Peraturan dan Regulasi

  • August 1, 2019

Peraturan dan Regulasi

Peraturan dan Regulasi

Peraturan adalah

sesuatu yang disepakati bersama dan mengikat sekelompok orang atau lembaga dalam rangka mencapai suatu tujuan dalam hidup bersama.

Peraturan ini yang mengatur pola atau cara hidup dalam lembaga atau kelompok tersebut, dan biasanya bagi yang melanggar maka maka akan dikenakan sanksi.

 

Perkembangan teknologi yang sangat pesat

membutuhkan pengaturan hukum yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi tersebut. Sayangnya, hingga saat ini banyak negara belum memiliki perundang-undangan khusus di bidang teknologi informasi, baik dalam aspek pidana maupun perdatanya

Regulasi adalah “mengendalikan perilaku manusia atau masyarakat dengan aturan atau pembatasan.” Regulasi dapat dilakukan dengan berbagai bentuk, misalnya: pembatasan hukum diumumkan oleh otoritas pemerintah, regulasi pengaturan diri oleh suatu industri seperti melalui asosiasi perdagangan, Regulasi sosial (misalnya norma), co-regulasi dan pasar. Seseorang dapat, mempertimbangkan regulasi dalam tindakan perilaku misalnya menjatuhkan sanksi (seperti denda). Tindakan hukum administrasi, atau menerapkan regulasi hukum, dapat dikontraskan dengan hukum undang-undang atau kasus.

 

Regulasi diamanatkan oleh upaya negara

untuk menghasilkan hasil yang tidak mungkin sebaliknya terjadi, memproduksi atau mencegah hasil di tempat yang berbeda dengan apa yang dinyatakan mungkin terjadi, atau memproduksi atau mencegah hasil dalam rentang waktu yang berbeda daripada yang akan terjadi. Dengan cara ini, Regulasi dapat dilihat sebagai artefak laporan pelaksanaan kebijakan. Contoh umum regulasi mencakup kontrol di masukan pasar, harga, upah, persetujuan Pembangunan, efek polusi, pekerjaan bagi orang-orang tertentu dalam industri tertentu, standar produksi untuk barang-barang tertentu, pasukan militer dan jasa.

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/

Masyarakat Madani dalam Islam

  • July 30, 2019

Masyarakat Madani dalam Islam

Masyarakat Madani dalam Islam

Masyarakat Madani

Istilah masyarakat madani, menurut beberapa orang, pertama kali diciptakan oleh Naquib al-Attas, profesor sejarah Islam dan peradaban dari Malaysia. Jika ditelusuri lebih jauh, istilah ini sebenarnya berasal dari bahasa Arab dan merupakan terjemahan al-mujtama al-madany. Jika demikian, kemungkinan istilah yang diciptakan oleh Naquib al-Attas diadopsi dari karakteristik masyarakat Islam yang telah diaktualisasikan oleh Rasulullah di Madinah, yang kemudian disesuaikan dengan konteks kontemporer. | Dosen PPKn

Definisi Masyarakat Madani

Masyarakat Madani Adalah, Pengertian Masyarakat Madani, Ciri-ciri Masyarakat Madani, Karakteristik Masyarakat Madani, Masyarakat Madani dalam Islam, Konsep Masyarakat Madani
Masyarakat Madani dalam Islam | www.dosen-ppkn.blogspot.com

Kata “Madina” yang berarti kota ini terkait dan memiliki akar yang sama dengan kata ‘tamaddun’ yang berarti peradaban. Kombinasi gagasan ini membawa persepsi ideal bahwa “madina” adalah simbol peradaban kosmopolitan. Bukan suatu kebetulan bahwa kata “madinah” juga merupakan tempat kata “din” (agama). Korelasi tersebut menunjukkan bahwa ideal ideal agama (Islam) adalah realisasi masyarakat kosmopolitan beradab sebagai struktur fisik umat Islam.

