Contoh Kata Pengantar Makalah

Contoh Kata Pengantar Makalah

  • July 24, 2019

Contoh Kata Pengantar Makalah

Contoh Kata Pengantar Makalah

Berikut ini kami berikan kepada Anda 3 contoh kata pengantar makalah terbaru yang bisa menjadi inspirasi bagi pembuat makalah yang ingin melengkapi bagian kata pengantarnya:

Contoh kata pengantar makalah 1:

KATA PENGANTAR
Mengawali setiap ucapan adalah merupakan suatu kewajiban setiap insan manakala memulai dengan ucapan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Dengan judul “Reformasi Sosial Budaya Kearah Demokrasi Anti – KKN Melalui Pengembangan Manajemen Pendidikan”.
Ucapan terima kasih yang tulus penulis sampaikan pula kepada Bapak Kepala SMA Neg. 2 Bantaeng dan rekan-rekan guru serta staf Tata Usaha atas dorongannya untuk mengkaji judul tersebut guna dijadikan sebagai salah satu bahan bacaan di perpustakaan SMA Neg. 2 Bantaeng.
Selanjutnya penulis menyadari bahwa dengan keterbatasan  pengetahuan yang dimiliki oleh penulis sehingga penulis mengharapkan saran dari para pembaca guna lebih memperbaiki pada masa mendatang.
Akhirnya semoga tulisan ini dapat bermanfaat kepada kita semua.
Billahi Taufiq Walhidayah.
Bantaeng, 17 Januari 2015
 Penulis
Drs. Zaenuddin Kabai, M.Pd

Contoh kata pengantar makalah 2:

KATA PENGANTAR
Tiada kata paling indah bagi penulis adalah dengan mengawali ucapan syukur kehadirat Ilahi rabbi. Karena dengan RahmatNya sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Begitupula Salam dan Taslim kepada Rasulullah SAW. Selanjutnya ucapan terima kasih kepada saudara-saudari yang dengan sengaja meluangkan waktunya tanpa pamrih guna membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Dalam makalah ini, penulis mencoba mengungkap beberapa faktor yang berpengaruh dalam mencapai kesuksesan belajar siswa pada SMA Neg. 1 Uluere.
Penulis menyadari bahwa, hanya orang yang tidak pernah berbuatlah yang tidak pernah bersalah, kendatipun bukan berarti bahwa perbuatan itu adalah identik dengan kesalahan. Begitu pula makalah ini, bukan berarti bahwa penulis sengaja berbuat untuk dikoleksi akan tetapi, demi pengembangan masa datang. Kritik dan saran pembaca adalah merupakan suatu idaman penulis. Karena penulis menyadari bahwa makalah ini belumlah terwujud sebagaimana dengan makalah lainnya.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua terutama bagi penulis sendiri.
Billahi Taufiq Wal Hidayah
Bantaeng, 16 Januari 2015
Penulis
Drs. Zaenuddin Kabai, M.Pd

Contoh kata pengantar makalah 3:

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nyalah, sehingga makalah yang berjudul tentang “Upaya Pembentukan Antibodi pada Manusia melalui Vaksinasi” dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya. Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Penulisan makalah ini berisi tentang teori-teori mengenai antibodi pada manusia, dampak kekurangan dan kelebihan antibodi serta upaya dalam mencegah dan membentuk antibodi pada manusia.
Penulis sangat berterimakasih kepada guru pembimbing penulis yaitu Rosmini SPd selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang telah banyak memberi arahan dan bimbingan kepada penulis serta teman-teman yang telah banyak membantu penulis dari awal hingga terselesainya penulisan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kritik dan saran kepada setiap pembaca demi penyempurnaan penulisan makalah selanjutnya.

Penulis berharap agar penulisan makalah ini dapat memberikan manfaat kepada setiap pembaca. 
Roman adalah - Pengertian, Ciri dan Jenis

Roman adalah – Pengertian, Ciri dan Jenis

  • July 24, 2019

Roman adalah – Pengertian, Ciri dan Jenis

Roman adalah - Pengertian, Ciri dan Jenis

Pengertian Roman

Roman adalah bagian dari karya sastra dengan bentuk prosa yang berisi pengalaman kehidupan tokoh, mulai dan lahir sampai dewasa hingga meninggal dunia. Dalam pengertian yang lain,  roman adalah cerita dengan urutan kejadian yang bersambung satu dengan yang lain yang melukis pengalaman-pengalaman batin dan lahir dari tokoh-tokohnya dalam suatu situasi hidup tertentu. Roman biasanya lebih panjang daripada novel jika dilihat dari panjang pendeknya cerita. Roman sengaja diciptakan oleh pengarangnya untuk menampilkan keseluruhan perjalanan hidup suatu tokoh, lengkap dengan segala permasalahannya, termasuk bagaimana kehidupan sosial tokoh tersebut.
Dari semua pengertian di atas, maka dapat kita lihat bahwa roman memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan karya sastra lainnya.

