TEORI METAFISIK

  • March 16, 2020

Table of Contents

TEORI METAFISIK

 

TEORI METAFISIK

Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua,yakni berasal dati Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). lni sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realitaIlahi.

  1. TEORI PSIKOLOGIS

Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif.

  1. KESERASIAN

Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Katacocok, kenadan sesuai itumengandung unsurperpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Dalam pengertian perpaduanmisalnya, orang berpakaian harus dipadukan warnanya bagian atas dengan bagian bawah. Atau disesuaikan dengan kulitnya. Apabila cara memadu itu kurang cocok, maka akan merusak pemandangan. Sebaliknya, bila serasi benarakan membuat orang puas karenanya. Atau orang yang berkulit hitam kurangpantas bila memakau baju warna hijau, karena warna itu justru menggelapkan kulitnya.

(a). TEORI OBYEKTIF DAN TEORI SUBYEKTIF

The Liang Gie dalam bukunya garisbesarestetika menjelaskan, bahwadalarn mencipta seni ada dua teori yakni teori obyektifdan teori subyektif. Salah satu persoalan pokok dari teori keindahan adalah mengenai sifat dasar darikeindahan. Apakah keindahan merupakan sesuatu yang ada pada benda indah atau hanya terdapatdalam alarn pikiranorang yangmengarnati bendatersebut. Dari persoalan-persoalan tersebut lahirlahdua kelompok teori yang terkenal sebagai teori obyektifdan teori subyektif. Pendukung teori obyektifadalah Plato, Hegel danBernard Bocanquat, sedang pendukung teori subyektif ialah Henry Home, Earlof Shaffesbury, dan Edmund Burke. Teori obyektifberpendapat, bahwakeindahan atau ciri-ciri yangmenciptanilai estetikadalah sifat (kuallta) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, tedepasdati orang yang mengamatinya. Pengamatan oranghanyalah mengungkapkan sifat-sifat

indah yang sudah ada pada sesuatu benda dan sarna sekali tidak berpengaruh untuk menghubungkan.

(b) TEORI PERIMBANGAN

Teori obyektif memandang keindahan sebagai suatu kwalita dari benda-benda. Kwalita bagaimana yang menyebabkan sesuatu benda disebut indah telah dijawab olch bangsa Yunani Kuno dengan teori perimbangan yang bertahan sejak abab 5 sebelum Masehi sampai abab 17 di Eropa. Sebagai contoh bangunan arsitektur Yunani Kuno yang berupa banyak tiang besar. Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dulu dipahami puladalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap sebagai kualita dari benda-benda yang disusun (yakni mempunyai bagian-bagian). Hubungan dari bagian-bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan atau perbandingan angka-angka.

Sumber : https://bingo.co.id/