Istilah ini kemudian diperkenalkan di Indonesia oleh Anwar Ibrahim – yang saat itu menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia – di Festival Istiqlal pada bulan September 1995. Dalam ceramahnya Anwar Ibrahim secara khusus menjelaskan karakteristik masyarakat madani dalam kehidupan kontemporer, seperti multietnis, saling ketergantungan, dan kemauan untuk saling menghormati dan pengertian. Inilah yang kemudian mendorong beberapa kalangan intelektual Muslim Indonesia untuk menanamkan karyanya terkait wacana masyarakat madani. Salah satunya Azyumardi Azra dalam bukunya “Menuju Masyarakat madani” (1999) dan Lukman Soetrisno dalam bukunya “Memberdayakan Rakyat dalam Masyarakat Madani” (2000).

Jika diteliti secara komprehensif, maka dalam ajaran Islam ada ciri universal baik dalam konteks hubungan vertikal, maupun hubungan horizontal. Dalam kasus ini Yusuf al-Qaradawi mencatat, ada tujuh karakteristik universal seperti itu, yang kemudian dia jelaskan secara spesifik dalam bukunya al-Khashâ’ish al-‘Ammah li al-Islâm. Tujuh karakteristiknya adalah; ketuhanan (al-rabbâniyah), kemanusiaan (al-insâniyyah), komprehensifitas (al-syumûliyah), kemoderatan (al-wasathiyah), realitas (al-wâqi`iyah), kejelasan (al-wudhûh), dan kohesi antara stabilitas dan fleksibelitas (al-jam’ bayna al-tsabât wa al-murûnah).

Tujuh karakteristik

Tujuh karakteristik ini menjadi paradigma integral setiap muslim dari waktu ke waktu. Dari tujuh karakteristik tersebut, ada dua karakteristik mendasar yang menjadi patokan pengembangan masyarakat sipil, yaitu humanisme (al-insâniyyah) dan kemoderatan (al-isathiyyah). Lima karakteristik lainnya-kecuali al-rabbaniyyah-setidaknya bisa diintegrasikan ke dalam kategori toleran (al-samahah). Karena al-rabbaniyah, menurut al-Qaradawi, adalah tujuan dan muara masyarakat madani itu sendiri. Integrasi karakteristik ini hanyalah upaya untuk menyederhanakan konsep masyarakat sipil yang dibahas dalam makalah ini, untuk Islam itu sendiri – menurut Umar Abdul Aziz Quraysy – adalah agama yang sangat toleran, baik dalam soal aqidah, ibadah, muamalah, atau moral.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Rasulullah mengajarkan tiga karakteristik Islam yang menjadi fondasi perkembangan masyarakat madani yaitu humanis, moderat, dan toleran. Masyarakat madani pada umumnya adalah sekelompok orang di suatu negara atau negara tempat mereka tinggal idealnya dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan, begitu juga tatanan sosial yang mapan. Masyarakat seperti ini sering disebut sebagai masyarakat sipil atau yang pemahamannya selalu mengacu pada “cara hidup masyarakat yang terbaik, adil, dan beradab.”

 

Sumber : https://pelajaranips.co.id/

Teknik Menanam Sawi Organik

Teknik Menanam Sawi Organik

  • July 30, 2019

Teknik Menanam Sawi Organik

Teknik Menanam Sawi Organik

Sawi organik

Sawi organik adalah salah satu sayuran yang sangat tepat untuk dikembangkan di Indonesia sebagai bisnis sayuran. Sawi adalah salah satu tanaman sayur-sayuran yang mudah dikembangkan. Hal tersebut membuat banyak kalangan yang menyenangi dan memanfaatkan sayuran yang juga disebut caisim ini.

Aspek klimatologis

Dilihat dari beberapa aspek seperti aspek klimatologis, aspek ekonomis, aspek teknik dan aspek sosial, sawi mempunyai kelayakan untuk dijadikan usaha di Indonesia. Orang asing menyebut sawi dengan sebutan mustard. Dalam perdagangan internasional, perdagangan sawi disebut dengan Chinese mustard, Indian mustard, green mustard, atau sarepta mustard.

Wilayah penanaman sawi

Wilayah penanaman sawi yaitu mulai dari ketinggian lima meter hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Akan tetapi umumnya atau idealnya, caisim dibudidayakan di wilayah yang memiliki ketinggian 100 meter hingga 500 meter dpl. Tanaman sawi merupakan tanaman yang tahan terhadap air hujan sehingga bisa ditanam sepanjang tahun. Hanya saja saat kemarau mesti disiram secara teratur. Sawi juga merupakan tanaman yang dalam pertumbuhannya memerlukan udara yang sejuk.

