Contoh Disertasi

Contoh Disertasi

  • December 26, 2019

Contoh Disertasi

Contoh Disertasi
Contoh Disertasi

Tawaran beasiswa S3 dari dalam negeri maupun luar negeri semakin banyak. Kesempatan untuk mendapatkan scholarship maupun tawaran bekerja sebagai asisten riset semakin terbuka. Untuk mempersiapakan diri dan mendapatkan gambaran tentang riset yang akan dijalani semasa menempuh program PhD kita dapat mencari contoh contoh disertasi yang pada umumnya memang bersifat publikasi terbuka yang dapat dibaca setiap orang. Contoh disertasi online dalam bentuk dokumen elektronis dapat dengan mudah didapatkan dengan mengetikan kata kunci bidang penelitian yang diharapkan ditambahi kata PhD Thesis atau PHD Dissertation. Negara-negara seperti Uk dan Australia menyebut PhD Thesis, sedang banyak negara lainnya menyebutnya PhD Dissertation.

1. PhD Theses di Australia. Database PhD thesis yang dapat diakses full contentnya dari universitas-universitas di australia dapat dicari dengan mudah pada link tersebut.
2. Disertation.com
3. DART Europe dapat digunakan untuk mencari dan mendownload disertasi dari universitas-universitas di Eropa.
4. Diva-Portal menyediakan pencarian disertasi di universitas-universitas negara Scandinavia.

Masih banyak lagi website dari universitas maupun organisasi non profit lain yang memfasilitasi pencarian disertasi secara online. Beberapa website mensyaratkan pendaftaran account sebelum dapat mengakses full text. Sebelum melakukan download atau melakukan pendaftaran sebaiknya dibaca ketentuan yang berlaku, aturan copyright maupun term of use yang harus dipatuhi.

Untuk mempersingkat waktu studi S3 sebaiknya kita melakukan persiapan yang matang. Dengan contoh-contoh disertasi yang mudah sekali untuk didapatkan maka persiapan tersebut akan semakin mudah. Untuk S3 by scholarship biasanya kita mempersiapakan tema disertasi tersebut. Tema itu bisa saja berubah saat kita berkonsultasi dengan calon pembimbing di universitas yang dituju. Untuk S3 yang dibiayai oleh suatu proyek penelitian, biasanya dilakukan rekruitment secara terbuka. Tema ditentukan oleh supervisor dan biasanya diumumkan pada lowongan PhD tersebut.

Studi S3 juga sangat bervariasi antar universitas dan antar negara. Ada yang didahului dengan course work atau mengambil beberapa mata kuliah yang di persyaratkan dan ada yang full research tanpa kewajiban mengambil mata kuliah. Budaya kerja riset dimasing-masing negarapun bervariasi. Di Jepan sangat lazim mahasiswa menginap di laboratotium untuk mengerjakan penelitiannya, sebaliknya di Jerman rata-rata mahasiswa bekerja pada jam kerja institutnya. Cara supervisor melakukan pembimbingan juga bervariasi. Untuk itu mengetahui segala sesuatu menyangkut riset yang akan dilakukan, kultur riset di universitas atau pusat riset, dan juga calon supervisor akan membuat persiapan kita akan lebih baik.

Sumber : https://multi-part.co.id/

Internet dan Anak

Internet dan Anak

  • December 26, 2019

Internet dan Anak

Internet dan Anak
Internet dan Anak

Tulisan Internet dan anak ini adalah cerita tentang seorang anak yang telah menganggap internet sebagai bagian hidupnya. Internet untuk anak pada era digital ini sudah menjadi kebutuhan seperti yang diceritakan pada kisah berikut.

Seorang bocah berusia 5 tahun duduk asyik di depan laptopnya. Terkadang dia tersenyum, tertawa dan berbincang sendirian di depan perangkat elektronik itu. Nun jauh di sana sang ayah berperilaku sama dengan si bocah kecil itu. Mereka berdua sedang asyik melakukan voice chatting lewat yahoo messenger sambil menggunakan environment doodle untuk menggambar bersama. Kompak sekali si anak dan ayahnya saling melengkapi gambar yang mereka inginkan. Gambar-gambar imanjinatif mode transportasi masa depan dan berbagai gambar lainnya khayalan si anak terlihat dalam bentuk yang sangat variatif. Si anak begitu terampil memainkan touchpad pada laptopnya. Begitu mahirnya bahkan melebihi ketrampilan dia dalam menulis.

Si anak itu memang mengenal piranti itu sejak dia baru bisa mengucap beberapa patah kata. Kegemaran sejak kecil adalah mencari berbagai gambar dan video tentang berbagai macam teknologi mulai dari pesawat, kereta cepat, pembangkit listrik dan berbagai macam lainnya. saat menginjak umur 2,5 tahun dia mulai tertarik dengan laptop. Umur 3,5 tahun dia sudah terampil menghidupkan laptop, membuka internet browser, bermain game, membookmark game yang dia sukai dan berbagai aktivitas lainnya di dunia maya. Dunia maya sudah menjadi kehidupannya sehari hari. Sang ayah yang berada di benua lain adalah salah satu faktor mengapa si anak begitu akrab dengan dunia itu. Disitulah dia bisa bertemu dengan ayahnya. Di dunia maya itulah dia menumpahkan perasaannya, menangis, tertama, jengkel, emosi, dan melepas kangennya, mengembangkan kreativitas dan berkaya bersama ayahnya.