Ciri-Ciri Roman

Ciri-ciri roman yang dimaksud antara lain:
  • Roman bercerita tentang seorang tokoh dari tokoh itu hidup hingga tokoh itu meninggal
  • Karakter tokoh yang diceritakan disajikan secara mendetail.
  • Memiliki alur cerita yang kompleks.

Jenis-Jenis Roman

Jenis-jenis roman dapat dibagi berdasarkan pada penitikberatan ceritanya. Dari kategori ini, jenis roman dibagi menjadi :
  • Roman Pencintaan (Liebesroman)
  • Roman Hiburan (Unterhaltungsroman)
  • Roman Anak dan Remaja (Kinder-und Jugendroman)
  • Roman pendidikan (Bildsdungsroman)
  • Roman Kriminal dan Detektif (Krimi-und Detektivroman)
  • Roman Petualangan (Abendteuerroman)
  • Roman Psikologi (Psychologischer Roman)

Sumber:

https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Klasifikasi Tumbuhan Paku

  • July 24, 2019

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Klasifikasi tumbuhan paku dapat dibedakan berdasarkan jenis sporanya. Selain itu, tumbuhan paku juga dapat klasifikasikan berdasarkan perbedaan morfologinya. Dibawah ini akan kita lihat masing-masing klasifikasi tumbuhan paku tersebut:

Klasifikasi Tumbuhan Paku Berdasarkan Spora

Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:
  • Paku Homospora: Paku homospora adalah jenis tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora. Contoh paku homospora adalah paku kawat (Lycopodium cernuum) dan suplir (Adiantum Cuneatum).
  • Paku Heterospora: Paku heterospora adalah jenis tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berlainan, yaitu mikrospora yang berkelamin jantan dan makrospora yang berkelamin betina. Contoh paku heterospora adalah semanggi (Marsilea crenata) dan paku rane (Selaginella).
  • Paku Peralihan: Paku peralihan adalah jenis tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran sama, tetapi jenis kelaminnya berbeda. Jenis tumbuhan paku tersebut merupakan peralihan antara tumbuhan paku homospora dan heterospora. Contoh paku peralihan adalah paku ekor kuda (Equisetum debile).

Klasifikasi Tumbuhan Paku Berdasarkan Morfologi

Berdasarkan morfologinya, tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam, yaitu:

  • Paku kawat (Lycophyta), memiliki struktur daun berbentuk mirip rambut sisik dengan batang seperti kawat sehingga sering disebut paku kawat. Sporangium terdapat pada sisi daun yang berkumpul membentuk kerucut yang disebut strobilus. Contoh paku kawat: Lycopodium clavatum, paku tanduk rusa (Lycopodium sp.)
  • Paku ekor kuda (Sphenophyta), yaitu jenis paku yang berdaun kecil seperti selaput dan tersusun melingkar. Batangnya mirip daun cemara, berongga, dan tumbuh tegak. Umumnya jenis paku mi hidup di dataran tinggi. Contoh paku ekor kuda: paku ekor kuda (Equisetum debile) dan Selaginela sp.
  • Paku purba (Psilophyta), sebagian besar jenisnya telah punah. Tumbuhan paku ini belum memiliki daun dan akar, batangnya bercabang menggarpu dengan sporangium terdapat pada ujung cabangnya, dan telah memiliki berkas pengangkut. Contoh paku purba: Psilotum nodum, Rhynia major.
  • Paku sejati (Pterophyta), merupakan jenis paku yang banyak dijumpai, umumnya disebut pakis. Tumbuhan ini berdaun lebar dan mudah menggulung. Sporangium terdapat pada sporofil. Contoh paku sejati: Paku sampan (Azolla pinnata),semanggi (Marsilea crenata), suplir (Adiantum cuneatum), dan paku sarang burung (Asplenium nidus).

Sumber:

https://www.dosenpendidikan.co.id/

Elastisitas Permintaan dan Penawaran

  • July 19, 2019

Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Elastisitas adalah berapa persen variable akan berubah sebagai akibatvariable lain berubah 1%. Elastisitas permintaan adalah mengukur perubahan jumlah barang yg dibeli akibat perubahansuatu factor yang mempengaruhinya.Rumus penghitung koefesien elastisitas permintaan:Ed : persentasi perubahan jumlah barang yang dimita:Persentasi perubahan harga. Sehingga :
Konsep elastisitas permintaan.

