari sebuah object).

2.      Package, Enkapsulasi, Abstraksi, Pewarisan, Polimorfisme, dan interface.

Ø  Package, menunjuk pada pengelompokkan class dan/atau  subpackages. Strukturnya dapat disamakan dengan directorinya. Package menyediakan mekanisme untuk mengatur class dan interface dalam jumlah banyak dan menghindari konflik penamaan.

Ø  Enkapsulasi adalah suatu konsep untuk pengaturan akses pada setiap member dari class. Enkapsulasi menunjuk pada prinsip dari menyembunyikan desain atau mengimplementasi informasi yang tidak sesuai pada object yang ada. Konsep ini sangat berguna untuk mencegah akses yang tidak dinginkan pada data yang sensitif.

Ø  Abstraksi, hampir sama dengan enkapsulasi tapi abstraksi  mengabaikan aspek dari subyek yang tidak sesuai dengan tujuan yang ada supaya lebih banyak mengkosentrasikan yang ada. Ada juga yang mengatakan bahwa abstraksi adalah class yang tidak dapat dibuat instance/objek.

Ø  Dalam OOP, kita dapat menciptakan objek baru yang diturunkan dari objek lain. Objek baru ini sering disebut dengan objek turunan(derived class) sedang objek induknya sering disebut dengan ancestor(base class). Sifat yang terkandung pada objek turunan adalah sifat hasil pewarisan dari sifat-sifat yang terdapat pada objek induk. Maka dari itu proses seperti ini sering dikenal dengan istilah pewarisan(Inheritance). Pewarisan adalah suatu konsep dimana suatu class otomatis mempunyai property dan method yang didefinisikan di supertype-nya. Class di java mempunyai kemampuan untuk mewarisi property dan method dari induknya dengan menggunakan keyword extends.

Ø  Polimorfisme adalah kemampuan dari sebuah object untuk membolehkan mengambil beberapa bentuk yang berbeda. Polimorfisme berarti mengijinkan sebuah function/definisi untuk dipakai di beberapa tipe data yang berbeda atau kemampuan objek dengan tipe/class yang berbeda untuk merespon method dengan nama yang sama namun mungkin menjalankan action yang berbeda. Polimorfisme merupakan proses kebanyakrupaan, artinya kita dapat mengimplementasikan sesuatu hal yang berbeda melalui satu cara yang sama. untuk mengerti hal ini saya akan berikan ilustrasi nya : misalnya terdapat 5 orang penyanyi(didalam program dianggap sebagai 5 buah objek), kemudian kelimanya kita perintahkan untuk bernyanyi, maka hasil atau implementasinya tentu akan berbeda sesuai dengan karakteristik suara dari masing-masing penyanyi tersebut. Dalam OOP,hal ini disebut dengan istilah polimorfisme. Polimorfisme bisa diartikan satu bentuk banyak aksi. Dalam pewarisan polimorfisme dapat kita lakukan. Kita data memerintah sebuah objek untuk melakukan tindakan yang secara prinsip sama tapi secara proses berbeda.

Ø  Interface adalah sebuah contract dalam bentuk kumpulan method dan deklarasi konstanta. Interface adalah jenis khusus dari blok yang hanya berisi method signature(atau constant). Interface mendefinisikan sebuah (signature) dari sebuah kumpulan method tanpa tubuh.  Interface mendefinisikan sebuah cara standar dan umum dalam menetapkan sifat-sifat dari class-class. Mereka menyediakan class-class, tanpa memperhatikan lokasinya dalam hirarki class. Untuk mengimplementasikan sifat-sifat yang umum. Dengan catatan bahwa interface-interface juga menunjukan polimorfisme, dikarenakan program dapat memanggil method interface dan versi yang tepat dari method yang akan dieksekusi tergantung dari tipe object yang melewati pemanggil method interface. Interface kita gunakan jika kita ingin class yang tidak berhubungan mengimplementasikan method yang sama. Melalui interface-interface, kita dapat menangkap kemiripan diantara class yang tidak berhubungan tanpa membuatnya seolah-olah class yang berhubungan.