Sentuhan kasih sayang hadir lewat frame-frame video, lewat guratan pena digital, lewat aliran suara melalui protokol internet. Seakan jarak begitu dekat, seakan tidak ada pemisah, yang kurang hanyalah sentuhan dan belaian lembut di kepala sang anak. Teknologi informasi membuat anak 3 tahun yang berpisah hampir selama setahun dengan sang ayah langsung berlari mendekat dan memeluknya begitu mereka bertemu di dua nyata tanpa ada sedikitpun tanda-tanda sang anak tidak bersama sang ayah dalam waktu cukup lama. Mereka begitu nyata dan begitu dekat walaupun kedekatan itu adalah kedekatan dengan perantara internet.

Keseharian si anak yang akrab dengan teknologi terkadang membuat sang ayah khawatir. Suatu hari mereka berdua berjalan jalan keluar kota. Sesampainya di kota tujuan langsung aja si anak membuka laptopnya. Sadar bahwa tanda networking via wireless maupun via LAN tidak ada yang menyambung, si anak menangis untuk waktu yang cukup lama. Laptop dan internet seperti sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan baginya. Keesokan harinya pagi-pagi saat matahari belum menampakkan dirinya, si anak sudah meminta ke warnet untuk sekedar browsing. Benar-benar hal yang tidak terbayangkan oleh sang ayah, sehingga membuat dia khawatir si anak akan kecanduan pada internet.

Setiap pulang dari sekolah taman kanak-kanak, barang yang pertama kali di sentuh adalah laptopnya. Selesai meletakan tasnya si anak langsung menuju laptopnya, mencolokan kabel power, menekan tombol start, tak lupa setelah log on, dia mengaktifkan yahoo messenger dan membuka firefoxnya. Segera saja dia membuka mesin pencari google dan mengetikan kata game yang sudah sangat akrab baginya. Sesekali dia membuka beberapa game yang sudah di bookmark dalam firefox tersebut. Saat kesulitan untuk menemukan game yang diinginkan, segera saja si anak menelpon ayahnya lewat yahoo messenger dan meminta game ‘aneh’ yang dia inginkan. si anak suatu saat berkata ” Papa tolong carikan game tom jerry sedang naek tram tapi ada pengatur lalu lintas untuk mobil-mobil yang lewat”. Kreativitas dan imajinasi si anak berkembang dari berbagai website yang dia kunjungi. Tentu saja si ayah memproteksi browser yang dipakai supaya tidak mengakses situs-situs dewasa. Kefasihan si anak dalam memakai teknologi informasi membuat si anak mampu mengembangkan pengetahuannya seputar teknologi. Akan tetapi yang mengkhawatirkan adalah sosialisai dengan anak seumuran dan interaksi dengan lingkungan.

Suatu saat sang ayah mengajak si anak bermain-main di sawah, ternyata si anak sangat menikmati berlarian kesana kemari, memperhatikan tanaman yang tumbuh. Si anak melihat kepiting, keong dan hewan-hewan lain yang biasanya hanya dia liat lewat ilustrasi pendaran led. Si ayah benar-benar senang melihatnya seraya berjanji dalam hati: “anakku harus seimbang antara menikmati kemajuan teknologi dan bergaul dengan alam serta sosialisasi dengan teman sebayanya. Dia harus menjadi anak yang bukan hanya mahir teknologi tetapi peka terhadap sesama dan lingkungannya, Amin”

Sumber : https://jilbabbayi.co.id/

Trio Iphone 11 Resmi Dijual, Calon Pembeli Antre Sejak Subuh

  • December 21, 2019

Trio Iphone 11 Resmi Dijual, Calon Pembeli Antre Sejak Subuh

Trio Iphone 11 Resmi Dijual, Calon Pembeli Antre Sejak Subuh

Penjualan perdana iPhone 11, 11 Pro dan 11 Pro Max serta Apple Watch 5 disambut oleh antrean puluhan fanboy

(sebutan untuk pengguna setia iPhone) di depan gerai iBox di Mal Central Park, Jakarta Barat, Jumat (6/12).

Beberapa fanboy mengaku rela untuk mengantre sejak pukul 04.00 WIB demi mendapat ponsel generasi terbaru dari Apple tersebut.

Pantauan CNNIndonesia.com, animo calon pembeli cukup tinggi.

Terlihat antrean cukup panjang hingga pukul 10.00 WIB. Animo serupa tak ditemukan pada peluncuran iPhone X pada tahun lalu.

Vincent, salah satu pengantre yang mendapatkan posisi antrean paling depan mengatakan sudah sampai di iBox sejak pukul 04.00 WIB. Padahal jam operasi Central Park baru dimulai pukul 10.00 WIB.

Lihat juga:Ponsel dan Sistem Operasi yang Tak Bisa Pakai Whatsapp 2020

 

“Saya sudah tiba di sini dari pukul 04.00 WIB. Saya dari Pluit. Jam 03.30 berangkat dari Pluit,” ujar Vincent saat ditemui di depan gerai iBox Central Park, Jakarta Barat, Jumat (6/12).

Vincent mengatakan akan membeli iPhone 11 Pro 64GB dengan warna Midnight Green. Ia mengatakan tiap tahunnya ia selalu membeli ponsel iPhone keluaran terbaru sejak iPhone 6 pada 2014.

“Sejak iPhone 6 saya beli iPhone terbaru. Yang lama selalu saya jual,” kata Vincent.