Sawi akan lebih cepat tumbuh bila ditanam di dalam kondisi yang lembap. Tanaman ini cocok jika ditanam di akhir musim penghujan karena sawi adalah tanaman yang tak suka terhadap air yang menggenang. Sebab dalam waktu singkat sawi akan membusuk. Sawi cocok ditanam di tanah yang tak padat, mengandung zat hara dan humus yang besar jumlahnya, subur dan mempunyai sirkulasi air yang baik. Derajat keasaman (pH) tanah yang optimal untuk pertumbuhan sawi yaitu kira-kira pH 6 hingga pH 7.

Sawi dapat ditanam dengan cara tumpang sari

Sawi dapat ditanam dengan cara tumpang sari dengan bayam, kangkung, wortel, maupun bawang daun. Di samping itu, sawi dapat pula ditanam dengan cara monokultur. Sawi memiliki beberapa manfaat yaitu melancarkan pencernaan, menyembuhkan sakit kepala, membersihkan darah, memperbaiki fungsi ginjal, menghilangkan tenggorokan gatal pada orang yang batuk.

 

Sumber : https://lahan.co.id/

SCS (Silicon Controlled Switch) - Pengertian dan Cara Kerja

SCS (Silicon Controlled Switch) – Pengertian dan Cara Kerja

  • July 30, 2019

SCS (Silicon Controlled Switch) – Pengertian dan Cara Kerja

SCS (Silicon Controlled Switch) - Pengertian dan Cara Kerja

Pengertian Silicon Controlled Switch?

Silicon Controlled Switch atau disingkat dengan SCS adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai pengendali atau sakelar (switch). Silicon Controlled Switch atau SCS ini termasuk anggota keluarga Thyristor dengan cara kerja yang hampir sama dengan SCR (Silicon Controlled Rectifier). Berbeda dengan SCR, Silicon Controlled Switches (SCS) memiliki 4 kaki terminal dan dirancang untuk dapat memutuskan arus listrik apabila kaki tambahannya yaitu kaki terminal Gerbang Anoda (Anode Gate) diberikan tegangan positif. Komponen SCS ini juga dapat dipicu untuk menghantarkan arus listrik apabila kaki Gerbang Anodanya ini diberikan tegangan negatif. Selain dari perbedaan pada fungsi kaki terminal Gerbang Anoda ini, semua cara kerjanya hampir sama dengan SCR yaitu dapat mengaktifkannya dengan memberikan tegangan positif pada kaki terminal Gate (Gerbang).
Baca juga : Pengertian Silicon Controlled Rectifier (SCR) dan Prinsip Kerjanya.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Silicon Controlled Switch atau SCS ini memiliki 4 kaki terminal. Keempat kaki terminal tersebut adalah Katoda, Anoda, Gerbang dan Gerbang Anoda. Namun ada juga rangkaian ataupun produsen yang menyebutkannya berbeda, dimana Katoda (Cathode) akan disebut sebagai Emitor (Emitter), Gerbang (Gate) akan disebut sebagai Basis (Base) dan Gerbang Anoda (Anode Gate) akan disebut sebagai Kolektor.

Komponen Silicon Controlled Switches (SCS) ini pada umumnya digunakan pada rangkaian-rangkaian Elektronika seperti rangkaian counter, rangkaian pengendali lampu, rangkaian logika, rangkaian pengendali daya dan rangkaian-rangkaian lainnya yang memerlukan fungsi menghantarkan arus listrik (ON) dan memutuskan arus listrik (OFF) dengan dua pengendali Input yang berbeda.

Prinsip/Cara Kerja Silicon Controlled Switch (SCS)

Pada gambar dibawah ini menunjukan struktur dasar SCS dan rangkaian Ekuivalen SCS yang menggunakan dua transistor bipolar. Untuk mempermudah penjelasannya, mari kita melihat pada rangkaian ekuivalen SCS yang menggunakan dua transistor bipolar dibawah ini.

