Fosil Tertua Berusia 3,7 Miliar Tahun Ditemukan

  • April 10, 2020

Fosil Tertua Berusia 3,7 Miliar Tahun Ditemukan”

Fosil Tertua Berusia 3,7 Miliar Tahun Ditemukan

ILMUWAN berhasil menyingkap bukti fisik kehidupan tertua yang pernah ada di Bumi. Fosil yang ditemukan di bagian barat daya Greenland itu ditaksir berusia 3,7 miliar tahun.

Demikian kesimpulan studi tim gabungan Australia-Inggris yang dipublikasikan di jurnal Nature, pekan ini. Jejak organisme yang ditemukan peneliti berbentuk stromatolite.

Seperti diketahui, stromatolite merupakan struktur berlapis yang dibentuk mikroba dan lazimnya ditemukan pada bebatuan di dasar laut, dengan cara menyimpan karbonat dalam sedimen yang kemudian diawetkan di lapisan bebatuan.

Bentuknya mirip kembang kol. Struktur stromatolite yang ditemukan

peneliti berukuran tinggi 1-4 cm dan hanya tampak seperti goresan kecil.

Menurut peneliti University of New South Wales Australia, Van Kranendonk, bentuk dan lapisan dalam fosil tersebut membentuk stromatolite kuno dan modern. Tekstur bebatuannya mengindikasikan bahwa stromatolite tersebut dulunya terdapat di dasar laut dalam. Jika dibandingkan, temuan di daerah Isua Greenstone Belt tersebut lebih tua 220 tahun daripada fosil pemegang rekor sebelumnya yang ditemukan di Pilbara, Australia.

“Hingga saat ini stromatolite tertua yang pernah ditemukan ialah

dari Australia Barat berusia sekitar 3,5 miliar tahun. Yang kami lakukan ialah mendorong penemuan awal kehidupan dalam sejarah Bumi,” ujar anggota tim peneliti, Clark Friend.

Di sisi lain, palaeontolog Australia Kathleen Grey menyangsikan bukti baru tersebut. Menurutnya, struktur yang ditemukan di Greenland paling hanya bisa dikategorikan sebagai pseudostromatolite (stromatolite semu).

Masalah besar dalam meneliti stromatolite kuno ialah struktur

tersebut bisa saja terbentuk melalui proses yang tidak berhubungan dengan gejala kehidupan. Pasalnya, mineral yang ada di dasar laut bisa meninggalkan lapisan yang mirip stromatolite.

 

sumber :

https://cialis.id/batas-wilayah-laut-indonesia/