Vincent mengatakan menyukai iPhone 11 Pro lantaran memiliki layar OLED 5,8 inci, 1.125 x 2.436 piksel, rasio 19,5:9. Lebih lanjut, iPhone 11 Pro dengan
tiga kamera 12 MP mode ultra wide sudut pandang 120 derajat, wide angle, dan telephoto dianggap bisa memenuhi hobi fotografinya.

 

Baca Juga :

Emisi Karbon Dioksida Global Capai Rekor Tertinggi Tahun 2019

  • December 21, 2019

Emisi Karbon Dioksida Global Capai Rekor Tertinggi Tahun 2019

Emisi Karbon Dioksida Global Capai Rekor Tertinggi Tahun 2019

Salah satu profesor Ilmu Bumi dari Universitas Stanford sekaligus Ketua Global Carbon Project, Rob Jackson mengeluarkan laporan terbaru soal emisi karbon dioksida yang mencapai rekor tertinggi pada tahun 2019. Kadar emisi karbon dioksida pada tahun ini disebut mencapai 37 miliar ton.

Menurut Jackson, angka 37 miliar ton karbon dioksida itu dipicu oleh banyaknya permintaan minyak dan gas alam. Artinya, emisi karbon global naik 0,6 persen dari data tahun 2018 yakni 2,1 persen.

“Yang kita butuhkan adalah agar emisi menurun, bukan naik secara perlahan,” ungkapnya kepada CNN.

Pertumbuhan emisi karbon dianggap tidak memenuhi target Perjanjian Paris

yang berupaya untuk membatasi suhu global hingga 1,5 derajat celsius.

Sementara dari sisi Panel Antarpemerintah PBB untuk Perubahan Iklim (IPCC) berharap emisi bersih global karbon dioksida dapat turun ke angka ‘nol’ persen.

Lihat juga:LAPAN: Suhu Panas Kerap Terasa, Bukan Cuaca Ekstrem

Jackson dan jajaran peneliti Global Carbon Project lainnya memperingatkan bahwa emisi karbon

akan terus meningkat selama satu dekade berikutnya, kecuali jika kebijakan soal energi, transportasi, dan industri berubah secara signifikan.

“Kami sudah kehilangan banyak waktu dan emisi karbon dioksida tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan,” tuturnya.

Sebelumnya, saat acara Emission Gap 2019 (UNEP) yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-bangsa

melaporkan bahwa komitmen sejumlah negara yang telah berjanji untuk menurunkan emisi karbon tidak terbukti.

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/cm-launcher-apk/

Qualcomm Luncurkan Dua Chipset Snapdragon 5G

  • December 21, 2019

Qualcomm Luncurkan Dua Chipset Snapdragon 5G

Qualcomm Luncurkan Dua Chipset Snapdragon 5G

– Qualcomm meluncurkan chipset Snapdragon yang akan mendukung teknologi 5G. Qualcomm

akan meluncurkan Flagship Snapdragon 865 Mobile Platform dan Snapdragon 756 (765G).

Flagship Snapdragon 865 Mobile Platform akan dibekali dengan Snapdragon X55 Modem-RF System merupakan platform 5G yang akan diperlukan untuk perangkat flagship generasi berikutnya.

Qualcomm mendeklarasikan 2020 akan menjadi tahun di mana penerapan 5G akan marak digunakan di seluruh dunia. 5G disebut-sebut akan memberikan keuntungan bagi konsumen di seluruh dunia.

Senior Vice President dan General Manager Mobile Qualcomm Technologies Alex Katouzian

mengatakan kedua cipset juga bisa digunakan untuk jaringan 4G.

Lihat juga:Jelang Acara Qualcomm, Spesifikasi Snapdragon 865 Bocor

“Operator pertama yang mendukung program sertifikasi untuk Platform Modular Snapdragon adalah Verizon dan Vodafone. Operator lainnya akan bergabung pada 2020,” kata Alex dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (4/12).

Teknologi Sidik Jari Qualcomm 3D Sonic Baru

Katouzian juga mengumumkan Qualcomm 3D Sonic Max yang merupakan teknologi sensor sidik jari.

Teknologi ini menawarkan area pemindaian yang lebih luas 17 kali lebih besar. Teknologi juga diklaim bisa meningkatkan keamanan melalui otentikasi dua jari.

Lihat juga:Peluang Realme X2 Pro dengan Snapdragon 855 Masuk Indonesia

Jaringan generasi kelima ini akan mendorong berbagai inovasi dalam teknologi. Qualcomm dan para pemimpin ekosistem mengklaim penggunaan 5G akan marak (mainstream) pada 2020.

“5G akan membuka peluang baru dan menarik bagi individu untuk saling terhubung, berkomputasi, dan berkomunikasi dengan cara yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya,” kata Presiden Qualcomm Cristiano Amon.

 

Sumber :

https://obatpenyakitherpes.id/call-recorder-apk/

Sejarah-Kerajaan-Kalingga

Sejarah Kerajaan Kalingga

  • December 20, 2019

Sejarah Kerajaan Kalingga Dan Peninggalannya

Sejarah-Kerajaan-Kalingga

Sejarah Kerajaan Kalingga

Ratu Sima adalah penguasa di Kerajaan Kalingga. Ia digambarkan sebagai seorang pemimpin wanita yang tegas dan taat terhadap peraturan yang berlaku dalam kerajaan itu. Kerajaan Kalingga atau Holing, diperkirakan terletak di Jawa bagian tengah. Nama Kalingga berasal dari Kalinga, nama sebuah kerajaan di India Selatan. Menurut berita Cina, di sebelah timur Kalingga ada Po-li (Bali sekarang), di sebelah barat Kalingga terdapat To-po-Teng (Sumatra).