Terbagi menjadi 3 konsep yaitu:

1.Price elasticity of Demand (Elastisitas harga dari permintaan)
2.Income elasticity of Demand (Elastisitas pendapatan dari permintaan)
3.Cross elasticity of Demand (Elastisita silang dari permintaan)

Price elasticity of Demand

Adalah mengukur persentase perubahan jumlah barang yg diminta akibatperubahan jumlah harga barang tersebut.
Rumus ket :Ep > 1 = Elastis,Ep < 1 = In ElastisEp = 1 = elastisitas leniterEp = 0 = Elastisitas sempurnaE ~ = Elastisitas tidak sempurna
Income elasticity of Demand.
Adalah mengukur persentase perubahan permintaan terhadap suatu barang ygdiakabatkan oleh perubahan pendapatan konsumen.
Rumus : ket :Em>1 = Barang mewahEm<1 = Barang normalEm(-) = Barang inferior

Cross Elasticity of Demand

adalah mengukur persentase perubahan permintaan terhadap suatu barang (x) yangdi akibatkan oleh perubahan barang lain.
Rumus : ket :Ex,y (-) = complementer(+) = substitusi0 = netral
Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)
Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer dan juga pendapatan.
Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y.

Apabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.

Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi Dan sebaliknya.

Bentuk umum dari Elastisitas silang adalah :

ΔQx Py
Es = ——- x ——- > 0 (Substitusi)
Δ Px Qx
Δ Qy Px
Es = ——- x ——- < 0 (Komplementer)
Δ Py Qy
Perlu dicatat bahwa indeks/koefisien elastisitas tidak sama dengan lereng dari kurva atau slope dari kurva permintaan. Bila elastisitas tersebut no (0) berarti tidak ada hubungan antara suatu barang dengan barang lain.
Elastisitas Pendapatan (The Income Elasticity of Demand)

Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan.

Elastisitas pendapatan ini dapat dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perobahan pendapatan, dengan rumus.
Δ Q Δ Y Δ Q Y
Em = ——- : ——– atau Em = ——– x ——–
Q Y ΔY Q
Jika Em= 1 (Unity), maka 1 % kenaikan dalam pendapatan akan menaikkan 1 % jumlah barang yang diminta;
Jika Em>1 (Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian yang lebih besar dari pendapatan terhadap barang.
Jika pendapatan naik; jika Em < 1 (in Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian pendapatan yang lebih kecil untuk suatu barang, bila pendapatannya naik.

Apabila yang terjadi adalah kenaikkan pendapatan yang berakibatkan naiknya jumlah barang yang diminta, maka tanda elastisitas tersebut adalah positif dan barang yang diminta sebut barang normal atau superior.
Bila kenaikan dalam pendapatan tersebut berakibat berkurangnya jumlah suatu barang yang diminta, maka tanda elastisitas terhadap barang tersebut adalah negatif dan barang ini disebut dengan barang inferior atau giffen.

Baca Juga :

Konsumen dalam Produk dan Menentukan Pasar

Konsumen dalam Produk dan Menentukan Pasar

  • July 19, 2019

Konsumen dalam Produk dan Menentukan Pasar

Konsumen dalam Produk dan Menentukan Pasar
Konsumen dalam Produk dan Menentukan Pasar

Konsumen dalam Produk dan Menentukan Pasar

1. Perkembangan Teori Perilaku Konsumen
Perkembangan teori perilaku konsumen didasarkan pada teori ekonomi, yakni yang menjelaskan bahwa seorang konsumen akan menetapkan kuantitas komoditas yang dikonsumsi dengan cara memaksimalkan kepuasan.

2. Manfaat Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen sangat beragam tergantung pada pemanfaat atau pengguna. Terdapat dua kelompok pemanfaat: kelompok peneliti (riset) dan kelompok yang berorientasi implementasi .

A. Peran perilaku konsumen bagi pemasar atau produsen adalah mampu:

1.Membujuk konsumen untuk membeli produk yang dipasarkan.
2.Memahami konsumen dalam berperilaku, bertindak dan berpikir, agar pemasar atau produsen mampu memasarkan produknya dengan baik.
3.Memahami mengapa dan bagaimana konsumen mengambil keputusan, sehingga pemasar atau produsen dapat merancang strategi pemasaran dengan baik.

B. Segmentasi Pasar

Jarang seorang pemasar dapat memuaskan setiap orang dipasar, oleh karena itu, pada pemasar memulai dengan segmentasi pasar dimana pemasar mengidentifikasi dan membedakan kelompok – kelompok pembeli yang mungkin Iebih menyukai atau memerlukan berbagai produk dan bauran sasaran.
Segmentasi pasar dapat juga didefinisikan sebagai kegiatan membagi-bagi pasar atau market yang bersifat heterogen kedalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen. Dan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok-kelompok pasar yang terdiri dan orang-orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.

