Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

  • August 23, 2019

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :

Matahari Terbit Terindah di Kamboja

Matahari Terbit Terindah di Kamboja

  • August 6, 2019

Matahari Terbit Terindah di Kamboja

Matahari Terbit Terindah di Kamboja

Mau lihat sunrise terindah saat liburan di Kamboja?

Datanglah ke Angkor Wat. Dari sinilah, panorama matahari terbit akan membuat Anda jatuh hati.

Pagi itu, langit Siem Reap, Kamboja cukup cerah. Akhir-akhir ini Kamboja jarang diguyur hujan, kata warga sekitar. Kesempatan ini tak saya sia-siakan untuk menikmati matahari terbit di balik candi Angkor Wat yang kata sebagian orang pemandangannya cantik.

Kamis (5/5/2016) sekitar pukul 04.30 pagi, saya bersiap meninggalkan hotel menuju Angor Wat. Semalam, saya sudah meminta kepada petugas hotel untuk memanggil remork atau tuk-tuk, transportasi khas Kamboja. Saya menginap di Sofitel Angkor Phokeethra Golf di Siem Reap, Kamboja.

Siap-siap naik tuk-tuk

Sesampainya di lobi hotel sekitar 05.00 pagi, remork sudah siap mengantar saya dan dua teman lain. Tak menunggu waktu lama, kami pun menaiki remork tersebut.

Oh ya, untuk menyewa remork ini dari hotel ke Angkor Wat, menurut petugas hotel, kami harus membayar USD 10 (Rp 133 ribu). Ya, pembayaran apa pun di Kamboja bisa menggunakan dolar Amerika. Tapi jika uangnya lebih, maka kembaliannya dalam bentuk mata uang Riel Kamboja. Tarif USD 10 itu sudah termasuk pulang pergi dari hotel ke Angkor Wat, dan sopir remork dengan sabar menunggu kami hingga pulang kembali ke hotel.

Remork pun mulai menyusuri jalanan Siem Reap, Kamboja di pagi hari yang masih gelap. Sebelum masuk ke Angkor Wat, kami diharuskan membeli Angkor Pass, semacam tiket masuk. Lokasi pembelian tiket masuk cukup jauh dengan Angkor Wat.

Saat membeli Angkor Pass, antrean tidak begitu mengular. Jadi, saya bisa dengan cepat membelinya. Ketika membeli Angkor Pass, kita diharuskan foto diri terlebih dahulu. Petugas loket Angkor Pass akan mengarahkan untuk berfoto.

Bukti tiket ke Angkor Wat

Tarif Angkor Pass ini adalah USD 20 (Rp 266 ribu) untuk seharian penuh. Dengan satu Angkor Pass, kita bisa mengujungi kuil-kuil selain Angkor Wat selama seharian penuh. Kuil-kuil di sana bisa dikunjungi mulai pukul 05.30 hingga pukul 17.30 waktu setempat.

Anda juga bisa membeli Angkor Pass untuk penggunaan 3 hari dan 7 hari. Angkor Pass untuk 3 hari dibanderol USD 40 (Rp 532 ribu) sementara untuk 7 hari USD 60 (Rp 799 ribu).

Selesai membeli Angkor Pass, kami pun tak membuang waktu untuk menuju Angkor Wat. Jangan sampai ketinggalan pemandangan cantik matahari terbit di balik Angkor Wat. Perjalanan dari tempat pembelian Angkor Pass ke Angkor Wat memakan waktu sekitar 15 menit.

Turis-turis yang siap berburu sunrise (Rangga/detikTravel)

Beruntung, sesampainya di depan Angkor Wat, matahari belum sepenuhnya terbit. Hanya ada cahaya oranye yang membias di balik awan.

Ternyata, di sekitar danau di depan Angkor Wat, wisatawan sudah ramai menunggu pemandangan cantik ini. Mereka sudah menyiapkan beragam perangkat untuk merekam kesempatan emas ini. Mulai dari kamera foto, hingga kamera video lengkap dengan tripotnya sudah disiapkan.