Sementara di sebelah utara Kalingga terdapat Chen-la (Kamboja) dan sebelah selatan berbatasan dengan samudera. Oleh karena itu, Kalingga diperkirakan terletak di Jawa Tengah, di Kecamatan Keling, sebelah utara Gunung Muria.

Sumber utama mengenai Kerajaan Kalingga adalah berita Cina, misalnya berita dari Dinasti T’ang. Sumber lain adalah Prasasti Tuk Mas di lereng Gunung Merbabu. Melalui berita Cina, banyak hal yang kita ketahui tentang perkembangan Kerajaan Kalingga dan kehidupan masyarakatnya. Kerajaan Kalingga berkembang kira-kira abad ke-7 – ke-9 M.

Peninggalan Kerajaan Kalingga

  • Prasasti Tukmas
  1. Ditemukan di lereng barat Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Dakawu, Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Magelang di Jawa Tengah.
  2. Bertuliskan huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta.
  3. Isi prasasti menceritakan tentang mata air yang bersih dan jernih. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan dengan Sungai Gangga di India.
  4. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula, kendi, kapak, kelasangka, cakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusia dengan dewa-dewa Hindu.
  • Prasasti Sojomerto
  1. Ditemukan di Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
  2. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuno
  3. Berasal dari sekitar abad ke-7 masehi.
  4. Bersifat keagamaan Siwais.
  5. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya, Dapunta Selendra, yaitu ayahnya bernama Santanu, ibunya bernama Bhadrawati, sedangkan istrinya bernama Sampula. Prof. Drs. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu.
  6. Bahan prasasti ini adalah batu andesit dengan panjang 43 cm, tebal 7 cm, dan tinggi 78 cm. Tulisannya terdiri dari 11 baris yang sebagian barisnya rusak terkikis usia.
  • Candi Angin
  1. Candi Angin terdapat di desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Karena letaknya yang tinggi tapi tidak roboh terkena angin, maka dinamakan “Candi Angin”.
  2. Menurut para penelitian Candi Angin lebih tua dari pada Candi Borobudur. Bahkan ada yang beranggapan kalau candi ini buatan manusia purba di karenakan tidak terdapat ornamen-ornamen Hindu-Budha.
  3. Candi Bubrah, Jepara
    Candi Bubrah ditemukan di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
  4. Candi Bubrah adalah salah satu candi Buddha yang berada di dalam kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, yaitu di antara Percandian Rara Jonggrang dan Candi Sewu. Secara administratif, candi ini terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, KabupatenKlaten, Provinsi Jawa Tengah.
  5. Dinamakan ‘Bubrah’ karena keadaan candi ini rusak (bubrah dalam bahasa Jawa) sejak ditemukan. Menurut perkiraan, candi ini dibangun pada abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno, satu periode dengan Candi Sewu.
  6. Candi ini mempunyai ukuran 12 m x 12 m terbuat dari jenis batu andesit, dengan sisa reruntuhan setinggi 2 meter saja. Saat ditemukan masih terdapat beberapa arca Buddha, walaupun tidak utuh lagi.

Sumber : https://pelajaranips.co.id/

Diffusion of Innovations

  • November 9, 2019

Diffusion of Innovations

Diffusion of Innovations

Dalam Pengantar buku (edisi ketiga) Diffusion of Innovations, The Free Press, N.Y., Rogers, Everet M. (1983), penulisnya, menjelaskan bahwa edisi pertama terbit tahun 1962 dan edisi kedua (dengan judul Communication of Innovations: A Cross-Cultural Approach dan dengan penulis kedua F.Floyd Shoemaker) terbit pada tahun 1972.

Dalam Pengantar tersebut disajikan (a) kesamaan difusi dengan riset persuasi: (a1) bukan komunikasi satu kepada orang banyak, tapi sesuatu yang dikerjakan bersama orang lain, dan (a2) tidak semata berpusat pada aksi atau isu (menjual produk, aksi atau kebijakan), tapi juga menjual kredibilitas diri dan/atau orang lain; (b) kontras difusi (fokus lebih pada adopsi/ keputusan untuk menggunakan dan mengimplementasikan gagasan baru, bukan pada implementasi aktual atau konsekuensi inovasi) dengan riset persuasi (fokus lebih pada pengubahan sikap, bukan perilaku); (c) pergeseran studi difusi dari yang mendasarkan pada model komunikasi linier (proses di mana pesan ditransfer dari sumber ke penerima) ke yang mendasarkan pada model komunikasi konvergensi (proses saling tukar informasi diantara sesama partisipan) dan (d) definisi inovasi difusi sebagai pada dasarnya suatu proses sosial di mana informasi tentang gagasan baru yang dipersepsi secara subjektif dikomunikasikan.

Pembahasan pada bab 1 sampai dengan bab 11 masing-masing diberi judul (1) Unsur-unsur Difusi, (2) Sejarah Riset Difusi, (3) Kontribusi dan Kritik riset Difusi, (4) Lahirnya Inovasi, (5) Proses Keputusan Inovasi, (6) Atribut Inovasi dan Tingkat Adopsinya, (7) Kategori Keinovatifan dan Kategori Adopter, (8) Kepemimpinan Opini dan Network Difusi, (9) Agen Perubahan, (10) Inovasi dalam Organisasi dan (11) Konsekuensi-konsekuensi Inovasi.