Baca Juga :

CARA PENULISAN KUTIPAN

CARA PENULISAN KUTIPAN

  • January 9, 2020

CARA PENULISAN KUTIPAN

CARA PENULISAN KUTIPAN
CARA PENULISAN KUTIPAN
a.…………………………………………..(Kalshoven, 2004:15)
b. Menurut Kalshoven (2004: 25),……………………………
c.……………………….(Nida, 2005: 17; Thomas,2003: 28;Anwar, 2002: 45).
d. …………..(Chomsky, 1999a) dan dipertegas dalam artikel lain (Chomsky, 1999b: 78).
e.Wojowasito (dalam Ramlan, 1985: 30), “Dalam bahasa Indonesia terdapat 12 katagori kata.”
f.Menurut Cartier (dalam Stein, 20004:66) menyatakan bahwa
g. Menurut Stein (Ed., 2005:92) menyatakan,………

Penulisan nama pengarang:

Kapital Semua (jarang dipakai)
Kapital Awal (Umum dipakai)
–Sesuai dengan nama aslinya , tanpa title.
–Jika singkat hanya nama depan saja.
Bila Pengarang > 2 orang•kutipan I ditulis semua
•kutipan II dst…………..dkk./et.al.
•Contoh : Ir.Dian Hartatie,MP (I)
•Ir. Sri Rahayu Putri,MP

»Bpk Budi Hariyanto,Amd
DAFTAR PUSTAKA
I. Pengertian
Definisi daftar pustaka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantmkan judul buku, nama pengarang, penerbit dsb yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau bku dan disusun berdasarkan abjad. Daftar sendiri didefinisikan sebagai catatan sejumlah nama atau hal yang disususn berderet dari atas ke bawah.

Menurut Gorys Keraf (1997 :213) yang dimaksud dengan bibliografi atau

daftar kepustakaan adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku. artikel-artikel. dan bahan-bahan penerbitan lainnya. yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sehagian dan karangan yang tengah digarap. Bagi orang awam. bibliografi mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang sarjana seorang calon sarjana. atau scorang cendekiawan. daftar kepustakaan itu merupakan suatu hat yang sangat penting.
II. Unsur-unsur Daftar Pustaka

Untuk persiapan yang baik agar tidak ada kesulitan dalam penyusunan bibiografi itu, tiap penulis harus tahui pokok-pokok mana yang harus dicatat. Pokok yang paling penting yang harus dimasukkan dalam sebuah bibliografi adalah:

(1) Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
(2) Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
(3)Data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa,
nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
(4) Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan,

nama majalah, jilid. nomor dan tahun.