Saat tegangan positif diberikan ke terminal Gate (Gerbang), transistor NPN akan berubah menjadi ON sehingga arus listrik akan mengalir ke Basis transistor PNP dan mengakibatkan transistor NPN berubah menjadi ON juga. Dengan demikian, kedua transistor berada dalam kondisi ON sehingga dapat menghantarkan arus listrik dari Anoda ke Katoda (SCS berada dalam kondisi ON). Silicon Controlled Switch akan terus menghantarkan arus listrik (ON) hingga arus listrik mengalir dari Anoda ke Katoda tersebut diputuskan atau membalikan polaritas Anoda dan Katoda ataupun memberikan tegangan positif ke terminal Anode Gate (Gerbang Anoda) yang kemudian menyebabkan SCS berubah menjadi OFF.

Selain menggunakan Terminal Gate (Gerbang), kita juga dapat menggunakan Terminal Gerbang Anoda (Anode Gate) untuk memicu SCS menjadi ON yaitu dengan memberikan tegangan negatif pada Gerbang Anoda tersebut. Pada saat terminal Gerbang Anoda diberikan tegangan negatif, transistor PNP akan menjadi ON dan memberikan arus listrik ke transistor NPN sehingga transistor NPN ini juga berubah menjadi ON. Dengan demikian, perangkat SCS ini berada di kondisi ON dan dapat mengalirkan arus listrik dari Anoda ke Katoda. Untuk menonaktifkan SCS, kita perlu memutuskan arus listrik yang mengalir dari Anoda ke Katoda atau membalikan polaritas pada Anoda dan Katoda ataupun memberikan tegangan positif ke terminal Gerbang Anoda.


Baca Artikel Lainnya:

SCR (Silicon Control Rectifier) - Pengertian dan Cara Kerja

SCR (Silicon Control Rectifier) – Pengertian dan Cara Kerja

  • July 30, 2019

SCR (Silicon Control Rectifier) – Pengertian dan Cara Kerja

SCR (Silicon Control Rectifier) - Pengertian dan Cara Kerja

Pengertian

Silicon Controlled Rectifier atau sering disingkat dengan SCR adalah Dioda yang memiliki fungsi sebagai pengendali. Berbeda dengan Dioda pada umumnya yang hanya mempunyai 2 kaki terminal, SCR adalah dioda yang memiliki 3 kaki Terminal. Kaki Terminal ke-3 pada SCR tersebut dinamai dengan Terminal “Gate” atau “Gerbang” yang berfungsi sebagai pengendali (Control),  sedangkan kaki lainnya sama seperti Dioda pada umumnya yaitu Terminal “Anoda” dan Terminal “Katoda”.  Silicon Controlled Rectifier (SCR) merupakan salah satu dari anggota  kelompok komponen Thyristor.

Silicon Controlled Rectifier (SCR) atau Thrystor pertama kali diperkenalkan secara komersial pada tahun 1956. SCR memiliki kemampuan untuk  mengendalikan Tegangan dan daya yang relatif tinggi dalam suatu perangkat kecil. Oleh karena itu SCR atau Thyristor sering difungsikan sebagai Saklar (Switch) ataupun Pengendali (Controller) dalam Rangkaian Elektronika yang menggunakan Tegangan / Arus menengah-tinggi (Medium-High Power). Beberapa aplikasi SCR di rangkaian elektronika diantaranya seperi rangkaian Lampu Dimmer, rangkaian Logika, rangkaian osilator, rangkaian chopper, rangkaian pengendali kecepatan motor, rangkaian inverter, rangkaian timer dan lain sebagainya.

Pada dasarnya SCR atau Thyristor terdiri dari 4 lapis Semikonduktor yaitu PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) atau sering disebut dengan PNPN Trioda.  Terminal “Gate” yang berfungsi sebagai pengendali terletak di lapisan bahan tipe-P yang berdekatan dengan Kaki Terminal “Katoda”. Cara kerja sebuah SCR hampir sama dengan sambungan dua buah bipolar transistor (bipolar junction transistor).

Prinsip Kerja SCR

Pada prinsipnya, cara kerja SCR sama seperti dioda normal, namun SCR memerlukan tegangan positif pada kaki “Gate (Gerbang)” untuk dapat mengaktifkannya.  Pada saat kaki Gate diberikan tegangan positif sebagai pemicu (trigger), SCR akan menghantarkan arus listrik dari Anoda (A) ke Katoda (K). Sekali SCR mencapai keadaan “ON” maka selamanya akan ON meskipun tegangan positif yang berfungsi sebagai pemicu (trigger) tersebut dilepaskan.