Bab 1 membahas empat unsur inovasi: (a) inovasi (b) saluran komunikasi, (c) waktu dan (d) sistem sosial. Inovasi -sering disinonimkan dengan teknologi- suatu gagasan, praktek atau objek yang dipersepsi baru oleh seorang individu atau suatu unit adopterInovasi dibedakan dari reinvensi: tingkat inovasi diubah atau dimodifikasi pengguna pada proses adopsi dan implementasiInovasi sering berupa cluster teknologi karena dengan demikian akan lebih mudah untuk diadopsi.  Bab 1 selanjutnya meringkas materi yang akan dibahas pada bab 4 sampai dengan bab 11.

Bab 2 diawali dengan komentar Elihu Katz dkk. (1963) ‘berbagai tradisi riset ironisnya ditemukan secara sendiri-sendiri’. Tradisi riset adalah sederet penelitian tentang topik sejenis di mana penelitian sebelumnya berpengaruh pada penelitian sesudahnya. Tradisi riset pada dasarnya adalah suatu ‘universitas tidak terlihat’. Riset difusi dimulai di Perancis, Inggris dan Jerman-Austria di awal abad 20. Di Perancis, Tarde (1903) mengemukakan hukum imitasi ‘dari 100 inovasi, 10 akan menyebar luas sementara 90 akan dilupakan’. Selanjutnya disajikan sembilan tradisi riset: antropologi, sosiologi awal, sosiologi pedesaan, pendidikan, sosiologi medis, komunikasi, pemasaran, geografi dan sosiologi umum. Akhirnya, disajikan delapan tipe riset difusi (1) kapan inovasi diketahui, (2) tingkat adopsi inovasi, (3) keinovatifan, (4) kepemimpinan opini, (5) jaringan difusi, (6) tingkat adopsi dalam berbagai sistem sosial, (7) saluran komunikasi dan (8) konsekuensi inovasi.

Bab 3 menyajikan kontribusi riset difusi berupa (a) model difusi sebagai paradigma konseptual yang relevan dengan banyak disiplin ilmu, (b) sifat pragmatisnya dalam memecahkan masalah penggunaan hasil riset, (c) memungkinkan periset mengemas ulang temuan empirisinya dalam bentuk generalisasi lebih teoritis lagi dan (d) metodologinya yang jelas dan relatif facile. Selanjutnya,disajikan kritik pada riset difusi: (a) bias pro-inovasi: inovasi harus diadopsi semua anggota suatu sistem sosial dengan cara cepat dan inovasi tidak boleh ditolak atau direinvensi, (b) bias menyalahkan individu: kecenderungan menyalahkan individu, bukan sistem, (c) masalah ingatan: ketidakakuratan responden dalam mengingat proses adopsi inovasi dan (d) isu ekualitas: inovasi cenderung memperlebar kesenjangan kaya-miskin. Akhirnya, disajikan prosedur meta-riset, yaitu sintesis riset empiris menjadi kesimpulan umum yang lebih teoritis: (a) perumusan konsep (dimensi yang dinyatakan dalam istilah paling mendasar), (b) menyusun hubungan dua konsep dalam bentuk hipotesis teoritis, (c) menguji hipotesis teoritis dengan hipotesis empiris yang dinyatakan dalam postulat hubungan dua konsep operasional, (d) uji hipotesis empiris dengan uji signifikansi atau uji lainnya dan (e) hipotesis teoritis ditolak atau diterima berdasarkan ditolak atau diterimanya hipotesis empiris.

Baca Juga :

Makna Baru Perubahan Pendidikan

  • November 9, 2019

Makna Baru Perubahan Pendidikan

Makna Baru Perubahan Pendidikan

Buku ini membahas tentang makna (baru) perubahan pendidikan dalam tiga bagian dan enam belas bab. Judul ketiga bagian tersebut adalah (I) Memahami Perubahan Pendidikan, (II) Perubahan Pendidikan pada Tingkat Lokal dan (III) Perubahan Pendidikan pada Tingkat Regional dan Nasional. Adapun judul-judul keenambelas bab tersebut adalah: (1) Tujuan dan Sistematika Buku, (2) Sumber-Sumber Perubahan Pendidikan, (3) Makna Perubahan Pendidikan, (4) Sebab dan Proses Inisiasi, (5) Sebab/Proses Implementasi dan Kontinuasi, (6) Merencanakan, Melaksanakan dan Menangani Perubahan, (7) Guru, (8) Kepala Sekolah, (9) Siswa, (10) Administratur Distrik, (11) Konsultan, (12) Orang Tua dan Komunitas, (13) Pemerintah, (14) Persiapan peofesional Guru, (15) Pengembangan Profesional Pendidik dan (15) Masa Depan Perubahan Pendidikan.

Berikut adalah substansi tiap bab dimaksud.

Bab 1 membahas tujuan dan sistematika buku. Bab 2 menyajikan tiga sumber perubahan pendidikan yaitu: (a) bencana alam, (b) pengaruh faktor luar dan (c) kontradiksi internal.