III. Teknik Penulisan Daftar Pustaka
A. UNSUR‐UNSUR YANG HARUS DIMUAT DALAM KEPUSTAKAAN:
  1. Nama penulis yang disesuaikan dengan sistem penulisan katalog dalam perpustakaan, contoh: seperti pada poin 2 di atas.
  2. Judul buku (dengan huruf italic) sebagaimana yang tercantum pada sampul buku atau pada halaman judul buku, kemudian diikuti dengan jilidnya (kalau ada).
  3. Data penerbitan, yaitu cetakan atau edisi, tempat penerbit, nama penerbit dan tahun terbitnya. Jika data penerbitan tidak ada atau salah satu datanya tidak ada,maka digunakan singkatan berikut:
[t.d.] jika sama sekali tidak ada data yang tercantum;
[t.t.] jika tempat penerbitan tidak ada;
[t.p.] jika nama penerbit tidak ada;
[t.th.] jika tahun penerbitan tidak ada.
B.  UNTUK REFERENSI DARI SURAT KABAR ATAU MAJALAH
Unsur‐unsur yang perlu dicantumkan untuk referensi dari surat kabar atau majalah adalah:
1. Nama Pengarang (jika ada);
2. Untuk artikel yang tidak disertai nama pengarang (anonim) maka dicantumkan Judul Artikel dalam tanda kutip, yang diikuti dengan keterangan dalam kurung siku ([]) tentang jenis tulisan seperti berita atau tajuk;
3. Nama Surat Kabar/Majalah (dengan huruf italic); dan
4. Data Penerbitan, yakni: nomor, bulan dan tahun, kemudian halaman‐halaman dimana artikel itu dimuat.
Contohnya:
Suryohadiprojo, Sayidman. “Tantangan Mengatasi Berbagai
Kesenjangan.” Republika, No. 342/II, 21 Desember 1994, h. 6‐8
C.  ARTIKEL DAN ENSIKLOPEDIA
Unsur referensi esiklopedia yang perlu dicantumkan adalah:
1. Nama Penyusun Artikel,
2. Judul Artikel dalam tanda kutip,
3. Nama Editor Ensiklopedia (kalau ada),
4. Judul Ensiklopedia (dengan huruf italic),
5. Jilid,
6. Data Penerbitan, dan
7. Halaman yang memuat artikel itu.
Contohnya:
Edgel, Beatrice. “Conception.” Dalam James Hastings (ed.) Encyclopedia of Religion
and Ethics. Jilid 3. New York: Charles Schribner’s Son, 1979, h. 796‐797.
D. REFERENSI PERUNDANG‐UNDANGAN
Penerbitan yang dapat dijadikan sebagai referensi kepustakaan adalah naskah resmi yang
diterbitkan oleh lembaga pemerintahan himpunan peraturan perundang‐undangan yang
diterbitkan secara khusus. Dalam hal ini dicantumkan:
1. Nama Lembaga Pemerintahan yang berwenang mengeluarkan peraturan
bersangkutan,
2. Judul undang‐undang atau peraturan dan materinya,
3. Data Penerbitan.
Contohnya:
Republik Indonesia. Undang‐Undang Dasar 1945.
Republik Indonesia. “Undang‐undang RI Nomor I Tahun 1985 tentang Perubahan atas Undang‐Undang Nomor 15 Tahun 1969.” Dalam Undang‐Undang Keormasan (Parpol & Golkar) 1985. Jakarta: Dharma Bakti, t.th.
Referensi seperti tersebut dalam contoh kedua di atas tidak dapat dipakai
terutama untuk penulisan tesis/disertasi karena merupakan sumber sekunder.
E.  SUMBER‐SUMBER YANG TIDAK DITERBITKAN
Untuk sumber‐sumber yang tidak diterbitkan, misalnya tesis magister, atau disertasi doktor,
maka unsur‐unsur yang perlu dicantumkan adalah:
1. Nama Penyusun,
2. Judul (dalam tanda petik), kemudian
3. Keterangan menganai disertasi, tempat dipertahankannya, dan tahunnya.
Contohnya:
Halim, H. M. Arief. “Konsep Metode Dakwah dalam Al‐Qur’an.” Tesis. Ujung
Pandang: Program Pascasarjana IAIN Alauddin, 1993.
F.  UNTUK BUKU TERJEMAHAN
Untuk buku terjemahan, unsur‐unsur yang perlu dicantumkan adalah:
1. Nama Pengarang Buku Asli,
2. Judul Buku Asli (Italic), diikuti kata‐kata: diterjemahkan oleh, yang langsung diikuti
oleh Nama Penerjemah, kemudian diikuti dengan kalimat: dengan judul, yang
langsung diikuti oleh judul terjemahan (italic), dan
3. Data Penerbitan.
Note: Kalau buku terjemahan itu tidak diketahui judul aslinya, maka setelah nama pengarang, disebutkan judul terjemahannya, diikuti kata‐kata: diterjemahkan oleh, lalu nama penerjemah, tanpa menyebutkan lagi judul terjemahannya, karena telah disebut sebelumnya.
Contohnya:
Al‐Zuhayliy, Wahbah. Al‐Qur’an al‐Karim, Bunyatuh al‐Tasyri’iyyah wa Khasa’isuh al‐Hadariyyah. Diterjemahkan oleh Mohammad Lukman Hakiem dan Muhammad Fuad Hariri dengan judul Al‐Qur’an: Paradigma Hukum dan
Peradaban. Surabaya: Risalah Gusti, 1996.
Jika tidak diketahui judul aslinya:
Al‐Zuhayliy, Wahbah. Al‐Qur’an al‐Karim, Bunyatuh al‐Tasyri’iyyah wa Khasa’isuh
al‐Hadariyyah. Diterjemahkan oleh Mohammad Lukman Hakiem dan
Muhammad Fuad Hariri. Surabaya: Risalah Gusti, 1996.
IV.  Macam-macam Bibliografi
a. Buku-buku dasar : buku yang dipergunakan sebagai bahan
orientasi umum mengenai pokok yang digarap itu.