Perlahan, matahari mulai mengintip di balik kuil Angkor Wat. Warna jingganya begitu menarik dipadu dengan bangunan tegas khas Angkor Wat. Tak membuang waktu, saya pun langsung mengambil gambar pemandangan cantik ini.

Matahari yang terlihat malu-malu (Rangga/detikTravel)

Pemandangan yang sangat syahdu (Rangga/detikTravel)

Puas mengambil gambar, saya dan dua teman lainnya memutuskan untuk masuk ke Angkor Wat. Kami harus menaiki beberapa anak tangga untuk bisa masuk ke Angkor Wat.

Bangunannya terlihat cukup kokoh. Tak hanya kokoh, bangunan kuil ini juga terlihat sangat presisi.

Ketika berada di dalam, langkah saya terhenti di salah satu sudut seperti tempat peribadatan. Di sana ada biarawan yang duduk lengkap dengan pakaian khasnya. Di sebelahnya terdapat kotak donasi.

Sudut-sudut Angkor Wat (Rangga/detikTravel)

Salah satu teman saya memutuskan untuk memberikan donasi. Setelah memasukkan uang ke kotak donasi tersebut, biarawan pun mengikatkan sebuah gelang ke lengan teman saya sambil mengucapkan semacam doa atau mantra.

Lelah sekaligus puas berjalan-jalan di sekitar Angkor Wat, sudah waktunya kami kembali ke hotel untuk sarapan. Pengemudi remork dengan setia menunggu di lokasi parkir di luar Angkor Wat. Kami pun langsung menuju hotel.


Baca Artikel Lainnya:

Sair Pohon Duka

  • August 5, 2019

Sair Pohon Duka

 

Sair Pohon Duka

 

Disepi ini aku mencari

dan terus mencari cahaya dari bayang-bayangmu yang ternyata semu. Perjalanan yang dulu kita jalani bersama, hannyalah sebuah bayangan semu yang kian sirna dari harapanku. Semua nada-nada indah tentang sebuah cinta yang telah aku gantungkan di sebuah pohon harapan, kini keindahan itu telah berguguran, itupun karenamu.

Ini mungkin sebuah tangis kegundahan

tapi aku akan terus mencoba untuk menyimpulkannya bersama buaian harapan yang telah tenggelam.

Air matapun berguguran menemani setiap penantian

akan janji-janji manis itu, namun telah kau percundangkan. Segala cintaku yang telah kau sia-siakan tanpa arah dan tujuan, sungguh menguburku hidup-hidup.
Biarkan aku meraih bahagiaku….!!!

Baca Juga :

Komentar Dokter Soal Fenomena Ibu yang Gemar Posting Kantong ASI di Medsos

Komentar Dokter Soal Fenomena Ibu yang Gemar Posting Kantong ASI di Medsos

  • August 3, 2019

Komentar Dokter Soal Fenomena Ibu yang Gemar Posting Kantong ASI di Medsos

Komentar Dokter Soal Fenomena Ibu yang Gemar Posting Kantong ASI di Medsos

Ibu bekerja yang masih ingin memberikan ASI Eksklusif

kepada bayinya bisa melakukan metode pumping atau memerah ASI kemudian diletakkan pada wadah-wadah tertentu yang aman agar kualitas dan mutunya tetap terjamin.

“ASI perah bisa tahan di dalam kulkas selama 5-8 hari. Kalau mau disimpan terus lama-lama, kita bisa simpan di freezer dia bisa tahan 3-6 bulan,” kata Satuan Tugas ASI IDAI, dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, saat dijumpai detikHealth di Gedung Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

Meski demikian

ibu tak perlu berlama-lama menyimpan ASI tersebut di lemari pendingin. Sebab ketika membiarkan kebiasaan itu tetap berlanjut, bisa jadi ibu tidak lagi memiliki keinginan untuk menyapih anaknya.