Untuk membuat SCR menjadi kondisi “OFF”, arus maju Anoda-Katoda harus diturunkan hingga berada pada titik Ih (Holding Current) SCR. Besarnya arus Holding  atau Ih sebuah SCR dapat dilihat dari datasheet SCR itu sendiri. Karena masing-masing jenis SCR memiliki arus Holding yang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya untuk mengembalikan SCR ke kondisi “OFF”, kita hanya perlu menurunkan tegangan maju Anoda-Katoda ke titik Nol.


Sumber:

https://www.gurupendidikan.co.id/

Thermostat - Pengertian dan Prinsip Kerja

Thermostat – Pengertian dan Prinsip Kerja

  • July 30, 2019

Thermostat – Pengertian dan Prinsip Kerja

Thermostat - Pengertian dan Prinsip Kerja

Pengertian Termostat?

Termostat adalah suatu perangkat yang dapat memutuskan dan menyambungkan arus listrik pada saat mendeteksi perubahan suhu di lingkungan sekitarnya sesuai dengan pengaturan suhu yang ditentukan. Pada umumnya, Termostat yang digunakan saat ini dapat kita bedakan menjadi dua jenis utama yaitu Termostat Mekanikal dan Termostat Elektronik. Termostat Mekanikal pada dasarnya merupakan jenis Sensor suhu Kontak (Contact Temperature Sensor) yang menggunakan prinsip Electro-Mechanical sedangkan Termostat Elektronik menggunakan komponen-komponen elektronika untuk mendeteksi perubahan suhunya.

Termostat yang bahasa Inggrisnya ditulis menjadi Thermostat ini berasal dari istilah bahasa Yunani kuno yaitu Thermo yang artinya adalah Panas dan Statos yang memiliki arti sebagai status quo atau tetap sama. Jika Kedua kata tersebut disatukan maka akan menjadi arti sebagai “menjaga panas tetap sama”. Jadi pada saat terlalu dingin, maka termostat akan menyalakan pemanasnya sehingga suhu menjadi tetap hangat. Perangkat pendeteksi suhu ini banyak digunakan di perangkat-perangkat listrik seperti Oven, Kulkas, Air Conditioner (AC), pengendalian suhu mesin di mobil dan Seterika.

Termostat pertama yang ditemukan oleh seorang inovator Belanda yang bernama Cornelis Drebbel di Inggris pada abad ke-17 adalah Termostat Merkuri yang digunakan untuk mengatur suhu inkubator ayam. Termostat Modern pertama yang menggunakan Bi-Metallic ditemukan oleh seorang ahli kimia Skotlandia yang bernama Andrew Ure pada tahun 1830 untuk mengendalikan suhu di mesin produksi pabrik tekstil.

Prinsip Kerja Termostat Strip Bimetal (Bimetallic Strips Thermostat)

Sebuah Termostat mekanikal terdiri dari dua jenis logam yang berbeda dan ditempel bersama sehingga menjadi bentuk yang disebut dengan Bi-Metallic strip (atau Bi-Metal Strip). Dua Strip tersebut akan berfungsi menjadi jembatan untuk menghantarkan atau memutuskan arus listrik ke rangkaian sistem pemanas atau pendinginnya.

Pada saat Normal, Strip yang berfungsi sebagai jembatan tersebut akan selalu dalam kondisi terhubung dan mengaliri arus listrik, rangkaian yang terhubungnya akan dalam kondisi ON juga. Ketika Strip tersebut menjadi panas, salah satu logam diantaranya akan mengembang dan merubah bentuk menjadi sedikit melekuk dan akan semakin melekuk seiring dengan semakin panasnya strip tersebut yang pada akhirnya akan memisahkan hubungan strip dengan rangkaiannya sehingga aliran listrik ke rangkaian sistem pemanas atau pendingin juga menjadi terputus atau menjadi kondisi OFF. Termostat kemudian berubah menjadi kondisi OFF (Switch OFF) atau terjadi pemutusan arus listrik ke sistem pemanas atau pendingin yang terhubung ke Termostat tersebut..