b. Buku-buku khusus : yaitu buku-buku yang dipakai oleh penulis untuk mencari bahan-bahan yang langsung bertalian dengan pokok persoalan yang digarap.

c. Buku-buku pelengkap : buku-buku yang topiknya lain dari topik
yang digarap penulis.

Pengertian Kutipan

  • January 9, 2020

Pengertian Kutipan

Pengertian Kutipan

I. Pengertian Kutipan

Kutipan adalah Pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau seseorang, baik berupa tulisan dalam buku, majalah, surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya, maupun dalam bentuk lisan. Kutipan sering kita pakai dalam penulisan karya ilmiah. Bahan-bahan yang dimasukkan dalam sebagai kutipan adalah bahan yang tidak/belum menjadi pengetahuan umum,hasil-hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak/belum menjadi pendapat umum.jadi,pendapat pribadi tidk perlu dimasukkan sebagai kutipan.
Dalam mengutip kita harus menyebutkan sumbernya.Hal itu dimaksudkan sebagai pernyataan penghormatan kepada orang yang pendapatnya dikutip,dan sebagai pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut.
II. Prinsip Menguntip
 
a.Pengutip tidak boleh mengadakan perubahan, baik kata-katanya maupun tekniknya.

Bila penulis terpaksa mengadakan perbaikan, penulis harus memberi keterangan.

Contoh:

‘Tugas bank antara lain adalah memberi pinjam uang.’

Pengutip tahu bahwa dalam kalimat itu ada kata yang salah, namun pengutip tidak boleh memperbaikinya.

Cara memperbaikinya:

1) ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [seharusnya, pinjaman, penulis] uang.’

2) ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [Sic!] uang.’

[Sic!] artinya dikutip sesuai dengan aslinya.

b. Menghilangkan bagian kutipan

Diperkenankan menghilangkan bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna.

Cara:

1) menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi.

2) menghilangkan bagian kutipan yang lebih dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi sepanjang garis (dari magin kiri sampai ke margin kanan).

III.  Jenis-jenis Kutipan

A. Kutipan Langsung

Pengambilan sumber yg dilakukan dg cara apa adanya sesuai dg aslinya
(ejaan, tanda baca, kata, susunan kalimat dan bahasa).Kutipan dlm bahasa asing sebaiknya disertai penjabaran kutipan dlm bahasa Indonesia.

Pada Kutipan langsung bila ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].

B.  Kutipan Tidak Langsung

Pengambilan sumber yg dilakukan dg cara menyadur atau menjabarkan dlm
bentuk parafrase. Atau pinjaman pendapat dengan mengambil inti sarinya saja. Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) .
C. Kutipan pada catatan kaki.
D. Kutipan atas ucapan lisan.
E. Kutipan dalam kutipan.
F. Kutipan langsung pada materi.

Dosen Pembimbing

  • December 26, 2019

Dosen Pembimbing

Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing

Sudah 2 Tahun aku meninggalkan kampus dan para mahasiswa untuk meneruskan studi S3ku di Jerman. Saat sedang aktif menjadi dosen seringkali tidak sadar betapa penting peran pembimbing dalam skripsi. Saat berperan lagi jadi mahasiswa baru terasa arti penting seorang pembimbing. Kebetulan pembimbing utamaku seorang yang sangat baik, tapi sebagai direktur institut beliau menugaskan pembimbing kedua sebagai pembimbing langsung yang bertanggung jawab atas disertasiku. Peran pembimbing kedua yang memonitor pekerjaan kita sehari-hari ini sangat vital.

