Realme 3 Meluncur Maret

  • January 16, 2020

Realme 3 Meluncur Maret

Realme 3 Meluncur Maret

Realme kembali menyiapkan smartphone barunya di tahun 2019 ini

yakni Realme 3. Dikutip dari GSMArena, Realme 3 merupakan penerus dari Realme 2.

Baru-baru ini Twitter official Realme memposting foto yang mengindikasikan Realme 3. Foto tersebut menunjukan dua buah box Realme 1 dan Realme 2.

Twitter Realme ungkap bocoran Realme 3

Foto tersebut juga menunjukan Realme 1 + Realme 2

=. Jelas jawabannya adalah Realme 3.

Kemungkinan besar Realme 3 mengadopsi spesifikasi Realme 1 dan Realme 2. Sayangnya, Realme tidak mengungkap foto dan spesifikasi Realme 3 dalam akun Twitter resminya.

Rumor sebelumnya mengatakan bahwa Realme 3 akan meluncur di bulan Maret. Peluncuran perdana Realme 3 akan dilakukan di India.

Negara lain kemungkinan menyusul setelah India

untuk Realme 3. Semoga saja akan masuk Indonesia.

Rumor sebelumnya juga mengungkap spesifikasi Realme 3 dengan kamera utama 48MP.

 

Sumber :

https://poptype.co/tuponur/review-titanium-backup-pro

 

Dituding Curi Data Amerika Serikat, Pemerintah Cina Tidak Terima

  • January 16, 2020

Dituding Curi Data Amerika Serikat, Pemerintah Cina Tidak Terima

Dituding Curi Data Amerika Serikat, Pemerintah Cina Tidak Terima

Hingga saat ini Huawei masih mendapat pencekalan di Amerika Serikat.

Layanan network Huawei tidak boleh digunakan di Amerika Serikat.

Alasan utama pencekalan Huawei di Amerika Serikat karena masalah keamanan. Namun, alasan utama pencekalan Huawei di AS bukanlah semata karena urusan keamanan menurut sejumlah pihak. Melainkan persaingan bisnis.

Bahkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump diperkirakan akan menandatangani kebijakan yang akan melarang operator AS menggunakan peralatan jaringan dari perusahaan Cina dalam waku dekat. Pemerintah Cina merasa Pemerintah Amerika Serikat telah mendiskriminasi perusahaan Cina.

Kementerian Luar Negeri Cina berharap semua negara akan mematuhi prinsip

persaingan yang sehat. Kementerian Luar Negeri Cina berharap semua Negara dapat bersaing dalam bisnis secara sehat.

Berdasarkan laporan dari Xinhua, Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence telah memperingatkan sekutunya untuk menganggap serius ancaman yang ditimbulkan oleh perusahaan Cina seperti Huawei ketika mereka mencari mitra untuk membangun infrastruktur jaringan 5G. Selain itu, laporan juga menyebutkan bahwa sejumlah pejabat AS berpendapat bahwa perusahaan Cina seperti Huawei atau ZTE dapat dipaksa untuk menyerahkan informasi seputar Amerika Seriket kepada intelijen Cina seperti yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Intelijen Nasional Cina.

“Ini merupakan sebuah kekeliruan dan kesalahan dalam menafsirkan UU tersebut,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang berdasarkan keterangan resmi yang diterima Selular.ID.

UU Intelijen Nasional Cina menetapkan kewajiban organisasi dan warga negara

untuk mendukung pekerjaan intelijen nasional dalam peraturan hukum di Cina. Yang dimaksud dalam UU tersebut adalah intelijen negara wajib mematuhi undang-undang, menghormati, melindungi hak asasi manusia serta melindungi hak individu dan organisasi.

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5e18c47b09b5ca4409299731/

 

Apple Tunda Fitur ‘Walkie-Talkie’ pada iPhone

  • January 7, 2020

Apple Tunda Fitur ‘Walkie-Talkie’ pada iPhone

Apple Tunda Fitur ‘Walkie-Talkie’ pada iPhone

Beberapa waktu lalu Apple dikabarkan menjalin kerjasama dengan Intel

dengan menciptakan fitur ‘Walkie-Talkie’. Pengguna iPhone terdekat bisa berkomunikasi satu sama lain bahkan tanpa konektivitas data selular melalui ‘Walkie-TAlkie’ yang dibangun.

Dilansir dari The Information, Fitur ini akan memanfaatkan gelombang radio jarak jauh untuk terhubung dengan iPhone lain, sehingga memungkinkan bagi pengguna iPhone dalam mengirim dan menerima pesan.