Pada saat kondisi OFF, tidak ada arus listrik yang mengalir melewat strip Bimetal tersebut. Secara bertahap Strip Bimetal tersebut akan kembali menjadi dingin. Logam yang melekuk tadi akan mulai berubah bentuk menjadi bentuk semula sehingga terhubung kembali dan arus listrik mulai mengalir melewati strip bimetal lagi. Kondisi Termostat menjadi ON kembali dan rangkaian sistem pemanas ataupun pendingin menjadi ON lagi.

Termostat Elektronik (Electronic Thermostat)

Selain Termostat Strip Bimetal yang menggunakan prinsip elektro-mekanikal, terdapat pula Termostat yang menggunakan komponen-komponen elektronika untuk mendeteksi perubahaan suhu dan sistem pemutusan dan penyambungan aliran listriknya juga menggunakan sistem elektronika, Termostat tersebut adalah Termostat Elektronik.

Prinsip Kerja Termostat Elektronik ini sedikit berbeda dengan Prinsip Kerja Termostat Bi-Metal yang menggunakan konsep Elektro-Mekanikal . Termostat Elektronik pada dasarnya berbentuk rangkaian elektronika yang terdiri dari berbagai komponen-komponen elektronika. Komponen utama untuk mendeteksi perubahan suhu adalah Thermistor yaitu resistor yang nilai hambatannya dapat dipengaruhi oleh suhu (Temperature) sekitarnya. Thermistor terbagi menjadi dua jenis yaitu Thermistor PTC dan Thermistor NTC.

Pada saat Thermistor mendeteksi adanya suhu tinggi, resistansi atau hambatan Thermistor juga akan berubah sehingga rangkaian elektronikanya akan memutuskan hubungan listrik ke sistem pemanas ataupun pendingin yang terhubung tersebut. Pada saat Thermistor menjadi dingin kembali, resistansi pada thermistor tersebut juga akan berubah menjadi normal kembali sehingga rangkaian elektronika yang berfungsi sebagai pengendali tersebut akan kembali menyambung aliran arus listrik ke sistem pemanas dan pendingin sehingga menjadi ON kembali.

Kelebihan dari Termostat Digital atau Elektronik ini adalah lebih hemat energi dan mencegah pemborosan pada penggunaan listrik. Termostat jenis ini dapat diprogram sehingga kita dapat melakukan pengaturan suhu sesuai dengan periode yang kita inginkan.


Sumber:

https://www.kuliahbahasainggris.com/

Pengertian Politik

Pengertian Politik Menurut Para Ahli

  • July 29, 2019

Pengertian Politik Menurut Para Ahli

Pengertian Politik

Sebagian besar dari kita pasti sering mendengar tentang Politik baik dimedia cetak maupun digital. Akan tetapi, tahukah anda apa pengertian Politik? Untuk itu, mari kita melihat beberapa pendapat para pakar yang ahli di bidangnya mengenai pengertian dan definisi Politik.

Pengertian Politik Secara Umum

Politik secara umum yaitu sebuah tahapan dimana untuk membentuk atau membangun posisi-posisi kekuasaan didalam masyarakat yang berguna sebagai pengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan kondisi masyarakat.

Pengertian Politik Menurut Para Ahli

Aristoteles

Usaha yang ditempuh oleh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Joice Mitchel

Politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijaksanaan umum untuk masyarakat seluruhnya.

Roger F. Soltau

Bermacam-macam kegiatan yang menyangkut penentuan tujuan-tujuan dan pelaksanaan tujuan itu. Menurutnya politik membuat konsep-konsep pokok tentang negara (state), kekuasaan (power), pengambilan keputusan (decision marking), kebijaksanaan (policy of beleid), dan pembagian (distribution) atau alokasi (allocation).

Johan Kaspar Bluntchli

Ilmu politik memerhatikan masalah kenagaraan yang mencakup paham, situasi, dan kondisi negara yang bersifat penting.

Hans Kelsen

Dia mengatakan bahwa politik mempunyai dua arit, yaitu sebagai berikut.
Politik sebagai etik, yakni berkenaan dengan tujuan manusia atau individu agar tetap hidup secara sempurna.

Politik sebagai teknik

Politik sebagai teknik, yakni berkenaan dengan cara (teknik) manusia atau individu untuk mencapai tujuan.

