Klasifikasi Tumbuhan Paku

Klasifikasi Tumbuhan Paku

  • July 24, 2019

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Klasifikasi tumbuhan paku dapat dibedakan berdasarkan jenis sporanya. Selain itu, tumbuhan paku juga dapat klasifikasikan berdasarkan perbedaan morfologinya. Dibawah ini akan kita lihat masing-masing klasifikasi tumbuhan paku tersebut:

Klasifikasi Tumbuhan Paku Berdasarkan Spora

Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:
  • Paku Homospora: Paku homospora adalah jenis tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora. Contoh paku homospora adalah paku kawat (Lycopodium cernuum) dan suplir (Adiantum Cuneatum).
  • Paku Heterospora: Paku heterospora adalah jenis tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berlainan, yaitu mikrospora yang berkelamin jantan dan makrospora yang berkelamin betina. Contoh paku heterospora adalah semanggi (Marsilea crenata) dan paku rane (Selaginella).
  • Paku Peralihan: Paku peralihan adalah jenis tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran sama, tetapi jenis kelaminnya berbeda. Jenis tumbuhan paku tersebut merupakan peralihan antara tumbuhan paku homospora dan heterospora. Contoh paku peralihan adalah paku ekor kuda (Equisetum debile).

Klasifikasi Tumbuhan Paku Berdasarkan Morfologi

Berdasarkan morfologinya, tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam, yaitu:

  • Paku kawat (Lycophyta), memiliki struktur daun berbentuk mirip rambut sisik dengan batang seperti kawat sehingga sering disebut paku kawat. Sporangium terdapat pada sisi daun yang berkumpul membentuk kerucut yang disebut strobilus. Contoh paku kawat: Lycopodium clavatum, paku tanduk rusa (Lycopodium sp.)
  • Paku ekor kuda (Sphenophyta), yaitu jenis paku yang berdaun kecil seperti selaput dan tersusun melingkar. Batangnya mirip daun cemara, berongga, dan tumbuh tegak. Umumnya jenis paku mi hidup di dataran tinggi. Contoh paku ekor kuda: paku ekor kuda (Equisetum debile) dan Selaginela sp.
  • Paku purba (Psilophyta), sebagian besar jenisnya telah punah. Tumbuhan paku ini belum memiliki daun dan akar, batangnya bercabang menggarpu dengan sporangium terdapat pada ujung cabangnya, dan telah memiliki berkas pengangkut. Contoh paku purba: Psilotum nodum, Rhynia major.
  • Paku sejati (Pterophyta), merupakan jenis paku yang banyak dijumpai, umumnya disebut pakis. Tumbuhan ini berdaun lebar dan mudah menggulung. Sporangium terdapat pada sporofil. Contoh paku sejati: Paku sampan (Azolla pinnata),semanggi (Marsilea crenata), suplir (Adiantum cuneatum), dan paku sarang burung (Asplenium nidus).

Sumber:

https://www.dosenpendidikan.co.id/