Bahkan, Pemilik iPhone bisa mengirim pesan suara melalui frekuensi radio tersebut.

‘Walkie-Talkie’ pada iPhone akan dirancang pada spektrum radio 900MHz, berbeda dengan yang tersemat pada iWatch yang masih mengandalkan jaringan selular.

Fitur yang disebut poyek OGRS (Off-Grid Radio Service) dalam Apple, Projeck Sherk di Intel, kemungkinan layanan ini akan terdengar seperti ‘OGRE’.

Baca juga: Kontroversi Baterai iPhone, Ini Respon Apple

Selain itu, dikabarkan pula fitur ini akan mengandalkan modem Intel.

Namun keputusan itu masih sekedar rumor, karena Apple dikatakan pula akan menggunakan kembali modem Qualcomm di iPhone mulai 2020.

Sayangnya, pengguna iPhone akan kecewa karena fitur berguna ini akan mengalami penundaan. Dilaporkan dari The Information, Penundaan terjadi karena Ruben Caballero meninggalkan Apple awal tahun ini.

Hal itu juga diduga akibat beralihnya Apple ke modem Qualcomm. Tetapi tidak perlu khawatir, Qualcomm, telah mengembangkan fitur serupa, LTE Direct. Melalui LTE Direct yang dibangun, memungkinkan koneksi peer-to-peer antara perangkat sejauh 500 meter.

 

Baca Juga :

Top 5 Produsen Smart Speaker Global Q2-2019

  • January 7, 2020

Top 5 Produsen Smart Speaker Global Q2-2019

Top 5 Produsen Smart Speaker Global Q2-2019

Perangkat smart speaker memang belum populer di tanah air,

namun di negara-negara maju, produk pengeras suara dengan suntikan asisten virtual pintar itu terus mencuri minat konsumen.

Kian digemari, pasar smart speaker kian tumbuh. Menurut laporan terbaru dari perusahaan riset Canalys, pengiriman global perangkat mencapai 26,1 juta unit selama kuartal kedua, naik 55,4% dari tahun ke tahun.

Itu adalah tingkat pertumbuhan yang akan membuat sebagian besar produk elektronik konsumen lainnya iri. Total penambahannya mencapai 9,3 juta speaker selama periode tiga bulan, jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu.

Terus memimpin industri adalah pencipta kategori itu sendiri, Amazon.

Pabrikan jajaran speaker Echo itu mengirimkan 6,6 juta unit dari April hingga Juni, meningkat 61,1% setiap tahun, dengan pangsa pasar global 25,4%.

Berita besar dalam laporan ini adalah kedudukan Google sekarang telah digeser dari produsen smart speaker terbesar kedua oleh Baidu China. Canalys mengutip “pemasaran agresif” menjadi alasan mengapa itu mengalahkan Google selama kuartal kedua.

Baidu mengirimkan total 4,5 juta smart speaker selama periode itu dibandingkan dengan 4,3 juta untuk Google.

Baidu dan Google masing-masing memiliki 17,3% dan 16,7% dari pasar speaker global.

Secara tahunan, pengiriman pengeras suara Baidu melambung 3700% selama periode tiga bulan.

Menyusul Google, di tempat keempat berdiri konglomerat Tiongkok Alibaba, dengan mengirimkan 4,1 juta unit selama tiga bulan.

Meskipun pengiriman meningkat hampir 39%, perusahaan tidak dapat mengikuti pasar secara keseluruhan dan pangsa pasarnya menurun dari 17,7% menjadi 15,8%.

Dan di tempat kelima adalah Xiaomi dengan pengiriman 2,8 juta penutur dan sepotong kue 14,1%.

 

Sumber :

https://dolanyok.com/

Youtube Hapus Konten ‘Dewasa’ dan ‘Kekerasan’

  • January 7, 2020

Youtube Hapus Konten ‘Dewasa’ dan ‘Kekerasan’

Youtube Hapus Konten ‘Dewasa’ dan ‘Kekerasan’

YouTube dikabarkan telah diam-diam mengumumkan perubahan kebijakan

untuk perlakuan video yang ditargetkan bagi anak-anak di bawah umur.

Dilansir TheVerge, platform video itu mengatakan bahwa sekarang akan menghapus semua konten yang berisi tema “kekerasan” atau “dewasa”.