Dikatakan bahwa perubahan pendidikan pada tahun 1960-an dan reformasi berbasis kompetensi 1980an yang mencoba ‘to legislate learning’ adalah tipe IV. Selanjutnya, dicatat opportunisme dalam perubahan pendidikan ‘sebagai ”ara murah” untuk menyelesaikan tekanan birokratis atau politis…agar distrik nampak up-to-date dan progresif di mata masyarakat atau untuk “melakukan sesuatu” untuk suatu kelompok tertentu’ (Berman dan McLaughlin, 1978). Atau, inovasi masih dilihat sebagai alat sekelompok orang untuk mengontrol kehidupan orang lain dan anak-anaknya menurut konsepsinya sendiri (Whiteside, 1978). Inovasi gagal menyentuh hal pokok yang dituju perubahan pendidik-an: ‘Buat apa pendidikan sebenarnya? Manusia dan masyarakat seperti apa yang diinginkan? Metode dan organisasi kelas serta bahan ajar apa yang diperlukan? Pengetahuan mana yang paling berharga? (Silberman, 1970). Perubahan pendidikan menyentuh hanya perubahan tingkat pertama, yaitu: perubahan untuk memperbaiki efisiensi dan efektivitas aktivitas yang dilakukan sekarang tanpa ‘mengubah fitur organisasional dasar, tanpa mengubah secara substantif cara siswa dan pendidikan menjalankan peran mereka’ (Cuban 1988). Perubahan tingkat kedua –dimana cara fundamental seperti tujuan, struktur dan peran baru diubah menjadi, misal, berorientasi pada kultur kerja kolaboratif- tidak tersentuh: menurut peribahasa Cina, ‘bahan berubah, tapi supnya tetap sama’ (ibid.).

Bab 3 membahas makna perubahan secara umum, subjektif dan objektif serta implikasinya. Dalam makna secara umum ditemukan bahwa ‘tiap upaya untuk pre-empt konflik, argumen atau protes dengan perencanaan rasional… seberapa rasionalnya pun … tetap harus memberi waktu untuk impuls penolakan. Reformer telah mengasimilasi perubahan mungkin berbulan-bulan atau bertahun-tahun Jika mereka mengingkari orang lain kesempatan waktu setara, mereka pada dasarnya memperlakukan orang lain seperti boneka yang dapat diatur sesuai kehendaknya (Marris, 1975). Dalam makna subjektif ditemukan, tekanan kelas bagi guru ‘tekanan segera dan kongkrit, sekitar 200.000 pertemuan per tahunnya; tekanan multidimensionalitas dan simultanitas; adaptasi kondisi selalu berubah atau unpredictability dan tekanan untuk terlibat dengan siswa’ (Huberman, 1983; Crandall et. al., 1982). Inovasi adalah acts of faith. Mereka harus percaya inovasi akan berhasil dan berguna, meski hasil segera tidak terlihat (House, 1974). Dalam makna objektif dinyatakan tiga komponen program atau kebijakan: (a) materi baru atau revisi, (b) pendekatan pembelajaran dan (c) kepercayaan (misal, asumsi dan teori yang melandasi suatu program atau kebijakan). Tentang implikasi perubahan pendidikan dikatakan ada enam aspek yang dapat diamati (a) the soundness dari perubahan yang diusulkan, (b) memahami kegagalan perubahan yang direncanakan dengan baik, (c) petunjuk untuk memahami hakekat dan feasibilitas suatu perubahan, (d) realitas status-quo, (e) kedalaman perubahan dan (e) pertanyaan tentang penilaian.

Bab 4 mencatat bahwa tekanan untuk perubahan menurun saat adopsi yang diikuti dengan implementasi (Berman dan mcLaughlin, 1979). Model perubahan mempunyai empat komponen (a) inisiasi, mobilisasi atau adopsi, (b) implementasi (biasanya 2-3 tahun pertama sejak adopsi), (c) kontinuasi, inkorporasi, rutinisasi atau institusionalisasi dan (d) outcome. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inisiasi adalah (a) keberada-an dan kualitas inovasi, (b) akses pada informasi, (c) advokasi dari atas(an), (d) advokasi guru, (e) agen perubah eksternal, (f) tekanan, dukungan atau apati masyarakat, (g) sumber dana: lokal, negara bagian atau federal, (h) orientasi birokratis dan pemecahan masalah. Akhirnya, konsiderasi dalam perencanaan untuk adopsi paling baik jika mengkombinasikan 3R: (a) Relevansi: dilihat dari praktikalitas dan kebutuhan, (b) Readiness: tergantung pada kapasitas dan kebutuhan dan (c) Resources/ketersediaan dukungan.

Bab 5 menyajikan tiga kategori faktor dalam proses implementasi (1) karakteristik proyek inovasi atau perubahan: kebutuhan, kejelasan, kompleksitas dan kualitas/praktikalitas, (2) Karakteristik atau peranan lokal: distrik, komunitas, kepala sekolah, guru, dan (3) faktor eksternal: pemerintah dan agensi lainnya.Tema-tema dalam proses implementasi adalah (a) membangun visi, (b) perencanaan evolusioner, (c) pengambilan inisiatif dan pemberdayaan, (d) pengembangan staf dan asistensi sumber daya, (e) monitoring/pemecahan masalah[1dan (f) restrukturisasi. Selanjutnya, ada empat tilikan tidak predictable yang ternyata penting dalam proses implementasi: (a) inisiasi dan partisipasi aktif, starting small and thinking big, bias untuk tindakan dan belajar sambil bekerja, (b) tekanan dan dukungan, (c) perubahan perilaku dan kepercayaan dan (d) masalah kepemilikan perubahan pendidikan.