Jika dilihat secara Etimologis yaitu kata “politik” ini masih memiliki keterkaitan dengan kata-kata seperti “polisi” dan “kebijakan”. Melihat kata “kebijakan” tadi maka “politik” berhubungan erat dengan perilaku-perilaku yang terkait dengan suatu pembuatan kebijakan. Sehingga “politisi” adalah orang yang mempelajari, menekuni, mempraktekkan perilaku-perilaku didalam politik tersebut.

Oleh karena itu secara garis besar definisi atau makna dari “POLITIK” ini adalah sebuah perilaku atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan kebijakan-kebijakan dalam tatanan Negara agar dapat merealisasikan cita-cita Negara sesungguhnya, sehingga mampu membangun dan membentuk Negara sesuai rules agar kebahagian bersama didalam masyarakat disebuah Negara tersebut lebih mudah tercapai.

Artikel terkait :

Pengertian Pajak Menurut Para Ahli Lengkap

  • July 29, 2019

Pengertian Pajak Menurut Para Ahli Lengkap

Pengertian Pajak

Sebagian besar dari kita pasti sering mendengar tentang Pajak baik dimedia cetak maupun digital. Akan tetapi, tahukah anda apa pengertian Pajak? Untuk itu, mari kita melihat beberapa pendapat para pakar yang ahli di bidangnya mengenai pengertian dan definisi Pajak.

Pengertian Pajak Secara Umum 

adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang, sehingga dapat dipaksakan dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. Pajak dipungut penguasa berdasarkan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum.

Pengertian Pajak Menurut Para Ahli 

Beberapa pengertian pajak menurut para ahli diantaranya adalah sebagai :
Prof. Dr. H. Rachmat Soemitro, S.H
Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara ( peralihan kekayaan dari sektor swasta ke sektor pemerintahan ) dengantidak mendapat jasa timbal ( tegen prestatie ) yang langsung dapat ditunjuk dan digunakan untuk membiayai pengeluaran umum. Pengertian lainnya pajak adalah peralihan kekayaan dari rakyat kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk membiayai public investment.

Dr. Soeparman Soemohamijaya

Pajak adalah iuran wajib berupa uang atau barang yang dipungut oleh penguasa berdasarkan norma-norma hukum guna menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum.

Menurut Prof. Dr. Djajadiningrat

Pajak sebagai suatu kewajiban untuk menyerahkan sebagian kekayaan negara karena suatu keadaan, kejadian, dan perbuatan yang memberikan kedudukan tertentu. Pungutan tersebut bukan sebagai hukuman, tetapi menurut peraturan-peraturan yang diteteapkan pemerintah serta dapat dipaksakan. Untuk itu, tidak ada jasa balik dari negara secara langsung, misalnya untuk memelihara kesejahteraan umum.

Menurut Prof. Dr. J.J.A. Adriani

Pajak ialah pungutan pemerintah dengan paksaan yurisis untuk mendapatkan alat-alat penutup bagi pengeluaran-pengeluaran umum tanpa adanya jasa timbal khusus terhadapnya.

Menurut Cort van der Linden

Pajak adalah setiap sumbangan yang terutang pada keuangan umum yang tidak bergantung kepada suatu jasa khusus dari penguasa. ( belasting isledere bijdrage aan de algemene middelen verschuldige, onafhankelijk van enige bij zondere dienst der overheid )”R.R.A. Seligman “Pajak itu merupakan suatu pungutan yang bersifat paksaan dari orang kepada pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang bertalian dengan masyarakat umum tanpa dapat ditunjuk adanya keuntungan-keuntungan khusus sebagai imbalannya ( A tax is compulsory contribution from the person to the government to defray the expenses inccurred in the common interest of all without reference to special benefits conferred ).

Menurut Undang-Undang Perpajakan Nasional

Pajak merupakan iuran rakyat kepada negara berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapat jasa timbal yang langsung dapat ditunjuk dan digunakan untuk membiayai pengeluaran umum dan pembangunan.
Pengertian Puisi Menurut Para Ahli Lengkap

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli Lengkap

  • July 29, 2019

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli Lengkap

Pengertian Puisi

Sebagian besar dari kita pasti sering mendengar tentang Puisi baik dimedia cetak maupun digital. Akan tetapi, tahukah anda apa pengertian Puisi? Untuk itu, mari kita melihat beberapa pendapat para pakar yang ahli di bidangnya mengenai pengertian dan definisi Puisi.

