Pelaku UMKM Kembangkan Ekonomi Masyarakat Melalui E-Commerce

Pelaku UMKM Kembangkan Ekonomi Masyarakat Melalui E-Commerce

  • August 5, 2019

Pelaku UMKM Kembangkan Ekonomi Masyarakat Melalui E-Commerce

Pelaku UMKM Kembangkan Ekonomi Masyarakat Melalui E-Commerce

Covesia.com

Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, menggelar Forum Sosialisasi Menembus Era Pasar Digital: Semua Bisa Jualan Online sekaligus Launching Buku “Semua Bisa Jualan Online” yang dilaksanakan di auditorium Pustaka Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) Kamis (18/7/2019).

Wakil Walikota Bukittinggi

Irwandi, mengapresiasi kegiatan sosialisasi jual beli online yang diselenggarakan di Bukittinggi karena edukasi dan sosialisasi jual beli online ini sangat bermanfaat bagi warga Bukittinggi, khsusunya yang bergerak di bidang perdagangan.

“Transaksi yang terjadi di Bukittinggi, sebagian besar sudah menggunakan sistem online, karena sistem online ini akan membantu validasi dari transaksi yang terjadi. Namun demikian, transaksi konvensional masih dipertahankan sebagai bagian dari budaya perdagangan di Bukittinggi,” ungkap Irwandi.

Irwandi menyebutkan percepatan transaksi online akan dapat mempercepat perputaran uang di daerah. Dengan sistem online, pedagang dapat berkompetisi dagang dengan maksimal, tidak hanya di tingkat daerah, namun tingkat nasional dan internasional.

Sementara itu, Septriana Tangkary

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Kementerian Kominfo RI, menyampaikan Kementrian Kominfo tengah giat mengajak UMKM untuk Go Global dalam Forum Sosialisasi Menembus Era Pasar Digital Semua Bisa Jualan Online sekaligus Launching Buku “Semua Bisa Jualan Online”.

Disebutkan Septriana kegiatan ini bertujuan untuk mendidik dan mendorong masyarakat untuk memaksimalkan marketplace dalam transaksi dagang (E-Commerce) serta pengembangan industri melalui jualan online dengan skala global. Sehingga gadget yang dimiliki masyarajat dapat menghasilkan untuk peningkatkan perekonomian mereka.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia. Jumlah penduduk yang besar dan penetrasi pengguna internet yang mencapai lebih dari 171,17 juta, merupakan faktor yang mendorong Indonesia menjadi pasar bagi transaksi online terbesar di Asia,” jelasnya.

Pemerintah Indonesia telah menyusun Peta Jalan E-Commerce Nasional, hasil kolaborasi lebih dari 8 kementerian dan lembaga pemerintah lainnya, yang jika terimplementasikan tepat waktu maka terproyeksikan nilai transaksi E-Commerce sebesar US$ 130 Milyar pada tahun 2020 mendatang.

“Target tersebut sangat mungkin untuk dapat terwujud, tentunya dengan memaksimalkan potensi-potensi yang ada. Salah satu potensi datang dari sektro Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41%, dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta unit. Menurut data Kemkominfo 2018 sebanyak 9,61 juta unit UMKM sudah memanfaatkan platform online,” ungkap Septi.

Dari segi infrastruktur Kemkominfo meningkatkan akses internet ke seluruh Indonesia, dari yang di daerah tadinya hanya bisa SMS saja, saat ini bisa menggunakan layanan internet. Proyek Palapa Ring sudah sampai ke Indonesia bagian Timur.

Septriana juga mengatakan e-commerce Indonesia menyumbang 1 dolar AS dari tiap 2 dolar AS yang dibelanjakan di Asia Tenggara. Artinya, e-commerce Indonesia telah menyumbang 50 persen transaksi belanja online di kawasan tersebut. Nilai ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

UMKM dapat memanfaatkan marketplace agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan perkembangan digital yang sangat pesat sudah saatnya Indonesia tidak hanya menjadi target pasar.

Dengan semakin banyaknya UKM yang terlibat dalam ekonomi digital melalui pita lebar, bisnis elektronik, media sosial, teknologi awan, dan platform telepon seluler atau ponsel, UKM dapat bertumbuh lebih cepat dari segi pendapatan dan penyediaan lapangan kerja, serta menjadi lebih inovatif dan lebih kompetitif menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sumber : https://thesrirachacookbook.com/