Jangan Bebani Siswa dengan Pekerjaan Rumah

  • August 31, 2019

Jangan Bebani Siswa dengan Pekerjaan Rumah

Jangan Bebani Siswa dengan Pekerjaan Rumah

Pekerjaan Rumah (PR) yang selama ini diberikan guru kepada siswa harus bersifat fleksibel.

Hal ini diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Muhadjir mengimbau guru untuk mengkaji lagi fungsi pemberian PR kepada siswa.

“Jadi (PR) sifatnya fleksibel saja. Jika siswa tak perlu diberi PR, jangan dicari-cari alasan supaya ada PR. Guru harus bisa membuat caranya sendiri agar pembelajaran bisa dituntaskan di sekolah,” kata Muhadjir di Jakarta, pada Jumat, 20 Juli 2018 seperti dilansir dari kemdikbud.go.id.

Muhadjir menegaskan, jangan sampai pemberian PR dapat menjadi beban bagi siswa.

Guru diminta mengembangkan cara belajar yang tuntas. PR harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa, dan tidak selalu dikaitkan dengan mata pelajaran. Seperti anjuran Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, PR yang tidak dikaitkan mata pelajaran contohnya adalah meminta siswa membantu orang tua di rumah hingga menjenguk temannya yang sakit.

“Jadi PR jangan selalu dikaitkan dengan mata pelajaran. Sebaiknya (materi belajar)

dituntaskan di sekolah. Tapi kalau terpaksa (memberikan PR), harus diracik menunya agar sesuai dengan anak,” kata Muhadjir.

Dalam memberikan PR, guru harus memahami terlebih dahulu fungsi PR tersebut untuk siswa. Menurut Muhadjir, setidaknya ada tiga fungsi PR untuk siswa, yaitu pengayaan, penguatan dan pengulangan. Untuk beberapa hal yang bersifat praktis, Muhadjir menjelaskan, PR tetap masih dibutuhkan.

“Untuk hal-hal yang sifatnya praktis, itu memang dibutuhkan untuk membuat PR. Tidak cukup dituntaskan di sekolah,” ujar Muhadjir.***

 

Sumber :

https://earlraytomblin.com/doa-sebelum-tidur/