Pengertian Puisi Secara Umum

Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Pandangan kaum awam biasanya membedakan puisi dan prosa dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya tersebut. Puisi lebih singkat dan padat, sedangkan prosa lebih mengalir seperti mengutarakan cerita. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.
Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala ‘keanehan’ yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru
Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu ‘pemadatan kata’. Kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.
Di dalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Para Ahli berpendapat tentang puisi sebagai berikut :
Herbet Spencer
menyatakan bahwa puisi adalah bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan efek keindahan.
Thomas Carlyle
berpendapat bahwa puisi adalah ungkapan pikiran yang besifat musikal. Sebuah puisi mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama. Semua itu merupakan sesuatu yang penting, yang direkam dan diekspresikan, dinyatakan dengan bentuk menarik dan memberi kesan. Puisi itu merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, digubah dalam wujud yang paling berkesan (Pradopo, 1995:7).
Herman Waluyo
Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian fisik dan struktur batinnya. Keindahan sebuah puisi disebabkan oleh diksi, majas, rima, dan irama yang terkandung dalam karya sastra tersebut. Adapun kekayaan makna yang terkandung dalam puisi disebabkan oleh pemadatan segala unsur bahasa. Bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang digunakan dalam sehari-hari. Puisi menggunakan bahasa yang ringkas, namun kaya makna Kata-kata yang digunakannya adalah kata-kata konotatif yang mengandung banyak penafsiran dan pengertian.

Mendikbud Dampingi Menko PMK Bagikan Bantuan Pendidikan

  • July 29, 2019

Mendikbud Dampingi Menko PMK Bagikan Bantuan Pendidikan

Mendikbud Dampingi Menko PMK Bagikan Bantuan Pendidikan

Kemendikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)

Muhadjir Effendy mendampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memberikan bantuan pendidikan di Klaten dan Boyolali (12/12/2017).

Dalam sambutannya, Menteri Puan berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi kegiatan belajar mengajar siswa. “Saya berharap (bantuan komputer) ini dapat diterima dengan baik. Karena tujuannya adalah untuk membantu anak-anak belajar lebih baik, apa lagi kalau di sekolah sudah terpasang internet,” tutur Puan saat memberikan sambutannya.

Selain itu, ia juga berpesan agar sekolah lebih berhati-hati dalam menyimpan

komputer-komputer tersebut, mengingat kondisi cuaca yang sudah musim hujan. Jangan sampai barang elektronik tersebut disimpan di tempat yang rawan kebocoran. “Saya akan memantau melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, apakah komputer tersebut awet atau tidak,” katanya.

Dalam waktu yang sama, Mendikbud dan Menko PMK juga membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk wilayah kabupaten Klaten dan Boyolali. Terkait KIP ini, Puan berpesan agar dana yang diperoleh dipergunakan sesuai kebutuhan pendidikan. Ia juga berpesan kepada guru-guru untuk dapat membantu pengambilan KIP.

“Untuk anak SD SMP itu bisa diambil di bank BRI, untuk anak SMA dan SMK

melalui bank BNI. Saya minta nanti pada waktu pengambilannya ini, kepala sekolah dan guru bisa membantu, sehingga anak-anak itu tidak berebutan dan mengantre dengan benar,” jelasnya.

Bantuan pendidikan yang diberikan berupa 160 unit komputer yang dibagikan ke delapan sekolah di kabupaten Klaten dan Boyolali. Setiap sekolah mendapatkan 20 unit komputer. Sekolah tersebut adalah SMP Negeri 1 Cawas, SMP 3 Bayat, SMP 1 Wedi, dan SMP 3 Gantiwarno di Klaten serta SMPN 4 Ampel, SMP Negeri 4 Boyoyali, SMP Negeri 3 Juwangi, dan SMP Negeri 1 Ngemplak. Selain itu, pemerintah memberikan buku bacaan ke sekolah-sekolah tersebut. Khusus untuk KIP, hingga saat ini, pemerintah telah menyalurkannya kepada 19.4 juta anak usia sekolah di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK se-Indonesia. (Wahyuningsih Tri Pambudi Sukamto/Aji Shahwin)

 

Baca Juga :