Khiyar dalam jual beli

Khiyar dalam jual beli

  • March 9, 2020

Table of Contents

Khiyar dalam jual beli

Khiyar dalam jual beli
Khiyar dalam jual beli

ual beli adalah hubungan antar manusia yang sering sekali dilakukan, hal ini sebagai efek dari tidak ada manusia yang bisa memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya dengan cara memproduksi barang/jasa yang ia butuhkan. Rumah banyak membutuhkan material (bata, semen, baja, genteng, dll) agar dapat dibangun dan kemudian ditempati. Baju yang dipakai dibuat dari kain yang sulit sekali dibuat sendiri, baik dari bahan baku maupun waktu proses dan keterampilan untuk membuatnya. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan akan makanan, meskipun manusia dapat memasak sesuai apa yang dia suka namun tetap membutuhkan bantuan manusia lain untuk menyediakan bahan bahan yang akan digunakan (beras, sayur mayur, lauk pauk, bumbu, dll).

Karena seringnya transaksi jual beli ini dilakukan antar manusia, seringkali kita lupa bahwa ada aturan yang perlu diperhatikan dalam melakukan transaksi ini, padahal Islam adalah agama yang lengkap dan melingkupi seluruh aktivitas manusia selama hidup di muka bumi, dari bangun tidur sampai tidur lagi, termasuk transaksi jual beli.

Dalam melakukan transaksi jual beli, kadang muncul penyesalan setelah transaksi selesai dilakukan, baik dari penjual maupun dari pembeli. Penyesalan yang muncul bisa terjadi dari kurangnya transparansi (pembeli tidak mendapatkan informasi lengkap tentang barang yang dibeli atau penjual tidak mendapatkan informasi terhadap pasar dan peluang menjual di harga tertentu), maupun terhadap persoalan kualitas barang. Kedua hal ini bisa muncul akibat kesengajaan, tidak cermat, terburu buru atau faktor lain baik dari penjual maupun pembeli.

Salah satu prinsip dalam jual beli adalah adanya saling ridho antara penjual dan pembeli sehingga penyesalan yang mungkin muncul dalam transaksi jual beli ini harus diminimalisasi. Atas dasar inilah kemudian Islam mengatur kesempatan bagi penjual dan pembeli untuk memilih apakah ingin melanjutkan dan menyelesaikan transaksi atau justru membatalkan transaksi yang ada. Pilihan ini yang dimaksud dengan istilah khiyar dalam jual beli.

Ada beberapa jenis khiyar yang terdapat pada transaksi jual beli, namun tulisan kali ini hanya ingin membahas beberapa saja yakni: khiyar majlis, khiyar syarat, khiyar aib dan khiyar rukyah.

Khiyar majlis secara sederhana adalah hak bagi penjual dan pembeli untuk memilih selama belum berpisah dari tempat transaksi. Pembeli yang masih menawar harga, memilih barang, minta penjelasan lebih detail terhadap barang yang akan dibeli adalah berbagai bentuk khiyar majlis yang diijinkan syariat. Bila penjual dan pembeli sudah berpisah maka hak khiyar sudah hilang atas transaksi yang telah terjadi, kecuali bila disepakati bahwa transaksi diberlakukan khiyar syarat.
Khiyar syarat adalah khiyar yang dijadikan syarat pada transaksi jual beli. Contoh yang mungkin terjadi misalnya pembeli baju anak namun tidak mengajak serta anaknya, maka pembeli ini bisa mengajukan syarat kepada penjual untuk membawa pulang baju yang dibeli untuk dicobakan kepada anaknya, apabila sesuai selera dan cocok serta pas maka transaksi dilanjutkan, dan bila terlalu besar atau kecil baju bisa dikembalikan untuk ditukar sesuai ukuran. Apabila penjual menyetujui syarat ini, maka transaksi jual beli sah namun dengan syarat yang disepakati. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama terhadap batasan jangka waktu syarat ini. Madzhab Hanafi dan Syafii memberikan batasan selama 3 hari, bila lebih dari 3 hari maka akad transaksi jual beli yang dilakukan menjadi rusak (tidak sah). Madzhab Hambali berpendapat bahwa dibolehkan mensyaratkan lebih dari 3 hari selama penjual ridho atas syarat yang diajukan. Sedangkan Madzhab Maliki berpendapat bahwa tempo khiyar disesuaikan dengan jenis barang yang diperjualbelikan, ada barang yang bisa diberi tempo hanya 3 hari namun ada pula barang yang memang membutuhkan waktu lebih dari 3 hari sehingga keputusan lama tempo khiyar didasarkan kepada kebutuhan dan pertimbangan atas barang yang ditransaksikan. Apabila sampai dengan akhir batas waktu pembeli tidak mengajukan penolakan maka transaksi dianggap selesai dan hak khiyar pun berakhir.
Khiyar aib adalah hak khiyar yang diberikan kepada pembeli apabila setelah transaksi selesai dilakukan ternyata baru diketahui terdapat cacat pada barang yang telah dibeli. Maka pembeli memiliki hak untuk mengembalikan barang tersebut kepada penjual, dan penjual harus bersedia menerima pengembalian barang tersebut selama kerusakan atau cacat bukan akibat kesalahan yang dilakukan oleh pembeli. Namun apabila pembeli telah mengetahui cacat yang ada pada barang yang diperjualbelikan pada saat transaksi namun tetap bersedia melakukan jual beli, maka pembeli dianggap ridho atas cacat yang ada dan transaksi sah dilaksanakan serta pembeli tidak memiliki hak khiyar aib lagi. Demikian pula bila pembeli tidak segera mengembalikan barang cacat tersebut kepada penjual dan justru menunda nunda waktu pengembalian maka pembeli dianggap lalai serta dapat dianggap telah rela atas cacat yang ada, kecuali bila penundaan ini karena alasan yang dapat dibenarkan dan dimaklumi bersama.
3 khiyar ini yaitu khiyar majlis, khiyar syarat dan khiyar aib berlaku umum terhadap transaksi jual beli yang sering dilakukan.

Baca Juga :