Tidak hanya itu, semua video yang ditargetkan untuk anak-anak, baik melalui judul video, deskripsi, atau tag yang menyertainya juga akan segera dihapus.

Sebelumnya Youtube memang telah membatasi itu

, tetapi sekarang pihaknya selangkah lebih maju untuk membantu membersihkan platform dan menjadikannya sebagai tempat yang lebih aman bagi anak-anak.

Baca juga: Kurang Populer, Youtube Hilangkan Direct Message

Hal itu karena Komisi Perdagangan Federal sedang menyelidiki apakah YouTube melanggar Undang-Undang Privasi Daring Anak-anak (COPPA). Pihak Youtube enggan berkomentar terkait kabar tersebut.

Perubahan kebijakan sejak Rabu (21/8), hanya dilakukan pada forum komunitas Bantuan YouTube yang mendapat respons 20 balasan dan sedikit liputan berita, tampaknya hal ini kurang diperhatikan.

YouTube mengatakan akan mulai meningkatkan penegakan kebijakan baru ini

selama 30 hari ke depan, untuk memberi para pembuat konten mengenal aturan baru tersebut.

Lebih lanjut pihaknya akan menghapus video yang melanggar kebijakan, tetapi tidak akan memberhentikan saluran sampai periode 30 hari berakhir.

Baca juga: Pengguna Waze Kini Bisa Nikmati YouTube Music

Video yang diunggah sebelum perubahan kebijakan tidak akan mendapat teguran, tetapi perusahaan pemilik platform video itu berhak menghapus video tersebut.

Para kreator disarankan untuk memeriksa pedoman YouTube Kids jika mereka ingin secara khusus menjangkau anak-anak dengan video mereka.

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/

3 Perbedaan Vivo V17 Pro dan V15 Pro

  • December 29, 2019

3 Perbedaan Vivo V17 Pro dan V15 Pro

3 Perbedaan Vivo V17 Pro dan V15 Pro

Vivo akhirnya mengkonfirmasi perangkat terbaru yang bakal dihadirkan

untuk pasar Indonesia, yakni V17 Pro. Melalui teaser di Media Sosial dan TVC, Vivo juga mengungkap beberapa sepsifikasi yang bakal diusung oleh V17 Pro.

Dibandingkan dengan seri pendahulunya, yakni V15 Pro, smartphone ini menawarkan beberapa peningkatan. Apa saja yang membedakan Vivo V17 Pro dengan seri pendahulunya?
1. Dual Pop up Selfie Camera.

Jika Vivo V15 Pro mengadopsi single pop-up selfie camera beresolusi 32MP,

vivo V17 Pro menawarkan rangkaian fitur pendukung smartphone fotografi seperti 32MP Dual Pop-Up Selfie Camera yang dilengkapi Super Wide-Angle Selfie untuk mendapatkan hasil swafoto yang lebih luas.

Baca juga: Vivo Konfirmasi Kehadiran V17 Pro di Indonesia
2. Empat Kamera

Vivo juga menawarkan 48MP AI Quad Camera yang menjadi bagian dari keunggulan vivo V17 Pro. 48MP AI Quad Camera ini didukung dengan fitur Super Night Mode untuk menghasilkan foto yang lebih jernih dan tajam meski di pencahayaan yang minim atau malam hari. Sedangkan V15 Pro hanya memiliki tiga lensa sebagai kamera utama.
3. Warna

Vivo V15 tersaji dalam varian warna Topas Blue dan Coral Red sedangkan vivo V17 Pro

hadir di Indonesia dengan dua pilihan warna esensial hitam dan putih.

 

Sumber :

https://dogetek.co/

neuCentrIX Hadir di Indonesia Cloud & Data Center Convention 2019

  • December 29, 2019

neuCentrIX Hadir di Indonesia Cloud & Data Center Convention 2019

neuCentrIX Hadir di Indonesia Cloud & Data Center Convention 2019

Mengikuti industri cloud dan data center yang terus berkembang, PT Telkom Indonesia

(Persero) Tbk (Telkom) turut berpartisipasi dalam Indonesia Convention Cloud & Data Center 2019 yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta (5/9) dengan menampilkan neuCentrIX, salah satu brand data center yang dikelola oleh TelkomGroup.

Menurut Edwin Aristiawan, Direktur Wholesale and International Services Telkom neuCentrIX menghadirkan data center yang terkoneksi dengan network Telkom maupun operator lain baik domestik maupun global. Content provider domestik cukup mengunakan layanan neuCentrIX di kota terdekatnya dan dapat merasakan manfaat akses global.