Ibu bekerja yang masih ingin memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya bisa melakukan metode pumping atau memerah ASI kemudian diletakkan pada wadah-wadah tertentu yang aman agar kualitas dan mutunya tetap terjamin.

ASI perah bisa tahan di dalam kulkas selama 5-8 hari

Kalau mau disimpan terus lama-lama, kita bisa simpan di freezer dia bisa tahan 3-6 bulan,” kata Satuan Tugas ASI IDAI, dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, saat dijumpai detikHealth di Gedung Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

Meski demikian, ibu tak perlu berlama-lama menyimpan ASI tersebut di lemari pendingin. Sebab ketika membiarkan kebiasaan itu tetap berlanjut, bisa jadi ibu tidak lagi memiliki keinginan untuk menyapih anaknya.


Baca Artikel Lainnya:

Setangkai Mawar Untuk Ibu

  • August 1, 2019

Setangkai Mawar Untuk Ibu

Setangkai Mawar Untuk Ibu

 

Di depan sebuah toko bunga

seorang pria menghentikan mobilnya tepat di depan toko tersebut. Ia bermaksud ingin memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 200 km darinya.
Begitu pria itu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di atas trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu lalu menghampiri gadis kecil tersebut dan menanyai mengapa ia menangis. “Hai adik kecil, kenapa kau menangis?”

Gadis kecil itu pun menjawab

“Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya hanya memilki uang Seribu Rupiah saja. Sedangkan harga mawar itu Lima Ribu Rupiah”.
Pria itu pun tersenyum, lalu ia berkata. “Ayo ikut denganku, aku akan membelikan bunga yang kamu mau.”
Gadis kecil itupun segera mengikuti pria tersebut masuk kedalam toko bunga. Pria itu membelikan setangkai mawar merah untuknya, sekaligus memesan karangan bunga untuk dikirimkan kepada ibunya.
Setelah semuanya selesai dan hendak pulang, pria itu menawarkan diri untuk mengantar si gadis kecil pulang ke rumah. Gadis kecil itu pun melonjak gembira, katanya, “Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan saya ke tempat ibu saya lebih dulu?”

“Baik, aku akan mengantarkanmu kemana saja.”

jawab pria itu sambil tersenyum. Kemudian mereka berdua menuju ke sebuah tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yang ternyata merupan sebuah komplek pemakaman umum. Setelah mereka tiba di sana, gadis kecil itu segera keluar dari mobil dan berlari menuju sebuah makam, ia kemudian meletakkan setangkai bunga mawar miliknya pada makam tersebut.
Melihat hal ini, pria itu lalu mendekati gadis kecil tersebut dan bertanya. “Makam siapa ini adik kecil?”
Dengan wajah penuh rasa gembira dan haru, gadis itu menjawab. “Ini adalah tempat tinggal ibu saya. Saya senang mengunjunginya di sini walau pun saya harus berjalan puluhan kilo meter, saya akan tetap mengunjungi ibu saya.”
Mendengar jawaban gadis kecil itu, hati pria tersebut menjadi terenyuh dan teringat akan sesuatu. Akhirnya setelah mengantarkan gadis kecil itu pulang, ia bergegas kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan paket kirimannya dan ingin mengantarkannya sendiri. Dalam hati, ia menyadari bahwa jarak bukanlah suatu batasan untuk menjumpai orang yang dikasihi.

Baca Juga :

Kenali Tanda Stroke dan Solusinya

  • July 27, 2019

Kenali Tanda Stroke dan Solusinya

Kenali Tanda Stroke dan Solusinya

Apa yang terjadi?

Biasanya tidak ada tanda-tanda stroke akan terjadi, dan kalaupun ada, hanya sedikit. Penderita stroke harus cepat-cepat dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa dan ditangani agar kerusakan otak permanen dapat dicegah. Efek pasca-stroke berbeda-beda, bergantung pada letak dan tingkat kerusakan. Efeknya berkisar dari gejala sementara yang ringan, misalnya kehilangan penglihatan, sampai cacat seumur hidup atau koma dan kematian pada sebagian orang apabila stroke menyebabkan kerusakan otak yang luas. Jika gejalanya hilang dalam waktu 24 jam, kondisi ini dikenal sebagai serangan iskemik sementara (transient ischaemic attack (TIA), yang merupakan tanda peringatan stroke yang mungkin akan terjadi.

Apa penyebabnya?

Sekitar separuh dari semua troke terjadi ketika gumpalan darah terbentuk dalam arteri otak. Proses ini disebut trombosis serubrum.
Embolisme serubrum terjadi ketika fragmen gumpalan darah yang telah terbentuk di bagian tubuh lain, misalnya di jantung atau arteri utama di leher, terbawa dalam darah dan tersangkut di arteri yang memasok otak. Hampir sepertiga dari semua stroke disebabkan oleh embolisme serebrum.
Perdarahan serebrum, yang menyebabkan sekitar seperlima dari semua stroke terjadi ketika arteri yang mengaliri otak pecah dan darah merembes keluar menuju otak.
Gumpalan darah yang menyebabkan trombosit serebrum dan embolisme serebrum lebih mungkin terbentuk dalam arteri yang telah rusak akibat aterosklerosis, kondisi berupa penumpukan lemak (ateroma) pada dinding arteri. Faktor-faktor yang meningkatkan ateroskleoris adalah pola makan tinggi lemak, merokok, diabetes melitus, dan peningkatan kadar kolesterol darah.

Apa risikonya?

Risiko embolisme, trombosit, atau perdarahan serebrum meningkat akibat tekanan darah tinggi yang diperiksa dan ditangani segera.
Embolisme serebrum mungkin merupakan komplikasi gangguan jantung seperti kelainan ritme jantung, kelainan katup jantung, dan serangan jantung yang belum lama terjadi, yang semuanya dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah di jantung.
Anemia sel bulan sabit atau abnormalitas sel darah merah, juga meningkatkan risiko trombosis serebrum karena sel darah abnormal cenderung menggumpal dan menyumbat pembuluh darah.
Kondisi yang lebih jarang terjadi adalah trombosis karena penyempitan dan arteri yang mengalir ke otak akibat peradangan dalam kelainan autoimun, misalnya poliarteritis nodosa, yaitu penyerapan jaringan tubuh yang sehat oleh sistem kekebalan tubuh itu sendiri.
Apa gejalanya?
Pada kebanyakan orang, gejala stroke berkembang cepat dalam hitungan detik atau menit. Gejala tepatnya bergantung pada daerah otak yang terserang. Gejala stroke berupa:
Rasa lemas dan ketidakmampuan menggerakkan salah satu sisi tubuh.
Mati rasa pada salah satu sisi tubuh.
Tremor, kikuk, atau kehilangan kontrol gerakan halus.
Gangguan penglihatan, misalnya satu mata yang tidak dapat melihat.
Bicara tidak jelas.
Kesulitan menemukan kata-kata dan memahami omongan orang lain.
Muntah-muntah, vertigo, dan kesulitan menjaga keseimbangan.
Stroke berat dapat menyebabkan penderita tidak sadar dan mengalami koma, bahkan meninggal dunia.
Bagaimana mendiagnosisnya?
Jika Anda mencurigai seseorang terkena stroke, bawalah dia cepat-cepat ke rumah sakit untuk menemukan penyebabnya dan memulai penanganan.
Pencitraan otak, misalnya computerized tomography (CT) scan atau MRI dapat dilakukan untuk mencari tahu apakah stroke disebabkan oleh perdarahan atau penyumbatan pembuluh darah. (tty)

Baca Juga :