Selama dua tahun aku mendapatkan pembimbing kedua yang kurang memberi dukungan pada mahasiswanya. Aku sendiri adalah mahasiswa yang cukup aktif karena sadar bahwa beasiswaku cuma 3 tahun. Setiap dua minggu sekali aku memberikan laporan pada pembimbingku ini, tapi tidak ada feedback yang aku dapatkan. Walaupun aku sudah membimbing ratusan mahasiswa untuk lulus S1 tapi ternyata bekerja sendiri tanpa umpan balik dari pembimbing adalah hal yang sulit. Untung saja aku memanfaatkan waktu selama dua tahun tersebut dengan mempelajari state of the art pada bidang penelitianku, mencoba memahaminya dan mencobanya dengan membuat beberapa perangkat lunak maupun experimen. Walaupun tanpa arahan, aku berpikir bahwa tidak ada salahnya aku bekerja keras di bidang ini dan suatu saat akan bermanfaat.

Saat dua tahun genap aku menempuh studi S3, pembimbing langsungku mengundurkan diri dari universitas tempatku belajar. Situasi seperti ini sering membuat mahasiswa S3 stress dan bingung apa yang akan dilakukan. Antara tetap kuliah ditempat itu atau mengikuti pembimbing langsungnya pindah. Selama seminggu aku bingung apa yang harus aku lakukan. Setelah aku pikirkan bahwa tidak banyak yang aku dapatkan dari pembimbing langsungku maka aku putuskan untuk tetap di institutku. Mengikuti pembimbing yang kurang mensupport mahasiwanya adalah opsi yang tidak tepat.

Setelah kehilangan pembimbing langsung yang seharusnya merupakan musibah, ternyata hal ini adalah hal yang lebih baek untukku. Aku mendapatkan pembimbing pengganti yang sangat baik dan sangat peduli pada mahasiswanya. Beliau minimal seminggu sekali menanyakan progres pekerjaanku, bahkan seringnya hampir tiap hari beliau menanyakan. Orangnya baek, apa adanya, dan senang bercanda. Aku merasakan seperti ngobrol dengan teman sendiri jadi bisa mengutarakan semua pekerjaanku termasuk kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Walaupun usianya sudah tidak muda lagi, pembimbingku ini tiap hari naek sepeda pulang balik ke kantar yang jaraknya 15 km. Seorang ketua grup yang sederhana dan peduli dengan anak buahnya. Pembimbingku saat mempunyai waktu luang, ikut mengukur di lab denganku. Kebutuhan alat, atau bahan penelitian, konferens, tanpa dimintapun beliau malah menawarkan. Setelah dua tahun studi S3 akhirnya baru mendapatkan pembimbing yang ideal.

Pembimbingku saat membalas ucapan selamat tahun baru 2011 yang aku kirimkan, sambil bercanda menjawab saatnya sekarang aku untuk sprint untuk meraih gelar doktorku. September tahun ini beasiswaku habis, dan aku akan berusaha maksimal untuk lulus tepat waktu. Tidak ada lagi kata seandainya dari awal aku dapat pembimbing beliau, yang ada adalah memanfaatkan waktu tersisa sembilan bulan ini. Berangkat jam 8 pagi pulang jam 8 malam terasa masih kurang. Aku bilang pada pembimbingku, bolehkan aku bekerja sampai larut malam dan tidur sejam dua jam di lab untuk menyelesaikan kerjaanku. Beliau bilang secara ofisial sebenarnya tidak boleh, tapi silahkan saja kalau memang diperlukan. Moga-moga saja saat aku kembali mengajar nanti, aku dapat mencontoh kepedulian dan kebaikan pembimbingku.

Baca Juga :