Segmentasi yang Iengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang Iebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama.

Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang Iebih penting lagi agar operasi perusahaan am jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif.

1. Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar

Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

 

2. Kelemahan-kelemahan dan tindakan segmentasi itu sendiri

Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
Biaya promosi akan menjadi Iebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

Sumber : https://guruips.co.id/

Konsep Biaya dan Manajemen Biaya

  • July 19, 2019

Konsep Biaya dan Manajemen Biaya

Konsep Biaya dan Manajemen Biaya

Konsep Biaya dan Manajemen Biaya

Dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan suatu proses produksi dapat dikategorikan dalam beberapa kelompok, yaitu :
A.Biaya Langsung
Biaya langsung merupakan biaya yang dikeluarkan untuk suatu proses produksi yang dapat dengan mudah dihubungkan secara ekonomi terhadap produk yang dihasilkan. Biaya langsung juga dapat diartikan sebagai biaya yang terlibat langsung dengan produk, yang biasanya dikeluarkan untuk membiayai tenaga kerja, dan bahan baku.
Biaya langsung itu sendiri dapat dikelompokkan lagi menjadi beberapa bagian , yaitu :

1.Biaya bahan baku langsung (direct material cost)
Biaya bahan baku langsung (BBBL) merupakan biaya yang dikeluarkan untuk bahan yang akan diolah menjadi bagian produk atau produk jadi dan pemakaiannya dapat merupakan bagian integral pada produk tertentu. Biaya bahan baku ini bisa terdiri dari biaya untuk bahan baku utama, yaitu bahan baku yang harus ada dan apabila tidak ada dapat menghambat proses produksi.

2.Biaya tenaga kerja langsung (direct manufacturing labor cost)
Biaya tenaga kerja langsung merupakan hak pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pemberi kerja kepada pekerja menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan atau peraturan perundanga-undangan atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.
BTKL = Waktu kerja (jam) x (upah pekerja/jam)

3. Biaya Pemakaian Mesin Langsung (direct manufacturing machine cost)
Biaya pemakaian mesin langsung merupakan biaya yang dikeluarkan atas penggunaan mesin untuk memproduksi produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
BPML = (jam mesin / umur ekonomis) x (harga mesin)

4. Biaya Pemakaian Listrik Langsung (direct manufacturing electric cost)
Biaya tenaga kerja langsung merupakan biaya penggunaan listrik untuk menjalankan peralatan yamg digunakan dalam proses produksi produk .
BPLL = (Jam Mesin) x (Power) x (Biaya per Kwh)
Sehingga, dapat ditentukan biaya langsung produksi satu unit rak pada stasiun kerja tersebut. Biaya Langsung = BBBL + BTKL + BPML+ BPLL

 

Biaya Tidak Langsung

Biaya tidak langsung adalah biaya yang dikeluarkan dan tidak ada hubungan secara langsung dengan produk yang dihasilkan perusahaan. Biaya tidak langsung adalah semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi selain biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung.

 

Manajemen Biaya

Manajemen Biaya adalah proses dimana perusahaan mengontrol dan merencanakan biaya dalam melakukan bisnis. Masing-masing proyek harus telah disesuaikan dengan rencana manajemen biaya, dan perusahaan secara keseluruhan juga mengintegrasikan pengelolaan biaya ke model bisnis mereka secara keseluruhan. Tidak ada pengertian tunggal untuk istilah ini, karena memiliki aplikasi yang luas. Bila dilaksanakan dengan baik, manajemen biaya akan diterjemahkan ke dalam mengurangi biaya produksi untuk produk dan layanan, serta peningkatan nilai yang dikirimkan kepada pelanggan.

 

BIAYA PRODUKSI DAN BIAYA JASA

Produk berwujud adalah barang yang diproduksi dengan mengubah bahan baku melalui penggunaan tenaga kerja dan masukan modal seperti pabrik, tanah, dan mesin.
Jasa adalah tugas atau kegiatan yang dilakukan untuk pelanggan atau kegiatan yang dilakukan pelanggan dengan menggunakan produk atau fasilitas organisasi.
Biaya produk adalah pembebanan biaya yang memenuhi tujuan manajerial yang telah ditetapkan. Biaya dibagi menjadi dua:
Biaya produksi adalah biaya yang berhubungan dengan produksi barang atau penyediaan jasa.
Biaya non-produksi adalah biaya yang berhubungan dengan fungsi penjualan dan administrasi.

TIGA TUJUAN SISTEM MANAJEMEN BIAYA
1. Menentukan biaya
2. Membantu pengambilan keputusan
3. Aktifkan pelaporan keuangan

Sumber : https://www.murid.co.id/