Komentar Dokter Soal Fenomena Ibu yang Gemar Posting Kantong ASI di Medsos

Komentar Dokter Soal Fenomena Ibu yang Gemar Posting Kantong ASI di Medsos

  • August 3, 2019

Komentar Dokter Soal Fenomena Ibu yang Gemar Posting Kantong ASI di Medsos

Komentar Dokter Soal Fenomena Ibu yang Gemar Posting Kantong ASI di Medsos

Ibu bekerja yang masih ingin memberikan ASI Eksklusif

kepada bayinya bisa melakukan metode pumping atau memerah ASI kemudian diletakkan pada wadah-wadah tertentu yang aman agar kualitas dan mutunya tetap terjamin.

“ASI perah bisa tahan di dalam kulkas selama 5-8 hari. Kalau mau disimpan terus lama-lama, kita bisa simpan di freezer dia bisa tahan 3-6 bulan,” kata Satuan Tugas ASI IDAI, dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, saat dijumpai detikHealth di Gedung Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

Meski demikian

ibu tak perlu berlama-lama menyimpan ASI tersebut di lemari pendingin. Sebab ketika membiarkan kebiasaan itu tetap berlanjut, bisa jadi ibu tidak lagi memiliki keinginan untuk menyapih anaknya.

Ibu bekerja yang masih ingin memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya bisa melakukan metode pumping atau memerah ASI kemudian diletakkan pada wadah-wadah tertentu yang aman agar kualitas dan mutunya tetap terjamin.

ASI perah bisa tahan di dalam kulkas selama 5-8 hari

Kalau mau disimpan terus lama-lama, kita bisa simpan di freezer dia bisa tahan 3-6 bulan,” kata Satuan Tugas ASI IDAI, dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, saat dijumpai detikHealth di Gedung Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

Meski demikian, ibu tak perlu berlama-lama menyimpan ASI tersebut di lemari pendingin. Sebab ketika membiarkan kebiasaan itu tetap berlanjut, bisa jadi ibu tidak lagi memiliki keinginan untuk menyapih anaknya.


Baca Artikel Lainnya: