Council of Europe Convention on Cyber crime

  • November 1, 2019

Council of Europe Convention on Cyber crime

 

Council of Europe Convention on Cyber crime

Dalam kesempatan kali ini saya ingin membandingkan masalah akses yang tidak sah terhadap isi dari computer yang bukan miliknya.

Dalam computer crime act Malaysia, dijelaskan pada Bagian II poin ke-3 yaitu :

akses tidak sah ke komputer materi

(1) Seseorang akan bersalah jika – (a) ia menyebabkan komputer untuk melakukan fungsi apa pun dengan maksud untuk mengamankan akses ke program atau data yang diselenggarakan di komputer manapun;

(bakses yang ia bermaksud untuk mengamankan adalah tidak sah, dan (c) dia tahu pada saat ia menyebabkan komputer untuk melakukan fungsi yang terjadi.

(2) Tujuannya seseorang harus memiliki untuk melakukan kejahatan di bawah bagian ini tidak perlu diarahkan pada –

(a) program tertentu atau data;

(b) program atau data dari setiap jenis tertentu, atau

(c) program atau data yang diselenggarakan di setiap komputer tertentu. (3) Seseorang bersalah pada bagian ini akan pada keyakinan dikenakan denda paling banyak lima puluh ribu ringgit atau penjara untuk jangka waktu tidak melebihi lima tahun atau untuk keduanya. Computer Crimes 9

Sedangkan pada Council of Europe Convention on Cyber crime masalah yang sama dijelaskan dalam bagian section 1 Substantive criminal law

Article 2 – Illegal access

Each Party shall adopt such legislative and other measures as may be necessary to establish as criminal offences under its domestic law, when committed intentionally, the access to the whole or any part of a computer system without right. A Party may require that the offence be committed by infringing security measures, with the intent of obtaining computer data or other dishonest intent, or in relation to a computer system that is connected to another computer system.

Article 13 – Sanctions and measures

1    Each Party shall adopt such legislative and other measures as may be necessary to ensure that the criminal offences established in accordance with Articles 2 through 11 are punishable by effective, proportionate and dissuasive sanctions, which include deprivation of liberty.

2    Each Party shall ensure that legal persons held liable in accordance with Article 12 shall be subject to effective, proportionate and dissuasive criminal or non-criminal sanctions or measures, including monetary sanctions.

Kesimpulan dari potongan peraturan diatas adalah bahwa seseorang dinyatakan telah melakukan cyber crime apabila mengakses computer yang bukan miliknya secara tidak sah demi kepentingan pribadi. Perbedaan yang mencolok dari kedua peraturan tersebut adalah dalam computer crime act Malaysia, hukuman yang dijatuhkan terhadap pihak yang bersalah disebutkan dengan jelas yaitu maksimal penjara lima tahun serta denda sebesar lima puluh ribu ringgit. Sedangkan dalam Council of Europe Convention on Cyber crime, hukuman berapa lama pihak bersalah dipenjara ataupun membayar denda tidak disebutkan secara jelas.

Council of Europe Convention on Cyber crime
Pengertian Novel Menurut Para Ahli

Pengertian Novel Menurut Para Ahli

  • August 21, 2019

Pengertian Novel Menurut Para Ahli

Pengertian Novel Menurut Para Ahli

Pengertian Novel

Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang ditulis dalam narasi; biasanya dalam bentuk cerita. Novelis disebut novelis. Kata berasal dari Novel Novel Italia, yang berarti “sebuah kisah atau sepotong berita”.

Definisi Novel

Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak terbatas pada keterbatasan struktural dan memainkan dangding atau puisi. Umumnya, sebuah novel bercerita tentang karakter dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan fokus pada sisi aneh narasi.

Novel di Indonesia dibedakan dari roman. Sebuah plot asmara lebih kompleks dan jumlah peran atau karakter terlalu banyak.

Pengertian Novel Menurut Para Ahli

Menurut Dr. Nurhadi dan Dr. Dawud

Novel adalah suatu bentuk karya sastra yang nilai-nilai budaya, sosial, moral dan pendidikan.

Menurut Drs. Rostamaji,M.Pd

Novel adalah suatu karya sastra yang memiliki dua unsur, yaitu: intrinsik dan ekstrinsik keduanya saling terkait sebagai pengaruh timbal balik dalam literatur.

Menurut Dra. Abdul Roni, M. Pd

Novel adalah bentuk karya sastra yang nilai-nilai budaya, sosial, pendidikan dan moral.

Menurut Paulus Tukam, S.Pd

Novel adalah karya sastra dalam bentuk prosa dan memiliki unsur-unsur intrinsik di dalamnya.

Menurut Agus Priantoro, S.Pd

Novel adalah karya sastra yang memiliki dua unsur, yaitu: intrinsik dan ekstrinsik keduanya saling terkait sebagai pengaruh timbal balik dalam literatur.

Menurut Drs. Jakob Sumardjo

Novel adalah bentuk sastra yang sangat populer di dunia. Bentuk sastra salah satu yang paling banyak beredar dan dicetak, karena masyarakat da lam yang sangat luas.

Menurut Dra. Yuni Pratiwi, M.Pd

Novel adalah sebuah bentuk sastra yang nilai-nilai budaya, sosial, pendidikan dan moral.

Menurut Wikipedia

Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang ditulis dalam narasi; biasanya dalam bentuk cerita.

Jenis-Jenis Novel

Fiksi : Isi novel fantasi penulis saja dan tidak didasarkan pada kisah nyata. Baik dari sebuah alur

Romantis

Novel Berkisahkan tentang asmara dan cinta. Biasanya disertai dengan intrik-intrik yang menyebabkan konflik.

Horor

Memiliki cerita yang menegangkan, menakutkan, dan membuat berdebar pembaca. Berurusan dengan makhluk gaib dan supranatural.

Misteri

Jenis novel lebih rumit dan penuh dengan teka-teki yang harus dipecahkan. Biasanya disukai karena membuat pembaca penasaran dari awal sampai akhir.

Komedi

Dilihat dari namanya, novel ini memiliki unsur lucu dan humor. Sehingga membuat pembaca terhibur dan tertawa.

Inspiratif

Sebuah novel yang dapat menginspirasi banyak orang.Banyak mengandung nilai-nilai moral dan kebijaksanaan yang adapat diambil dalam novel ini.

Ciri-Ciri Novel

  1. Ditulis dalam gaya narasi, yang kadang-kadang dicampur dengan deskripsi untuk menggambarkan suasana;
  2. Jadilah realistis, yang berarti bahwa penulis adalah respon terhadap situasi lingkungan;
  3. Bentuknya lebih panjang, biasanya lebih dari 10.000 kata; dan
  4. Plot cukup kompleks.

Baca Juga :

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

  • August 21, 2019

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Pengertian Manajemen

101 Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli Beserta Fungsi Dan Tujuannya- Manajemen adalah karya seni dilakukan melalui orang lain. Mary Parker Follet Definisi ini berarti bahwa seorang manajer yang bertanggung jawab untuk mengelola dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Ricky W. Griffin

Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Menurut Stoner

Manajemen dalam proses perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan memimpin upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuannya.

Menurut Mary Parker Follet

Manajemen adalah seni pemahaman (manajemen adalah seni). Setiap pekerjaan yang dilakukan melalui orang lain.

Menurut George R. Terry

Manajemen adalah ilmu dan seni. Manajemen adalah wadah dalam ilmu tersebut, sehingga dapat diverifikasi secara umum.

Menurut Koontz

Manajemen adalah seni yang paling produktif selalu didasarkan pada pemahaman tentang ilmu yang mendasari. Oleh karena itu, seni dan ilmu daripada bertentangan satu sama lain, tetapi saling melengkapi.

Menurut Wilson Bangun

Manajemen adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh anggota organisasi untuk mencapai tujuannya. Sebuah proses adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis.

Menurut Lawrence A. Appley

Manajemen adalah seni untuk mencapai tujuan tertentu melalui kerja yang dilakukan oleh orang lain.

Menurut Wikipedia

Manajemen adalah karya seni dilakukan melalui orang lain.

Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen dasar yang akan selalu ada dan tertanam dalam proses manajemen akan digunakan sebagai acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20.

Pada saat itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, koordinasi, dan kontrol. Tapi kali ini, lima fungsi telah diringkas menjadi tiga, yaitu:

Perencanaan (planning) adalah untuk berpikir tentang apa yang akan dilakukan dengan sumber daya yang mereka miliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Perencanaan adalah proses yang paling penting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tidak dapat dijalankan.

Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan berbagi kegiatan besar menjadi acara yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam memantau dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi mereka.

Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai target sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.

Tujuan Manajemen

Tujuan jangka pendek meliputi, tujuan tugas, tujuan kerja, dan juga tujuan dari gerak
Tujuan jangka menengah meliputi, tujuan pemasaran, tujuan produksi, tujuan keuangan, dan lain-lain.
Tujuan jangka panjang meliputi, mencari pekerjaan dan juga menyediakan beberapa pekerjaan.

Prinsiip Manajemen

Prinsip-prinsip dalam manajemen fleksibel dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi spesifik dan situasi berubah. Menurut Henry Fayol, seorang pendiri teori manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip umum manajemen terdiri dari:

Pembagian kerja (division of work)
Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility)
Disiplin (discipline)
Kesatuan perintah (unity of command)
Kesatuan pengarahan (unity of direction)
Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri (subordination of individual interests to the general interests)
Pembayaran upah yang adil (renumeration)
Pemusatan (centralisation)
Hirarki (hierarchy)
Tata tertib (order)
Keadilan (equity)
Stabilitas kondisi karyawan (stability of tenure of personnel)
Inisiatif (Inisiative)
Semangat kesatuan (esprits de corps)

 

Sumber: http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/pengertian-ihsan.html

aplikasi TIK bisa kelola inflasi

Aplikasi TIK bisa kelola inflasi

  • August 10, 2019

Aplikasi TIK bisa kelola inflasi

aplikasi TIK bisa kelola inflasi

JAKARTA (IndoTelko)

Pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dinilai bisa mengelola inflasi di Indonesia.

“Kalau kita ingin memanfaatkan teknologi informasi untuk meng-adrress issue, katakanlah satunya logistik di bidang pertanian. Pertanian itu kan bukan hanya beras aja karena ini kan masuk sembilan bahan pokok, jadi mempengaruhi inflasi,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara belum lama ini.

“Karena bicaranya adalah inflasi, jadi saya coba super impose 1 peta menjadi 3. Ini datanya dari Bank Indonesia (BI) kantor daerah. Ini kan ada dari Aceh, Sumatera Barat, kantor-kantornya Bank Indonesia kemudian kombinasikan dengan data-data dari Kementerian Pertanian. Jadi di Bali itu ternyata ada sentra produksi bawang merah,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan peta itu akan memudahkan pengambilan kebijakan oleh BI dan pemerintah terutama yang berkaitan dengan langkah-langkah mengantisipasi inflasi. Bahkan bisa melibatkan ekosistem untuk mengembangkan aplikasi yang dibutuhkan.

“Tinggal kita kembangkan pada elemen ekosistem. Aplikasinya apa? Hanya informasi kah? Forum kah? Tempat orang menawarkan saya 2 hari lagi mau panen? Siapa yang mau beli yang terdekat? Atau sudah merupakan aplikasi yang bersifat transaksi? Nah ini yang harus kita dorong sama-sama,” tuturnya.

Bahkan menurut Rudiantara tidak hanya ada di sektor distribusi saja aplikasi TIK bisa dimanfaarkan.

“Kalau aplikasinya, ya kalau misalkan cukup informasinya saja bisa pakai 2G tidak ada masalah tapi kalau sudah canggih transaksinya seperti tanihub, sayurbox, dan lain-lain. Padahal kita juga bisa memanfaatkan teknologi untuk industri. Jadi pemanfaatan bukan hanya distribusi, tetapi juga kepada sektor produksi,”ungkapnya.

Rudiantara menyatakan pertanian di Bali yang sudah menggunakan Internet of Things (IoT). “Yang tadinya ngukur hara nyuruh orang segala rupa, ini sudah menggunakan sensor. Kemudian, pakan ikan, di Jawa Barat, itu sudah menggunakan teknologi sensor. Jadi, ikan itu makan ada waktunya. Dan ini membuat efisiensi,” pungkasnya.(wn)

 

Artikel terkait

 

Sejarah Perkembangan Masyarakat Madani Lengkap

Sejarah Perkembangan Masyarakat Madani

  • July 30, 2019

Sejarah Perkembangan Masyarakat Madani Lengkap

Sejarah Perkembangan Masyarakat Madani Lengkap

Sejarah Masyarakat Madani

Di bawah ini akan kami hadirkan penjelasan singkat mengenai sejarah perkembangan konsep masyarakat madani. Jika ditarik kebelakang, konsep masyarakat madani sudah ada pada zaman aristoteles. Wow banget kan? Nah bagi yag belum tahu, yu baca penjelasanan singkatnya berikut! | Dosen PPKn

Konsep masyarakat madani sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu kala. Kosep ini berasal dari perjuangan politik sertan sejarah masyarakat Eropa Barat yang menjalani proses peralihan atau pergantian dari pola kehidupan feodal ke kehidupan masyarakat industri yang kapitalis. Konsep masyarakat madani, jika dipelajari, sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Jika dicari akar sejarahnya, perkembangan konsep masyarakat madani sudah ada sejak zaman Aristoteles yaitu sekitara tahun 384-322 SM. Pada saat itu, masyarakat madani dipahami sebagai suatu sistem negara dengan menggunakan istilah ‘koinoniah politike’, sebuah komunitas politik dimana warga masyarakat dapat terlibat langsung dalam berbagai konteks politik dan pengambilan keputusan. Istilah ini juga digunakan untuk menjelaskan masyarakat politik serta etika di mana warga atau masyarakat di dalamnya setara di depan hukum.

Sejarah Masyarakat Madani

Perkembangan Masyarakat Madani, Konsep Masyarakat Madani, Sejarah Singkat Masyarakat Madani, Pengertian Masyarakat Madani, Karakteristik Masyarakat Madani, Masyarakat Madani dalam Islam, Konsep Masyarakat Madani,

Sejarah Perkembangan Masyarakat Madani

Konsepsi dasar yang digambarkan oleh Aristoteles diikuti dan dikembangkan oleh Marcus Tullius Cicero pada tahun 106-43 SM dengan istilah ‘Societies Civilies’ yang dapat diartikan sebagai sebuah komunitas yang mendominasi komunitas lain. Istilah yang dikemukakan oleh Cicero tersebut lebih mengarah pada konsep sebuah negara kota (City State), yaitu untuk menggambarkan kerajaan, kota, dan bentuk korporasi lainnya, sebagai kesatuan yang terorganisir. Konsep yang sama juga dikembangkan oleh Thomas Hobbes pada tahun 1588-1679 M dan Jhone Locke pada tahun 1632-1704 M. Selanjutnya, di Prancis muncul John Jack Rousseau, yang akrab dengan bukunya The Social Contract pada tahun 1762. Dalam buku J.J. Rousseau berbicara tentang pemikiran otoritas rakyat, dan kesepakatan politik yang harus dilakukan antara manusia dan kekuasaan.

Pada tahun 1767

konsep masyarakat madani dikembangkan kembali oleh Adam Ferguson dengan mengambil konteks sosio-kultural serta politik di Skotlandia. Ferguson menggarisbawahi bahwa masyarakat madani merupakan visi etis dalam kehidupan masyarakat. Pemahaman tentang konsep masyarakat madani tersebut dipakai guna mengantisipasi perubahan sosial sebagai akibat dari revolusi industri dan munculnya kapitlisme serta perbedaan mencolok antara masyarakat dan individu. Karena dengan konsep ini sikap solidaritas, saling mencintai serta saling percaya akan muncul antar warga secara alami.

Setelahnya yaitu di tahun 1792

Muncul lagi konsep masyarakat madani yang mempunyai aksentuasi yang berbeda dengan sebelumya. Konsep masyarakat madani yang ini dikemukakan oleh Thomas Paine yang menggunakan istilah civil society sebagai kelompok orang yang memiliki posisi diametral dengan negara, bahkan dianggap sebagai antitesis negara. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa masyarakat sipil menurut Paine merupakan ruang di mana warga negara bisa mengembangkan kepribadian serta memberikan kesempatan untuk memuaskan kepentingan mereka secara bebas dan tanpa paksaan.

Perkembangan konsep masyarakat madani dikembangkan lebih lanjut oleh G.W.F Hegel pada tahun 1770-1831 M, Karl Mark pada tahun 1818-1883 M serta Antonio Gramsci pada tahun 1891-1837 M. konsep tentang masyarakat madani yang dikembangkan oleh ketiga tokoh tersebut diatas menggarisbawahi tentang masyarakat sipil sebagai elemen kelas ideologi yang dominan. Pemahaman tersebut lebih mengarah kepada suatu reaksi terhadap model pemahaman yang dibuat oleh paine (yang menganggap masyarakat sipil sebagai bagian terpisah dari negara).

Setelahnya, konsep masyarakat madani juga dikembangkan oleh Alexis de ‘Tocqueville pada tahun 1805-1859 M didasarkan pada pengalaman demokrasi yang terjadi di Amerika, dengan mengembangkan teori masyarakat madani sebagai intensitas pengembangan kekuasaan. Bagi de ‘Tocqueville, kekuatan politik dan masyarakat madani yang membuat demokrasi di Amerika memiliki daya tahan. Dengan terwujudnya pluralitas, independensi dan kapasitas politik masyarakat madani, warga negara akan dapat menyeimbangkan dan mengendalikan kekuasaan negara.

Di Indonesia, masyarakat madani sebagai terjemahan civil society pertama kali diperkenalkan oleh Anwar Ibrahim, Menteri Keuangan dan Perdana Menteri Malaysia saat itu, pada pidato Simposium Nasional dalam rangka Forum Ilmiah di Festival Istiqlal, 26 September 1995 di Jakarta. Istilah ‘masyarakat madani’ diterjemahkan dari bahasa Arab mujtama yaitu ‘madani’, yang diperkenalkan oleh prof. Naquib Attas, seorang sejarawan dan peradaban Islam asal Malaysia, pendiri ISTAC. Kata “madani” dapat diartikan sebagai sipil atau beradab. Madani juga berarti peradaban, seperti kata-kata Arab lainnya seperti hadlari, tsaqafi atau tamaddun. Konsep masyarakat madani untuk orang-orang Arab mengacu pada hal-hal ideal dalam kehidupan. Konsep masyarakat madani itu universal dan membutuhkan adaptasi yang harus diwujudkan di Negara Indonesia mengingat konsep dasar masyarakat yang tidak memiliki latar belakang yang sama dengan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia.

Konsep Civil Society

Konsep Civil Society sangat baru di kalangan masyarakat Indonesia sehingga dibutuhkan proses dalam perkembangannya. Ini bukan hal yang mudah, karena itu memerlukan langkah-langkah yang efektif, sistematis, dan berkesinambungan untuk mengubah paradigma dan pemikiran masyarakat Indonesia.

Artikel terkait :

Program Padat Karya Tunai Irigasi di Tasikmalaya Dimulai

Program Padat Karya Tunai Irigasi di Tasikmalaya Dimulai

  • July 23, 2019

Program Padat Karya Tunai Irigasi di Tasikmalaya Dimulai

Program Padat Karya Tunai Irigasi di Tasikmalaya Dimulai

Program Padat Karya Tunai Irigasi

Thedarksideofthesun.Org – Tasikmalaya — Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meninjau lokasi program padat karya tunai irigasi, di Desa Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (16/1/2018).
Kunjungan tersebut sekaligus menandai dimulainya program padat karya tunai melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di 169 lokasi yang berada di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.
Melalui program ini, sebanyak 160 petani yang tergabung dalam Gabungan Petani Pemakai Air di Kecamatan Cibeureum melakukan perbaikan saluran irigasi tersier. Saluran irigasi ini mendapatkan air dari Bendung Cikunteun.
“Ini seminggu saja belum tapi progresnya cepat sekali,” ungkap Presiden Jokowi. Lebih lanjut, Presiden menyatakan bahwa program Padat Karya Tunai ini akan menambah lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.
Sementara untuk Provinsi Jawa Barat, P3-TGAI dilaksanakan di 711 lokasi di 19 kabupaten dengan nilai anggaran Rp 160 Milyar yang melibatkan 15 orang per lokasi bekerja selama kurang lebih 50 hari.
Menteri Basuki mengatakan melalui program ini memberikan banyak manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, diantaranya semakin banyak uang beredar di masyarakat, sehingga diharapkan tingkat konsumsi, daya beli masyarakat desa semakin naik.
Diungkapkan Menteri Basuki, para petani yang bekerja tersebut dibayar dengan upah Rp 60 ribu per hari untuk asisten tukang dan Rp 80 ribu per hari untuk tukang, sesuai dengan standar upah lokal di daerah tersebut. Untuk di Tasikmalaya dan daerah Jawa Barat lainnya, upah tersebut dibayarkan setiap pekan yakni pada hari Kamis.
“Di seluruh Indonesia ada 5.000 lokasi untuk P3-TGAI dengan anggaran Rp 1,12 Triliun. Sekitar 15%-nya ada di Jawa Barat. Menyerap tenaga kerja sekitar 500 ribu orang, yang bekerja selama 50 hari,” kata Menteri Basuki.
Dengan P3TGAI, Pemerintah berupaya meningkatkan partisipasi petani dalam perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi.
“Biasanya para petani, setelah masa tanam, pergi ke kota, untuk mencari pekerjaan lain. Tapi, dengan adanya program Padat Karya ini, mereka jadi tidak perlu pergi kemana-mana. Justru mereka membangun desanya lewat pembangunan saluran irigasi dan mendapatkan upah yang cukup,” ujar Menteri Basuki. Masing-masing lokasi akan mendapat alokasi Rp 225 juta dengan komposisi Rp 195 juta untuk pekerjaan fisik dan Rp 30 juta untuk tenaga pendamping. Tenaga pendamping yang direkrut berasal dari daerah tersebut yang salah satu tugasnya untuk membantu desain pekerjaan dan pembuatan laporan administrasi pekerjaan.
Selain P3-TGAI, program padat karya Kementerian PUPR lainnya untuk mendukung ketahanan pangan nasional yakni operasi dan pemeliharaan irigasi. Total anggarannya sebesar Rp 1,6 triliun dimana alokasi belanja upah Rp 664,2 miliar dengan 4.754 kegiatan dan menyerap tenaga kerja 53.136 orang.
Turut mendampingi Menteri Basuki adalah Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen SDA Agung Djuhartono, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Artyanto Busono, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Danang Baskoro dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.