Dalam Bab 6 disajikan alasan mengapa perencanaan perubahan gagal: asumsi dan cara berpikir keliru tentang perubahan, diantaranya, ‘melompat’ dari rencana pribadi ke implementasi publik (Lighthall, 1973), kekuasaan legal atau organisasional diandalkan sebagai motor perubahan (Sarason, 1971) dan fallacy rasionalisme: dunia social ingin diubah dengan argumen rasional. Alasan lain mengapa perencanaan gagal ialah menangani masalah tidak terpecahkan, karena beda nilai yang dianut dan kesempurnaan teknis serta tidak memperhitungkan faktor yang berpengaruh. Untuk sukses menurut harry Truman dan Pierre Trudeau ‘we need more one-armed economist…[when frus-trated by the advice] on the one hand … on the other hand’. Niat baik dan gagasan baik adalah perlu tapi tidak cukup untuk tindakan yang konsisten (Sarason, 1990). Kiat lain ialah (a) ‘sedikit kekaburan mungkin esensial agar kebijakan dapat diterima…mungkin lebih efektif dalam waktu pendek untuk berkonsentrasi pada legislasi baru’, dan (b) menggunakan pendekatan developmental: mulai dari hal yang paling mungkin terus berkembang ke hal-hal lain (Sarason, 1971).

Ruang Lingkup Pendidikan Umum

  • November 9, 2019

Ruang Lingkup Pendidikan Umum

  • Ruang Lingkup Pendidikan Umum

    Seminar Pendidikan Umum yang dilaksanakan pada tanggal 14 – 15 Desember 1998, dengan Tema ”Pencarian Body of Knowledge Pendidikan Umum” merupakan suatu upaya untuk mempertegas kembali pentingnya Pendidikan Umum dalam proses pendidikan pada umumnya dalam konteks : (1) Pendidikan Nilai; (2) Pendidikan Kepribadian; (3) Program Studi ; (4) Mata Pelajaran MKDU; (5) Pengembangan Kepribadian Utuh; (6) Warga Negara yang Baik; dan (7) Pengembangan Sikap Ilmiah Dari gagasan yang muncul dalam seminar dirumuskan sebagai berikut :

    1. Dalam memahami Pendidikan Umum, yang pertama kali harus dibedakan adalah : pada konteks pendidikan umum manakah kita akan memahaminya. Cara memilah pendidikan umum dapat dilakukan kedalam tiga kategori, yaitu: (a) Pendidikan umum sebagai Ilmu; (b) Pendidikan umum sebagai program pendidikan (MKDU); dan (c) Pendidikan umum sebagai program studi, seperti di PPS UPI. Dari ketiga dimensi pendidikan umum dapat dikaji visi atau makna, misi dan tujuan, prinsip, struktur, isi atau muatan kurikulum dan pendekatan yang digunakan
    2. Pendidikan umum sebagai ilmu, program pendidikan dan program studi meliputi dua bidang kajian inti yang membedakannya, dari bidang kajian ini, yaitu : (1) Pendidikan nilai dan (2) pendidikan kepribadian.
    3. Memahami Pendidikan Umum sebagai Program pendidikan dan Program Studi dapat dilakukan dengan cara merinci tujuan, materi, metode, dan evaluasi pendidikan yang dikembangkan menjadi suatu sistem terpadu, baik dari sudut pandang agama maupun budaya. Dalam pengertian seperti itu, Pendidikan Umum harus sampai pada wilayah aksi atau tindakan yang memberi makna besar bagi peserta didik.
    4. Memahami Pendidikan Umum dapat dimulai dari pengkajian definisi yang positif tentang Pendidikan Umum, yang kemudian dapat dikomparasikan antara satu dengan yang lainnya. Langkah berikutnya adalah menjabarkan definisi tersebut kedalam definisi operasional yang lebih memberikan kejelasan dan batasan tertentu tentang Pendidikan Umum. Proses derivasi definisi kedalam definisi operasional, sangat berguna dalam upaya penelitian tentang Pendidikan Umum, sehingga tekanan penelitian dapat berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya dan tetap berada dalam koridor garapan Pendidikan Umum.
    5. secara historis, awal pendirian Program Studi Pendidikan Umum, di PPS IKIP sebenarnya sederhana, yaitu untuk menyiapkan dosen-dosen MKDU di Perguruan Tinggi. Dosen-dosen yang dipanggil bermacam-mcam keahliannya; ada ekonom, ahli agama, budayawan, sehingga berkembang kemudian disusun matakuliah yang terkesan ”aneh” seperti Ekonomi dan Pendidikan Umum Pancasila dalam Pendidikan Umum, IPA dalam Pendidikan Umum, dan Agama dalam Pendidikan Umum. Satu tahun lamanya tidak pernah ada yang menghiraukan matakuliah Agama dalam Pendidikan Umum, tetapi setelah itu dihilangkan dan diganti dengan matakuliah Nilai-nilai Agama sebagai Landasan Pendidikan Umum (diajarkan di S.3).
    6. Menurut sudut pandang Islam tujuan pendidikan umum itu mencakup tiga tujuan mulia, yaitu untuk mencapai manusia memiliki karakterisktik : (a) Hilmun, yaitu kesanggupan atau kemampuan untuk menolak argumentasi orang bodoh dengan bahasa yang santun; (b) Woro’, yaitu tidak rakus, rendah hati, yang mampu membentangi dirinya dari perbuatan maksiat; (c) Husnul khuluq, yakni berakhlaq baik sehingga ia bisa hidup di antara manusia.
    7. Adalah suatu keharusan bagi para ilmuwan Pendidikan Umum untuk memahami gejolak nilai yang terjadi dalam kehidupan. Mereka tidak boleh hanyut dalam pergumulan nilai (war of values). Mereka harus mampu menempatkan diri untuk ikut menata, membina, mengembangkan dan ikut mengendalikan nilai-nilai baik yang berkembang dalam masyarakat. Oleh karena itu, keahlian yang paling utama dan terpenting bagi ahli Pendidikan Umum adalah memahami dan mampu mengemban misi dalam mengembangkan kepribadian utuh dengan cara memupuk qolbu agar peserta didik memiliki keteguhan hati.
    8. Perumusan batang tubuh pendidikan umum dapat dilakukan dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda antara penggagas yang satu dengan yang lainnya, seperti halnya dapat dilakukan melalui :
    • Pencarian proses dan karakteristik pendidikan umum secara random, sementara ini dirumuskan dalam tujuh karakteristik pendidikan umum : (1) ide vital pendidikan umum adalah learning termasuk pada agama; (2) kognitif, afektif dan psikomotorik, (3) penerapan ilmu pendidikan dan psikologi dalam bidang studi; (4) Pendidikan umum cenderung melakukan integrated knowledge system yang sama dengan pengorganisasian trans. Disiplin; (5) Pendidikan umum sebagai problem solving lintas disiplin, dan (7) Pendidikan umum harus bisa membuat streotype berfikir dalam beberapa disiplin ilmu dan harus confident (percaya diri).
    • Melalui ilustrasi pohon pendidikan umum. Cara berikutnya adalah melalui ilustrasi pohon pendidikan umum, yang memuat dan memposisikan ilmu pada kedudukannya dalam Pendidikan Umum. Cara ini tentu saja tidak dapat dilakukan apabila tidak dibekali dengan pemahaman yang luas tentang kedalam kajian disiplin-disiplin ilmu.
    • Melalui suatu pengkajian dengan menggunakan kerangka filosofis yang memuat tiga konsep utama yaitu : metafisika, epitemologi dan aksiologi. Metafisika berkenaan dengan antropologi, kosmologi dan ontologi. Pada konsep tersebut, harus ditemukan apa obyek materia dan oyek forma Pendidikan Umum. Epistemologi berkenaan dengan bagaimana cara menimba pengetahuan dalam Pendidikan Umum, prosesnya, dan faktor pendukungnya, agar memperoleh pengetahuan tentang Pendidikan Umum yang benar dan menemukan tentang hakikat kebenaran dan kriterianya. Aksiologi berkenaan dengan menemukan kegunaan ilmu pengetahuan dalam Pendidikan Umum, hubungan antara sistem penggunaannya dengan norma dan moral, serta hubungan antara teknik operasinal metode ilmiah Pendidikan Umum dengan norma profesional. Dari perspektif tersebut Pendidikan Umum dapat dikaji dan diisi sehingga ”bentuk” body of knowledge-nya dapat dirumuskan.