“NeuCentrIX merupakan neutral data center yang terkoneksi ke berbagai service dan network provider dari seluruh dunia,” lanjut Edwin. Saat ini neuCentriX terdapat di 17 lokasi, di 11 kota di dalam negeri, 3 lokasi di Singapura dan 1 lokasi di Hong Kong.

NeuCentrIX dibangun dengan fasilitas kelas dunia yang memenuhi standar internasional.

Hal ini untuk mengakomodasi peluang pasar konten provider di regional yang terhubung dengan 260 juta masyarakat Indonesia, serta jutaan lainnya melalui keberadaan 65 point of presences di seluruh penjuru dunia yang dikelola anak perusahaan Telkom yakni Telin.

NeuCentrIX sendiri merupakan bagian dari inisiatif TelkomGroup untuk menjadikan Indonesia sebagai Global Digital Hub. Hal ini diwujudkan dengan menyelesaikan proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Indonesia Global Gateway (IGG) yang menyambungkan sistem kabel dari dua benua, yakni Eropa dan Amerika.

Salah satu implementsi strategis dari Global Digital Hub diwujudkan

dengan tersedianya data center guna mendukung dan mempercepat pembangunan ekosistem digital di Indonesia.

Kehadiran neuCentrIX sebagai jaringan data center diharapkan mampu menggerakkan perekonomian digital tidak hanya bangsa Indonesia namun juga dunia. Karenanya peran neuCentrIX sangat kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai penghubung dan hub internet dunia.

 

Baca Juga :

Uji Jaringan 5G, 3 Indonesia Gaet Mahasiswa dengan Hologram

  • December 29, 2019

Uji Jaringan 5G, 3 Indonesia Gaet Mahasiswa dengan Hologram

Uji Jaringan 5G, 3 Indonesia Gaet Mahasiswa dengan Hologram

Mengikuti operator lainnya, 3 Indonesia sebagai operator yang membidik

pangsa pasar anak muda, akhirnya menggelar uji coba 5G.

Uji coba generasi ke 5 ini dilakukan 3 Indonesia dengan menggandeng Kementeriaan Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) serta Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Jawa Timur.

Seperti XL Axiata yang uji coba 5G dengan hologram, 3 Indonesia pun melakukan hal yang sama melalui hologram. Dengan tujuan holographic call di jaringan 5G yang akan memungkinkan digunakan untuk pertemuan jarak jauh, untuk berbagai sektor misalnya di sektor pendidikan, untuk produktivitas belajar bagi mahasiswa dan pengajar.

Dolly Susanto, Chief Commercial Officer 3 Indonesia mengatakan, bahwa uji coba ini dilakukan menyusul pemberian izin oleh Kominfo pada 3 Indonesia untuk melaksanakan uji coba 5G di spektrum 28Ghz.

Uji coba 5G merupakan komitmen untuk membantu anak muda Indonesia

lebih siap menghadapi tantangan global dan membuka kesempatan bagi dunia pendidikan.

“Kecepatan 5G yang dihadirkan dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan kegiatan belajar mengajar jarak jauh. Atau mengirimkan karya ke belahan dunia secara realtime,” ujar Dolly, di ITS, Surabaya Jawa Timur (05/09/19).

Pada uji coba 5G yang dilakukan 3 Indonesia mencapai kecepatan unduh data hingga 760Mbps dan kecepataan unggah 75,9Mbps dengan latency 11ms.

Lebih lanjut Dolly menjelaskan, uji coba 5G di jaringan 3 Indonesia merupakan uji coba

pertama 5G di Indonesia, yang dilakukan di live system secara end to end yang menggunakan frekuensii millimetre mave untuk 5G GNB radio dari Nokia, 80 GHz untuk E-band transport, NSA3x 5G core network di Semarang, serta HSS, PCRF dan Volte IMS di Jakarta dan perangkat 5G.

Sementara Danny Buldansyah, Wakil Presiden Direktur PT Hutchison 3 Indonesia menuturkan 5G dengan kecepatan 100 kali lipat dengan melihat kondisi telekomunikasi saat ini, bermanfaat untuk penetrasi broadband kecepatan super tinggi.

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/

Sebagai Sumber Utama Informasi, Line Andalkan Line Help

  • December 29, 2019

Sebagai Sumber Utama Informasi, Line Andalkan Line Help

Sebagai Sumber Utama Informasi, Line Andalkan Line Help

Line Indonesia secara resmi merilis akun Resmi Line Help yang ditujukan sebagai sumber utama

informasi terkait pelayanan pelanggan. Melalui Akun Resmi Line Help, pengguna Line kini dapat menerima berbagai bantuan sekaligus mengirimkan form pengaduan terkait penggunaan Line mereka langsung dari dalam aplikasi Line.

Dale Kim, Managing Director Line Indonesia mengatakan, Pengguna bisa menambahkan akun resmi Line Help dengan melakukan pencarian teman di Line dengan kata kunci @linehelpid atau membuka tab Lainnya dan mengklik “Help Center” atau “Pusat Bantuan”.

“Melalui peluncuran Akun Resmi Line Help yang menjadi sumber informasi utama p

elayanan pelanggan yang menyediakan berbagai informasi terkait Line melalui tiga fitur utama yang dimilikinya, yakni Pusat Bantuan, Cadangan Obrolan, dan Formulir Pengaduan yang penting untuk diketahui pengguna,” ujar Dale Kim.

Dikatakan Dale Kim, Line Help dirancang agar mudah untuk digunakan oleh pengguna. Ketika pertama kali masuk ke dalam Line Help, pengguna akan disambut oleh pesan selamat datang yang berisi tutorial untuk mempelajari fitur-fitur utama di Line Help seperti mempelajari Pusat Bantuan, membuat Cadangan Obrolan, serta mengirimkan Formulir Pengaduan.

Meskipun diperkenalkan untuk pertama kalinya pada akhir tahun lalu, Line Help

baru saja mendapatkan sejumlah update atau pemutakhiran pada Juli kemarin. Melalui pemutakhiran ini, Line Help menambahkan beberapa fitur atau fungsi baru, seperti pencadangan obrolan di Line secara berkala.

Pemutakhiran ini hadir untuk lebih mengoptimalkan fungsi di dalam Line Help sehingga diharapkan bisa menjadi sumber utama informasi untuk pelayanan pelanggan yang lebih baik.

 

Baca Juga :

iOS 13 didukung Fitur Augmented Reality?

  • December 29, 2019

iOS 13 didukung Fitur Augmented Reality?

iOS 13 didukung Fitur Augmented Reality

Setelah peluncurannya iPhone 11 diketahui, kini Apple diketahui akan merilis handset AR.

 

Dilansir dari GadgetsNow, Pemilik iPhone itu dikabarkan sedang mengerjakan produk kacamata AR miliknya sendiri. Hal ini diketahui dari sebuah petunjuk yang diberikan dalam iOS 13.

Hal ini berbeda dari yang dilaporkan Digitimes, bahwa proyek AR ini ditangguhkan oleh Apple.

Baca juga : Catat, Ini Tanggal Pre Order iPhone 11

Macrumors melaporkan, Internal build dari iOS 13 disebut sebagai aplikasi ‘STARTester’ yang dapat beralih keluar dan masuk dalam mode pengujian Augmented Reality bagi penggunanya. Disebutkan pula ada 2 mode yang terpasang, yakni ‘worn’ dan ‘held’.

Lebih lanjut dalam iOS 13, ditemukan file README internal didalamnya

, yang mengungkap tentang shell sistem ‘Starboard’ sebagai aplikasi pendukung AR.

File tersebut mengungkap Apple bisa bekerja pada perangkat AR dengan mengetikan ‘Garta’ sebagai kata sandinya.

Beredar juga rumor mengenai istilah dalam ARnya itu seperti ‘StarBoardMode’, ‘View’, dan ‘Scene’. Bahkan, beberapa juga menyebutkan ‘ARStarBoardViewController’ dan ‘ARStarBoardSceneManager’.

Baca juga: Hati-Hati, Secara Terselubung Situs Web ini Meretas iPhone Anda

 

Bagaimanapun, hal itu semua tidak menjelaskan lebih detail mengenai perangkat ini serta perilisannya.

Namun, Seorang analis, Ming Chi Kuo mengatakan bahwa vendor raksasa itu akan merilis ARnya pada 2020 mendatang.

Seperti yang diketahui, Fitur Augmented Reality ini telah lebih dulu hadir pada kolom search Google. Search Engine raksasa itu meluncurkannya pada awal 2019 lalu melalui acara Google I/O 2019.

Walaupun untuk saat ini, belum semua perangkat bisa menikmati AR milik Google tetapi beberapa diantaranya telah tersedia.

 

Sumber :

https://dogetek.co/