Melalui proses rekonstruksi Pendidikan Umum berdasarkan ”ciri-ciri disiplin ilmu”, sehingga dapat ditemukan ilmu pendidikan dari Pendidikan Umum (Educology of General Education), dan struktur formal disiplin Pendidikan Umum diantara disiplin ilmu lainnya. Melalui cara ini, kajian tentang batang tubuh Pendidikan Umum dapat sampai pada suatu pengkajian tentang muatan dan alur Pendidikan Umum sebagai disiplin ilmu. Model pendekatan yang ditawarkan, dapat dilihat dalam makalah-makalah pada bab tentang Pendidikan Umum sebagai Ilmu

1.478 Siswa SD Kota Bogor Dapat PIP 2017

  • November 7, 2019

1.478 Siswa SD Kota Bogor Dapat PIP 2017

1.478 Siswa SD Kota Bogor Dapat PIP 2017

– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, percepat pencairan dana Program Indonesia Pintar

(PIP) Tahun 2017, senin kemarin. Terlebih, batas waktu yang diberikan khususnya, tingkat sekolah dasar adalah akhir November 2017, salah satu Bank milik pemerintah yang telah ditunjuk.

“Alhamdulillah, untuk gugus inti SDN Bantarjati 5, para penerima PIP bersama orangtuanya melakukan pendataan dan transaksi dengan BRI,” ujar Ketua Gugus Inti Solihin kepada Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, sekolah penerima PIP yang ada di gugusnya, terdiri dari SDN Bantarjati 5

sebanyak 44 siswa, SDN Bantarjati 6, 82 siswa, SDN Bantarjati 9, 37 siswa, SDN Ceger 2, 52 siswa dan SDN Bogor Baru sekitar 92 siswa.

“Besaran dana yang akan diterima sekitar Rp450 ribu per siswa. Saya berharap bantuan dari PIP ini benar-benar dipergunakan untuk kebutuhan sekolah. Jangan dipergunakan untuk kebutuhan lain, selain untuk sekolah anak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesiswaan SD, Disdik Kota Bogor, Lisye menjelaskan

, berdasarkan data siswa penerima percepatan pencairan 2017 di Kota Bogor ini sekitar 1.478 orang siswa.
“Mereka berasal dari 21 SD yang ada di 4 Kecamatan Bogor Utara, Tanahsareal, Bogor Selatan dan Kecamatan Bogor Tengah,” bebernya.

 

Baca Juga :